Berani Melangkah

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Efesus 6:10-20

RHEMA HARI INI
Efesus 6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

Ini adalah kisah pemuda yang bernama Ricky yang memiliki sifat polos. Ricky besar di sebuah keluarga yang keras, bahkan kedua orang tuanya pun selalu disiplin sejak ia masih kecil. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukannya akan selalu mendapatkan hukuman yang besar. Hal itu membuat Ricky menjadi sering gugup karena ketakutan akan kemarahan kedua orang tuanya. Bahkan Ricky menjadi orang tertutup yang sangat sulit berbincang dengan banyak orang. Ricky tumbuh menjadi seseorang yang hanya memiliki sedikit teman. Ia jarang bisa bergaul dengan orang baru. Namun semua itu berubah ketika ia bertemu dengan Dina, teman sekampusnya. Berbeda dengan Ricky, Dina yang anak Tuhan memiliki sifat humble dan periang. Dina seringkali aktif dalam pelayanan gereja dan tak jarang memberitakan injil kepada orang yang belum ia kenal. Saking aktifnya, hal itu membuat Ricky menjadi tertarik untuk mengenal lebih jauh Tuhan Yesus.

Belajar dari Dina, Ricky kini mulai mengenal Yesus. Ia rajin beribadah ke gereja, mengikuti komsel, dan mulai berani bersaksi di depan banyak orang. Meskipun sering takut untuk bisa diterima, kini Ricky berani melangkah untuk masuk dalam komunitas yang positif. Terlebih Tuhan membawa dia lebih lagi, bersama Dina yang kini menjadi kekasihnya, ia mulai memberitakan injil kepada orang-orang di sekitarnya. Ia pun tidak pernah merasa minder dan gugup lagi, bahkan kedua orang tuanya pun ikut terselamatkan dan menerima kasih Yesus.

Seperti Ricky, kita pasti juga memiliki ketakutan dan kegugupan yang menghambat jalan kita menjadi pahlawan penyelamat jiwa. Namun ketika kita melangkah, Tuhan akan bekerja dengan dahsyat, memberikan kita kekuatan yang melebihi kapasitas pikiran kita.

RENUNGAN
Takut dan ragu itu wajar, tetapi saat kita BERANI MELANGKAH untuk MENGINJILI, Tuhan akan BEKERJA DENGAN DAHSYAT

APLIKASI
1. Apakah Anda memiliki ketakutan dan ragu dalam melangkah dalam memberitakan injil?
2. Adakah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengalahkan rasa takut dan ragu tersebut?
3. Jika kebenaran dari Tuhan membebaskan kita dari rasa takut, apa komitmen Anda untuk bisa terus memberitakan kebenaran dari Tuhan?

DOA HARI INI
“Ya Allah yang bertahta di dalam surga, terima kasih atas penyertaan-Mu yang tiada jemunya terhadap kami. Oleh karena pertolongan-Mu, kami menjadi pahlawan yang berani untuk menghancurkan rasa takut yang ada di dalam hati kami. Hanya Engkau saja yang mampu melepaskan kami dari kegentaran kami untuk mampu memberitakan injil kebenaran yang daripada-Mu saja. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.