Berhenti Sejenak, Bersyukur, dan Menikmati Berkat-Nya

Renungan Keluarga Allah
Minggu, 19 Februari 2017

BACAAN HARI INI

Pengkhotbah 5:10-20

RHEMA HARI INI

Pengkhotbah 5:18 Jika seorang menerima kekayaan dan harta benda dari Allah, dan ia diizinkan menikmati kekayaan itu, haruslah ia merasa bersyukur dan menikmati segala hasil kerjanya. Itu adalah juga pemberian Allah. (BIS)

Ada dua orang bersaudara bernama Rina dan Rani. Keduanya adalah anak seorang pengusaha yang sukses. Kedua-duanya bersifat periang, murah senyum, dan mewarisi bakat orang tuanya. Di usia 36 tahun, keduanya sudah memiliki beberapa perusahaan yang berkembang dengan cepat. Namun mereka mempunyai kebiasaan yang berbeda dalam menghabiskan waktu luang mereka. Rina suka sekali berolahraga dan berkumpul dengan keluarga dan teman-temannya di saat senggang. Sedangkan Rani lebih suka melewatkan waktu dengan terus bekerja dan bekerja sampai larut malam bahkan kadang sampai menjelang pagi. Ia sangat terobsesi untuk mendapat lebih banyak pemasukan lagi dan menjadi lebih sukses lagi dalam karirnya.

Dua tahun kemudian Rani terserang penyakit darah tinggi, yang mengharuskannya istirahat di tempat tidur selama dua bulan. Sebaliknya Rina tampak sangat sehat dan dapat bekerja serta beraktivitas seperti biasa. Setiap hari secara bergiliran anggota keluarga dan teman-teman mengunjungi Rani di rumahnya, untuk menghibur dan mengecek kondisi kesehatan Rani. Waktu istirahat selama dua bulan itu membuat Rani menyadari betapa berharganya kesehatan tubuh, anggota keluarga dan teman-temannya. Setelah dokter menyatakan Rani cukup sehat untuk kembali bekerja dan beraktivitas, Rani pun mengubah kebiasaannya. Rani mulai berolah raga, dan juga menikmati saat-saat kebersamaan dengan keluarga dan teman-temannya.

Kadangkala saat kita berada di puncak kesuksesan, kita terobsesi untuk terus melakukan lebih dan lebih banyak lagi pekerjaan, untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak lagi. Obsesi ini membuat kita lupa untuk berhenti sejenak, bersyukur dan menikmati semua yang Tuhan berikan kepada kita. Menjadi kaya itu baik karena kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Namun apalah artinya kekayaan materi jika kita tidak bisa menikmatinya? Kesehatan tubuh, anggota keluarga dan teman-teman adalah berkat Tuhan yang tidak ternilai harganya. Tanpa ketiga hal di atas, kita tidak bisa menikmati kekayaan materi yang Tuhan berikan. Jangan terobsesi bekerja keras tanpa henti. Ingatlah, Tuhan memberikan berkat kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur (Maz. 127:2).

RENUNGAN

Berlajarlah MENGUCAP SYUKUR dan MENIKMATI BERKAT TUHAN yang sudah ada pada kita, TIDAK PEDULI SEBERAPA BANYAK yang kita miliki

APLIKASI

  1. Dapatkah Anda menghitung berkat Tuhan, termasuk berkat-berkat yang tidak dapat dinilai dengan uang, yang Tuhan berikan untuk Anda hari ini?
  2. Sudahkah Anda berhenti sejenak, bersyukur dan menikmati berkat yang Anda terima? Jika belum, lakukan!
  3. Dengan siapa Anda menikmati berkat-berkat Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan Yesus, terima kasih atas berkat-berkat yang sudah Engkau berikan untuk kami. Tuhan, mampukan kami untuk bersyukur dan menikmati berkat-Mu dengan orang-orang yang kami kasihi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Yesaya 18-22