Bertumbuh Dewasa Dalam Kerohanian

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Ibrani 5:1-14

RHEMA HARI INI
Ibrani 5:12-13 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

“Aku mau! Aku mau kuenya!” jerit Lia kecil. Saat itu kakaknya, Siska, sedang berulang tahun. Ibu mereka pun memberikan potongan pertama kue ulang tahun kepada Siska. Lia yang duduk di sebelah Siska langsung saja ingin merebutnya. Orang-orang dewasa yang melihat adegan tersebut, apalagi melihat ekspresi wajah montok Lia yang sedang cemberut tetapi menggemaskan, menganggapnya lucu. Namun, seiring berjalannya waktu, Lia tidak juga berubah. Saat temannya mendapatkan kado boneka beruang lucu, ia langsung memintanya. Saat kakaknya dibelikan sepeda, ia juga menangis minta dibelikan sepeda. Sifat yang sama terus dibawa-bawa Lia sampai ia sudah bekerja. Tanpa malu, ketika kakaknya membelikan tas tangan untuk sepupu mereka, ia memohon kepada sepupunya agar tas itu diberikan untuknya saja. Melihat itu, Siska berkata, “Kok kamu dari umur tiga tahun sampai sekarang cuma badannya saja yang tambah gede, Lia?!”

Ya, bertambah umur itu pasti, tetapi tidak demikian dengan bertumbuh dewasa. Hal yang sama berlaku untuk manusia rohani kita. Suatu kali, penulis Kitab Ibrani menegur jemaat bahwa meskipun mereka sudah lama menjadi orang percaya dan seharusnya menjadi Kristen dewasa, ternyata mereka masih seperti anak kecil yang belum bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat.

Menjadi dewasa rohani adalah pilihan. Ketahuilah, kuasa tidak akan pernah diberikan untuk anak-anak, tetapi bagi mereka yang sudah matang dan dewasa rohani. Tinggalkanlah sifat kanak-kanak dan belajar bertumbuh dewasa seperti Yesus. Jadilah seperti Yesus yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Bagi Bapa sorgawi, anak yang dewasa adalah anak yang melayani dan menghasilkan buah roh yang mencerminkan karakter ilahi. Saat kita sudah dewasa dalam pandangan Bapa, ketika itulah urapan untuk berkuasa akan dicurahkan bagi kita. Hidup yang berhasil dan diberkati, berlipat ganda dengan dahsyat, dan menjadi berkat besar untuk memperluas Kerajaan Allah bukan lagi hanya impian, tetapi kenyataan. (PF)

RENUNGAN
Bertambah umur itu pasti, tetapi BERTUMBUH DEWASA DALAM KEROHANIAN adalah PILIHAN.

APLIKASI
1. Secara jujur, sampai di tingkat manakah kerohanian Anda?
2. Dalam hal apa Anda merasa masih anak-anak rohani?
3. Bagaimana cara Anda supaya kerohanian Anda terus bertumbuh dewasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di sorga, kami rindu menjadi manusia dewasa rohani yang bisa berguna bagi Engkau. Ajar kami Bapa, beri hati, mata, dan telinga seorang murid. Arahkan kami pada kebenaran dan bukakanlah pengertian pada kami melalui setiap peristiwa dan orang-orang yang kami temui. Kami sangat rindu menjadi anak-anak-Mu yang bisa Kau andalkan dan bisa dipercaya. Terima kasih, Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.