BAHAN MENTAH UNTUK MENGALAMI MUJIZAT

RHEMA HARI INI

Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
Selain salah satu pemimpin militer terbesar dalam Alkitab, satu hal yang paling menonjol dari Yosua adalah hubungan pribadinya dengan Tuhan. Sebagai seorang abdi Musa yang setia, Yosua sudah mengenal Tuhan sejak muda bahkan selalu ikut mendampingi ketika Musa menghadap Tuhan. Sampai pada masa tua Musa, karena kesetiaan dan ketaatannya, Tuhan berkenan mengutus Yosua untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah perjanjian.

Dalam setiap peperangan yang dihadapi, Yosua selalu mendengarkan suara Tuhan dan taat melakukannya. Hormat dan kesetiaannya kepada Tuhan tetap ditunjukkan Yosua sampai akhir masa hidupnya. Nasehat terakhir yang diberikan Yosua kepada bangsa Israel adalah supaya mereka membuang semua berhala dan berlaku setia terhadap Allah.

Puji Tuhan, minggu ini kita mendapatkan rhema yang luar biasa tentang mujizat dari atas. Belajar dari kisah Yosua, ternyata keintiman dengan Tuhan merupakan bahan mentah terciptanya mujizat. Karena itu jika kita ingin terus mengalami help from above, maka pastikan untuk memiliki kehidupan yang dekat dan melekat dengan Tuhan. Mari kita bangun hubungan dengan Tuhan secara stabil dan konsisten. Jangan hanya ketika ada masalah kita mendekat kepada Tuhan, tetapi dalam kondisi baik maupun tidak baik, tetaplah bersekutu intim dengan Tuhan. Ketika koneksi kita dengan Tuhan semakin kuat dari hari ke sehari maka mujizat dari atas seperti yang dialami oleh Yosua pasti akan membanjiri hidup kita.

RENUNGAN

KEINTIMAN dengan Tuhan adalah BAHAN MENTAH untuk mengalami mujizat.

APLIKASI

1. Mengapa Anda perlu memiliki keintiman dengan Tuhan?
2. Apakah yang seringkali membuat Anda sulit untuk membangun hubungan yang intim dengan Tuhan?
3. Apa komitmen Anda untuk menyingkirkan hal-hal yang menghalangi Anda membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami rindu untuk memiliki hubungan yang intim dan dekat dengan-Mu. Berilah kami keteguhan hati dan tekad yang kuat, agar kami dapat senantiasa bersekutu dengan-Mu. Terimakasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!