Anda Ditetapkan Untuk Mengerjakan Mujizat!

ReMIKA: Renungan Minggu Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 139:1-24

RHEMA HARI INI
Mazmur 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Selama 3 minggu kita sudah bicara banyak tentang miracle atau mujizat. Kita sudah terima rhema tentang Record Breaking Miracle, Dream Like Miracle, dan minggu lalu kita tangkap pesan Tuhan tentang Faith Factor. Keajaiban, keajaiban, dan keajaiban! Zaman dulu rasanya keajaiban itu sesuatu yang langka. Tetapi mulai tahun ini, percayai bahwa mujizat akan menjadi bagian sehari-hari dalam hidup kita! Hidup Anda tidak akan jauh dari mujizat tetapi dekat dengan mujizat. Hidup Anda akan sering mengalami mujizat dan bukan jarang mengalami mujizat. Percayalah bahwa mujizat itu adalah bagian dari kisah hidup kita yang sudah direncanakan Tuhan. Kita memang diciptakan untuk menerima, mengalami bahkan mengadakan mujizat!

Coba renungkan: Mazmur berkata bahwa kejadian kita dahsyat dan ajaib. Kita percaya bahan baku kita bukan hanya debu dan tanah, tetapi juga keajaiban. Keajaiban ternyata sudah menjadi salah satu DNA hidup kita! Itu sebabnya keajaiban itu tidak hanya kita alami saat kita diciptakan Tuhan saja, tetapi akan terus menerus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita yang percaya. Dan minggu lalu kita juga sudah belajar tentang iman. Iman adalah latar belakang dari mujizat yang akan kita alami. Itu sebabnya kita harus mulai membiasakan diri untuk punya iman yang besar. Kalau imanmu mau besar, maka kita perlu “berlatih” punya iman untuk sesuatu yang jauh lebih besar!

Itu sebabnya kita harus terus memastikan iman kita bertumbuh dari biji sesawi menjadi pohon sesawi besar yang bisa menjadi tempat perteduhan dan bisa menolong lebih banyak orang. Ikutilah sesi keempat kotbah Januari 2019 “The Year of Great Miracles” atau “Tahun Mujizat Besar” dengan tema: “The Working of Miracles” atau “Mengerjakan Mujizat.” Kita akan belajar bagaimana kita bisa mengerjakan mujizat bagi hidup kita sendiri maupun orang lain, sehingga mujizat demi mujizat menjadi pengalaman sehari-hari dalam hidup kita. Dapatkan jadwal ibadah lengkap gereja kita di https://gbika.org/site/lokasi-dan-jadwal-ibadah/ Anda juga bisa mengikuti ibadah Keluarga Allah melalui streaming di www.keluargaallah.tv

RENUNGAN
Yakinlah bahwa kita DITETAPKAN Tuhan untuk MENGERJAKAN MUJIZAT.

APLIKASI
1. Percayakah Anda bahwa Anda ditetapkan Tuhan untuk mengerjakan mujizat?
2. Mujizat apa yang Anda rindu Tuhan kerjakan melalui hidup Anda?
3. Komitmen apa yang akan Anda buat supaya Anda sungguh-sungguh dapat mengerjakan mujizat?

DOA UNTUK HARI INI
“Terimakasih Tuhan karena Engkau menetapkan kami untuk mengerjakan mujizat. Kami bersyukur sebab di dalam hidup kami ada benih keajaiban yang telah Engkau letakkan. Tolong kami Ya Roh Kudus supaya kami terus dipenuhi dengan pengurapan-MU sehingga kuasa-MU nyata atas hidup kami dan kami dimampukan untuk mengerjakan mujizat bagi sekeliling kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.