Bertanggung Jawab Atas Perselingkuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
1 Petrus 1:13-16

RHEMA HARI INI
1 Petrus 1:14-15 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu

Bapak Roni sudah menjalani pernikahan selama lebih dari dua puluh tahun. Profesinya sebagai pegawai yang sering bertugas ke luar kota, membuka celah perselingkuhan hadir dalam rumah tangganya. Sebelum pulang bertugas, ia sering melakukan hubungan dengan wanita yang bukan istrinya. Sampai di satu titik Bapak Roni ingin menghentikan kebiasaanya berselingkuh dan memulihkan kembali hubungan yang baik dengan istrinya. Oleh karena itu pada suatu kesempatan, Bapak Roni mengambil tindakan memutuskan hubungannya dengan wanita selingkuhannya. Sesampainya di rumah, Bapak Roni bermaksud jujur menyampaikan perihal perselingkuhannya ini kepada istrinya, ia berharap istrinya mau mengampuni dan memaafkan kesalahannya. Tetapi sebaliknya yang terjadi adalah istrinya marah sambil berteriak-teriak.

Bapak Roni memahami luka hati dan kekecewaan yang dirasakan oleh istrinya, itu sebabnya ia hanya diam saja. Namun hari-hari selanjutnya, Bapak Roni sungguh-sungguh menunjukkan pertobatannya dihadapan istrinya. Bahkan saat istrinya mogok tidak mau melayani semua kebutuhan rumah tangga, Bapak Roni dengan rela membersihkan rumah, memasak, mencuci pakaian dan lain sebagainya. Bapak Roni terus berdoa supaya Tuhan menjamah hati istrinya supaya mau mengampuninya. Hingga pada satu hari istrinya mulai melunakkan hatinya. Ia sudah mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan akhirnya mulai mau membuka pembicaraan dengan suaminya. Akhirnya rumah tangga mereka dipulihkan secara ajaib oleh Tuhan.

Perselingkuhan disebabkan karena kita membuka celah, sehingga imajinasi kita salah, dan tindakan kita salah. Kita harus bertanggungjawab atas perbuatan kita, jangan sampai kita menyalahkan bahwa perselingkuhan terjadi akibat kesalahan pasangan kita. Saat kita sudah jatuh dalam perselingkuhan dan mau bertobat, semua konsekuensi harus kita tanggung dengan lapang hati. Tetaplah percaya bahwa kuasa Tuhan sanggup memulihkan kembali pernikahan dan keluarga kita. Jalan-Nya pasti terbuka bagi kita yang mau sungguh-sungguh bertobat dan berbalik kepada-Nya. (ABU)

RENUNGAN
Perselingkuhan adalah KESALAHAN DIRI SENDIRI yang telah MEMBUKA CELAH untuk iblis, BERTANGGUNGJAWABLAH atas perbuatan kita.

APLIKASI
1. Hal-hal apa yang sering Anda izinkan masuk ke dalam pikiran Anda?
2. Apakah hal-hal yang masuk ke dalam pikiran Anda tersebut menimbulkan imajinasi yang positif atau negatif? Jelaskan!
3. Bagaimana cara Anda menjaga imajinasi Anda agar tidak bertentangan dengan firman Tuhan?

DOA HARI INI
“Tuhan Yesus, ajarkanlah kami menjaga pikiran kami dari hal-hal yang tidak baik yang tidak sesuai dengan firman-Mu. Supaya kami memiliki imajinasi yang positif dalam menjalani kehidupan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.