Berani Berkorban Diberi Kuasa

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Raja-raja 3:1-15

RHEMA HARI INI
1 Raja-raja 3:4 Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.

Alkisah di suatu kerajaan, hiduplah seorang raja bersama kedua anaknya. Si sulung dulunya adalah anak kebanggaan ayahnya. Namun karena tabiatnya yang buruk, sang raja yang dulu membanggakan anaknya itu, kini bersusah hati. Bagaimana tidak, si sulung adalah calon pewaris tahtanya. Akan tetapi ia menganggap remeh semuanya itu. Karena merasa toh cepat atau lambat akan menjadi raja, ia pun suka bersantai-santai dan tidak mempedulikan urusan administrasi kerajaan.

Berbeda dengan si bungsu yang sekalipun ia tahu bahwa nantinya tahta kerajaan akan diberikan kepada kakaknya, tetapi kasihnya pada ayahnya membuatnya rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya di sela-sela pekerjaannya untuk membantu ayahnya dalam mengurus segala urusan kerajaan, meski itu bukanlah tanggung jawabnya. Si bungsu melakukan semuanya itu dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun. Lama kelamaan sang ayah pun tersentuh hatinya melihat kesungguhan pengorbanan yang dilakukan anak bungsunya itu. Singkat cerita, akhirnya si bungsu lah yang kemudian diberikan kuasa untuk menduduki tahta kerajaan itu.

Tuhan adalah Allah yang melihat hati. Ia tidak membutuhkan uang, skill, atau kehebatan kita karena Ia bisa memakai siapa saja. Namun yang Ia butuhkan adalah hati yang sungguh-sungguh tulus mengasihi-Nya dengan kasih yang rela berkorban bagi Tuhan. Itulah yang dapat menyentuh hati Bapa sehingga Ia akan mencurahkan urapan ‘dominion’-Nya turun ke atas kita.

RENUNGAN
LEVEL KASIH kita yang BERANI BERKORBAN bagi Tuhan, MENYENTUH HATI-NYA dan membuat-Nya MEMBERIKAN kita URAPAN UNTUK BERKUASA.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memiliki level kasih yang mendalam kepada Bapa?
2. Apakah langkah nyata yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan kasih yang rela berkorban untuk Tuhan?
3. Menurut Anda, mengapa Tuhan melihat hati kita dalam memberikan kita urapan untuk berkuasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan kami rindu menyenangkan hati-Mu. Kami mau belajar untuk lebih lagi dapat menunjukkan kasih kami kepada-Mu dalam bentuk perbuatan dan pengorbanan yang nyata. Dan biarlah persembahan dan korban kami boleh berkenan dan menyentuh hati-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.