Bangun Hubungan Dengan Keluarga Rohani

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Korintus 15:12-34

RHEMA HARI INI
1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Pergi ke mal, kumpul-kumpul dan makan-makan bersama dengan teman-teman, itulah yang setiap hari Tirza lakukan setiap pulang kerja. Lama-kelamaan bukannya merasa bahagia, Tirza justru merasakan kekosongan dan kesepian setiap pulang ke rumah. Ia juga merasakan sebuah kerinduan di hatinya. Tetapi ia tidak mengerti apa penyebabnya. Sampai suatu hari, Tirza yang tinggal di Kalimantan memutuskan untuk bekerja di Jakarta, menyusul adiknya yang sudah berangkat lebih dulu setahun sebelumnya. Dengan harapan menemukan sesuatu yang baru di Jakarta.

Tidak perlu menunggu waktu lama, Tirza menemukan pekerjaan yang dinginkannya, yaitu sebagai instruktur pilates. Tirza sangat bersyukur, karena teman-teman di tempat kerja yang baru sangat baik dan ramah. Mayoritas adalah anak-anak yang cinta Tuhan. Disitu Tirza mulai mengenal yang namanya persekutuan doa dan kelompok sel. Waktu demi waktu berlalu, Tirza mulai mengerti dan menemukan jawaban, penyebab kekosongon dan rasa rindu di hati. Kerinduan, kehausan dan kelaparan akan Tuhan, itulah yang sebenarnya terjadi. Tirza sangat bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan, karena pertemuannya dengan anak-anak yang cinta dan takut akan Tuhan. Tirza tidak hanya dituntun untuk ikut kelompok sel, tetapi juga terlibat dalam pelayanan di gereja. Hidup Tirza kini tidak lagi kesepian, tetapi penuh arti dan penuh warna. Karena ia boleh jadi berkat bagi Tuhan dan sesama.

Apa yang Tirza alami mungkin juga menjadi dilema bagi banyak orang. Bahayanya mereka tidak menyadari penyebab kekosongan dan kesepian dalam diri mereka, sehingga mereka semakin intens mencari kepuasan dari dunia yang membuat jiwa mereka makin merana bahkan terluka. Percayalah hanya di dalam Tuhan saja kita akan menemukan kebahagiaan dan hari depan penuh harapan (Yeremia 29:11). Untuk itu kita perlu selektif dalam memilih pergaulan. Jangan sampai tersesat, sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Orang-orang di sekeliling kita menentukan masa depan kita. Karena itu, bangunlah hubungan yang lebih dalam dengan anak-anak Tuhan, dengan keluarga rohani kita, melalui kelompok sel, pondok Daud, atau melalui wadah-wadah yang sudah gereja sediakan bagi kita.

RENUNGAN
Orang-orang di sekeliling kita MENENTUKAN MASA DEPAN kita, karena itu, BANGUNLAH HUBUNGAN yang lebih dalam dengan KELUARGA ROHANI kita.

APLIKASI
1. Faktor penting apakah yang menentukan masa depan Anda?
2. Dengan siapa Anda harus membangun hubungan yang lebih dalam?
3. Sudahkah Anda tergabung dalam kelompok sel? Jika belum apa alasannya?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapaku yang baik terima kasih atas firman-Mu hari ini, yang membuat mata roh kami dicelikkan untuk menyadari betapa pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik. Ajar kami untuk memilih pergaulan dengan selektif dan bijaksana, sehingga kami tidak jatuh ke dalam pergaulan yang buruk melainkan bertumbuh dalam persekutuan bersama saudara seiman di dalam Tuhan. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.