Belas Kasihan Untuk Jiwa-Jiwa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 61:1-11

RHEMA HARI INI
Yesaya 61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,

Menurut Baptist Press, John Harper yang menghabisan saat-saat terakhir hidupnya di kapal Titanic berusaha untuk menyelamatkan jiwa dan membawa sedikitnya satu orang kepada Kristus saat kecelakaan itu berubah menjadi tragedi. Harper menggembalakan gereja-gereja di Glasgow dan London dan sedang dalam perjalanan ke Amerika untuk menerima tugas menggembalakan Moody Church di Chicago, yang didirikan oleh penginjil terkenal Dwight L. Moody. Saat Titanic menabrak gunung es, Harper menaikkan putrinya yang berusia 6 tahun ke dalam sebuah sekoci namun ia sendiri menolak untuk masuk, meskipun ia adalah satu-satunya orangtua bagi putrinya saat itu.

Harper kemudian pergi ke tengah-tengah kerumunan penumpang dan memberitahu mereka tentang Yesus Kristus. Ketika satu orang menolak tawaran keselamatan, Harper menawari lampung penyelamat miliknya sendiri. “Anda lebih membutuhkan ini daripada saya,” ujarnya. Ketika kapal mulai tenggelam, Harper terdengar menangis, “Wanita, anak-anak dan mereka yang belum diselamatkan (terima Yesus) ke sekoci!!” Bahkan setelah kapal tenggelam, Harper masih berusaha berenang ke sebanyak mungkin orang yang ia bisa, dan meminta agar mereka memberikan hidupnya kepada Kristus. Salah satu korban kemudian menceritakan bagaimana ia awalnya menolak berita keselamatan yang ditawarkan Harper, namun berubah pikiran semenit kemudian ketika Harper kembali berenang ke arahnya untuk mengatakan hal yang sama, “Percayalah kepada Tuhan Yesus dan engkau akan selamat.” Pria ini kemudian diselamatkan oleh sekoci yang kembali dan membagikan kisahnya di sebuah gereja Ontario.

Kisah ini tidak hanya menceritakan tentang kepahlawanan John Harper tetapi juga kehausan dan belas kasihan Harper akan keselamatan jiwa-jiwa. Sehingga tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, Harper lebih memilih untuk mereka yang belum mengenal Yesus diselamatkan terlebih dahulu agar mereka tidak hilang di dalam kekekalan. Saat kita tinggal dalam Dia dan Dia tinggal dalam kita, maka semua passion Tuhan, semua keberanian Tuhan, semua hikmat Tuhan, semua kuasa Tuhan akan mengalir dalam hidup kita dan itu semua yang menjadikan kita pemenang jiwa yang efektif. Sebaliknya kalau kita tidak memiliki hubungan erat dengan Tuhan maka hati kita buat jiwa-jiwa akan tetap dingin. Marilah kita memiliki hubugan erat dengan Tuhan sehingga kita menerima impartasi isi hati Tuhan atas jiwa-jiwa. (ABU)

RENUNGAN
Kalau kita ERAT dengan Tuhan, kita akan MENERIMA IMPARTASI isi hati Tuhan atas jiwa-jiwa.

APLIKASI
1. Apa yang harus kita lakukan supaya kita menerima impartasi belas kasih Tuhan untuk jiwa-jiwa?
2. Sudahkah kita melakukan sesuatu untuk jiwa-jiwa?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya melalui hidup Anda banyak jiwa diselamatkan?

DOA UNTUK HARI INI
“Ya Tuhan, biarlah hidup kami senantiasa melekat kepada-MU, sehingga kami terus menerima impartasi belas kasihan-Mu untuk jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Pakailah hidup kami untuk menjadi alat-MU. Terimakasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.