Bergerak Bersama Menuai Jiwa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 2:41-47

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 2:46-47 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

“Sepertinya kamu bakat penginjilan, Dri,” kata seorang teman kepada Indri saat mereka di tempat makan. Barusan, Indri bersaksi tentang Kristus pada orang di sampingnya di dalam bus. Seorang teman lainnya pun menimpali, “Indri kan pembicara gereja kita yang luar biasa. Kalau aku, takut bicara sama orang asing. Memang tepat pelayananku di belakang layar, di tempat yang tersembunyi.” Dengan antusias, teman Indri yang pertama tadi menambahkan, “Aku mengerti maksudmu. Aku juga lebih nyaman dengan pelayanan kecil yang tidak menarik perhatian, seperti seruas ibu jari telunjuk ini.” Sebenarnya Indri ingin mengomentari perkataan teman-temannya, tetapi pesanan mereka sudah datang dan tiba-tiba mereka sudah ganti topik pembicaraan.

Setelah makan dan mengobrol, Indri dan teman-temannya hendak pulang. Namun, saat berada di undakan restoran, seorang pengunjung yang sedang terburu-buru keluar tidak sengaja menabrak mereka dari belakang. Kedua teman Indri pun terjatuh. Yang seorang terkilir pergelangan kakinya. Yang lain keseleo jari telunjuknya. Sudah pasti yang terkilir merasa kesakitan saat hendak berjalan, dan bahkan yang satunya lagi kesulitan ketika ia ingin memanggil ojek lewat telepon pintarnya. Melihat mereka berdua, Indri pun berkata, “Apa pun bagian tubuh kita, baik yang besar maupun yang terkecil, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi dalam tubuh, saat ada bagian yang terluka, tubuh kita tidak bisa bergerak maksimal.”

Ya, meski pelayanan kita tampak kecil dan bahkan tersembunyi, bukan berarti kita tidak berfungsi. Apa pun bentuk pelayanan kita, kita ada untuk memancarkan terang Kristus dan membawa banyak jiwa datang kepada-Nya. Ketika Tuhan Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia,” Dia tidak merujuk pada orang-orang tertentu saja, tetapi kepada seluruh pengikut-Nya. Terang itu haruslah bercahaya, menerangi orang-orang yang berada dalam kegelapan, bukannya disembunyikan. Saat seluruh bagian tubuh bersatu padu dalam satu tujuan untuk menyelamatkan jiwa, barulah terang Kristus dapat tersebar sampai ke ujung bumi. (MV.L)

RENUNGAN
Sebagai SATU KESATUAN GEREJA, mari kita BERGERAK BERSAMA menuai sebanyak mungkin JIWA BAGI TUHAN.

APLIKASI
1. Mengapa kita harus bergerak bersama dalam satu kesatuan gereja untuk menyelamatkan jiwa?
2. Apa perbedaan menyelamatkan jiwa sendiri-sendiri dan bersama dalam kesatuan gereja?
3. Komitmen apa yang akan Anda ambil supaya Anda bisa bergerak bersama dalam satu kesatuan gereja untuk menyelamatkan jiwa?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami bersyukur untuk setiap fungsi unik yang telah Engkau tetapkan untuk setiap kami. Ajar kami untuk menggunakan fungsi tersebut sebaik mungkin sehingga melalui hidup kami banyak jiwa bisa diselamatkan. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.