Cara Tuhan Mengubah Aib Menjadi Kemuliaan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yesaya 43:14-21

RHEMA HARI INI
Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Di dunia ini, tidak ada yang suka menyimpan barang yang rusak atau hancur. Kalau ada yang rusak sedikit, sebisa mungkin kita berusaha menyembunyikan kerusakannya dan menjadikannya seperti baru kembali. Namun, seni kintsugi justru menonjolkan bagian-bagian yang retak dengan sangat nyata. Seni yang umumnya memperbaiki tembikar ini mulai berkembang di abad ke-15 di Jepang. Saat itu, seorang shogun mengirimkan cawan teh kesayangannya yang pecah ke Tiongkok untuk diperbaiki. Meski kemudian cawan itu dapat digunakan kembali, ia tidak senang dengan banyaknya staples yang menyatukan bagian-bagian yang retak. Akhirnya, ia meminta bantuan seorang seniman. Seniman itu pun menggunakan campuran resin dan bubuk emas untuk menyatukan semua retakan cawan tersebut. Sehingga di setiap retakan terlihat garis-garis emas. Sungguh seni yang unik dan indah. Yang nilainya justru lebih berharga daripada sebelumnya.

Seperti tembikar yang retak, mungkin kita ingin menyembunyikan keretakan keluarga kita. Mungkin ada aib-aib atau skandal yang terlalu memalukan untuk diungkapkan. Kita pun lebih memilih untuk mengubur atau menutup mata darinya. Tanpa kita sadari, hal itu membuat hubungan antar keluarga semakin rapuh. Lalu di satu titik, semua menjadi tidak terkendali dan malah menghancurkannya.

Kabar baiknya, Tuhan adalah Seniman yang baik dan luar biasa. Tidak ada yang tidak dapat diperbaikinya. Dia ingin memperbarui kehidupan keluarga kita yang penuh dengan luka dan aib. Seperti teknik kesenian kintsugi, Tuhan tidak akan meniadakan apa yang sudah terjadi, justru, Dia akan menerbitkan keindahan dari apa yang yang semula sudah hancur. Bagaikan emas yang mengisi retakan-retakan dalam seni kintsugi, darah-Nya yang kudus akan melumuri luka dan aib dalam keluarga kita. Sehingga mujizat pemulihan keluarga yang dahsyat terjadi dan aib keluarga kita diubahkan menjadi kemuliaan bagi-Nya. Melalui kisah hidup keluarga kita, orang-orang akan melihat pekerjaan-Nya yang indah dah dahsyat. (MV.L)

RENUNGAN
TANGKAP dan PERCAYALAH RHEMA bahwa mujizat yang mengubahkan aib menjadi kemuliaan SEDANG TUHAN KERJAKAN dalam keluarga kita.

APLIKASI
1. Rhema apa yang dapat Anda tangkap mengenai mujizat yang mengubahkan aib menjadi kemuliaan dalam keluarga Anda?
2. Mengapa Tuhan ingin mengubahkan aib keluarg Anda menjadi kemuliaan?
3. Bagaimana Anda dapat mengerjakan rhema yang Tuhan berikan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkaulah Maestro kehidupan kami. Kami percaya, Engkau tidak tinggal diam melihat konflik dalam keluarga kami. Kami percaya, dalam segala sesuatu yang terjadi, Engkau sedang bekerja untuk mengubahkan aib menjadi kemuliaan. Sehingga hidup kami pun menjadi lebih berharga dan bermakna dibandingkan sebelumnya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.