Awal Mula Kekalahan Besar

ReKA Video

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yohanes 15:1-8

RHEMA HARI INI
Yohanes 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Perang Dunia kedua merupakan konflik yang paling mematikan antar umat manusia secara global. Jepang adalah satu musuh yang paling ditakuti saat itu. Serangan para tentaranya yang berapi-api menaklukkan para lawan mereka yang lebih besar sekalipun. Mereka berperang seolah-olah tidak ada yang bisa membuat mereka takut. Namun, sejarah mencatat, peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhkan Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus mengubah segalanya. Bukan hanya kedua kota tersebut yang mengalami kehancuran besar, tetapi semangat juang tentara Jepang di seluruh dunia runtuh seketika. Saat negara tercinta mereka hancur, mereka kehilangan visi dan tujuan dalam perjuangan mereka. Ketakutan dan ketidakberdayaan melanda hati mereka. Perisitiwa tersebut pun menjadi salah satu tanda berakhirnya PD2.

Di masa modern ini, hidup kita pun bisa diibaratkan peperangan. Peperangan kita sebagai orang percaya bukanlah melawan darah dan daging, tetapi peperangan roh (Ef. 6:12). Kita pun perlu memiliki visi dalam hidup kita. Sebab visi menentukan tujuan hidup kita dan bagaimana kita menggunakan waktu-waktu kita. Saat kita kehilangan visi, hidup kita pun akan berputar-putar tanpa arah. Kita sekedar menjalani hari tanpa tahu apa yang kita perjuangkan. Tidaklah heran kalau serangan iblis selalu menghantam kita, sehingga perasaan lelah dan kalah kerap menghampiri hati kita. Kemudian, kita pun mengalami kekeringan rohani.

Kabar baiknya, Tuhan kita sanggup menghidupkan apa yang sudah mati sekalipun. Yang perlu kita lakukan hanyalah mendekat kepada Tuhan dan tinggal dalam-Nya seperti ranting yang tinggal pada pokoknya. Saat kita menempel pada Tuhan, aliran Roh-Nya akan menyegarkan roh kita kembali. Semakin intim kualitas hubungan pribadi kita dengan Tuhan, semakin jelas visi yang akan kita terima dari-Nya. Dengan visi itulah, kita bisa hidup dalam rencana dan panggilan Tuhan kemudian menggenapinya. Itulah awal kebangkitan besar yang akan Tuhan kerjakan dalam dan melalui hidup kita.

RENUNGAN
ROH YANG KERING adalah AWAL mula KEKALAHAN BESAR.

APLIKASI
1. Kekeringan dalam hal apa yang tengah Anda alami saat ini? Apakah Anda mengetahui penyebabnya?
2. Mengapa roh Anda yang kering bisa menjadi awal dari kekalahan besar di hidup Anda?
3. Bagaimana Anda bisa menghidupkan kembali roh dan hidup Anda yang kering?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami perlu urapan-Mu, agar kami dapat senantiasa menyalakan api roh yang berkobar-kobar, sehingga kami memiliki kekuatan mengalahkan segala kedagingan kami dan mendekat senantiasa kepada-Mu. Biarlah kami boleh menerima visi dari-Mu untuk menggenapi setiap rencana-Mu dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”