Bersandar Kepada Allah Di Tengah Keputusasaan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Yesaya 57:10-16

RHEMA HARI INI
Yesaya 57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

Tanggal 29 Oktober 2015, Amy Wright mendapati dirinya menderita kanker. Kesempatan hidupnya hanya 17%. Meski demikian, ia bertekad untuk berjuang keras melawan kanker itu. Serangkaian pengobatan kemoterapi pun dimulai, efek samping pengobatan mulai dirasakan Amy. Begitu berat rasa sakit yang dialami Amy sampai ia tidak yakin apakah ia sanggup bertahan. Satu hari ia berkata pada suaminya bahwa ia tidak mau ke rumah sakit lagi. Ia menyerah. Suami Amy dengan sabar mendengarkan dan berkata, “Baiklah, jadi kita perlu menemukan seseorang untuk bisa dilayani.”

Meski kondisi Amy memburuk dan ia dalam kondisi lemah untuk melayani, tetapi ia memutuskan untuk bersandar pada kekuatan Allah. Ia dan keluarganya membagikan perangkat penghibur kemo kepada pasien-pasien lainnya. Perangkat itu diisi dengan barang-barang untuk menghibur dan membantu mengurangi rasa sakit. Pada malam-malam ketika rasa sakitnya sedemikian hebat, untuk dapat tidur ia akan berbaring di tempat tidur sambil memikirkan cara-cara untuk menceriakan hari orang lain. Secara ajaib, rasa sakit itu akan menyusut, dan ia dapat bertahan.

Jika kita berfokus pada masalah kita sendiri, tentu akan ada banyak sekali alasan untuk berputus asa. Seperti Amy yang botak, kesakitan, dan berjuang untuk hidupnya, pastilah “dibenarkan” jika ia memikirkan dirinya sendiri. Jika ia bersandar sedikit saja pada pengertiannya sendiri, ia mungkin telah menolak gagasan untuk melayani. Justru, bila kita memikirkan diri sendiri, situasi kita, penderitaan kita dan rasa sakit kita, dunia akan menjadi sangat gelap dan menyedihkan. Bersandarlah pada Tuhan Yesus, sebab hanya Dia yang sanggup membangkitkan kembali semangat dan harapan kita yang sudah mati sekalipun. Di dalam Yesus ada terang, harapan, kekuatan, keberanian, dan sukacita. Percayai Tuhan dan dengan rendah hati akui kelemahan kita tanpa-Nya, maka Dia akan mengubah keputusasaan kita menjadi kuasa untuk mengalahkan setiap tekanan serta tantangan yang ada. (PF)

RENUNGAN
BERSANDARLAH KEPADA ALLAH; Dia sanggup MEMULIHKAN SEMANGAT yang sudah terlanjur patah, hancur berkeping-keping, bahkan sudah mati.

APLIKASI
1. Masalah apakah yang membuat Anda merasa patah semangat?
2. Koreksi hati Anda, apakah Anda selama ini bersandar pada Tuhan atau pada hal lain? Mengapa demikian?
3. Apa yang Anda rasakan setelah Anda berserah dan bersandar pada Allah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, Engkaulah juru selamat yang telah mengatasi dunia. Meskipun badai menerpa, kami mau tetap bersandar kepada-Mu. Janganlah Kau biarkan kami hanyut dalam kekuatiran kami sendiri, pegang erat tangan kami, ya Tuhan, dengan tangan-Mu yang perkasa. Bersama-Mu kami akan mengatasi bahkan berselancar diatas setiap badai kehidupan. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.