Dari Pengontrak, Menjadi Pemilik Rumah

Shallom, Kami mau menyaksikan kebaikan Tuhan yang terjadi didalam hidup kami. Kami memiliki pergumulan doa yang salah satunya adalah ingin memiliki rumah sendiri karena kami selama ini kontrak rumah. Kami sudah menabung sedikit demi sedikit dari hasil kerja kami untuk uang mukanya, karena kami berencana akan beli rumah dengan KPR.

Pada Tahun 2017 Rumah Kontrakan kami tersebut pada awal nya mau dijual namun harga yang ditawarkan penjual sangat tinggi dan kami sudah menawar namun penjual tidak berkenan. Kami berpikiran apabila kami beli rumah tersebut maka kami tidak perlu packing dan pindah-pindah lagi karena melelahkan. Namun selang beberapa bulan setelah kami menawar, pemilik rumah memutuskan bahwa rumah tersebut tidak jadi dijual, dan artinya kami harus mencari rumah/ kontrakan yang lain.

Sekian lama kami mencari belum menemukan rumah yang cocok buat kami, dalam arti cocok harganya. Banyak rumah yang kami lihat namun harganya tidak cocok karena diluar kemampuan kami, dan kami merasa putus asa ditambah batas waktu kontrakan kami akan habis awal tahun depan dan harga kontrakan rumah dinaikkan harganya.

Di Bulan Februari tahun 2019, yang awalnya semangat kami dalam Tuhan kendor, ketika kami mendengarkan Khotbah mengenai Mujijat Besar, kami tangkap dan imani itu, iman kami dibangkitkan kembali, kami mulai bangun kehidupan doa Pondok Daud di keluarga kami, kami berdoa profetik dan menabur benih profetik, bahkan kami juga ikut gerakan doa puasa selama 40 hari. Kami terus bawa doa pondok daud, dan kami menuliskan di kartu mujijat semua pergumulan doa kami, bahkan kami bawa doa Fotokopi sertifikat rumah yang kami kontrak tersebut ke dalam pondok daud, kami hanya percaya jika memang Tuhan yang membuka pintu maka tidak ada satupun yang dapat menutupnya.

Pada awal Bulan Mei 2019, setelah pulang dari ibadah minggu di GBI KA Semarang, tiba-tiba ada seseorang yang mengunjungi rumah kami, yang merupakan perantara dari Pemilik Rumah, dan orang tersebut menanyakan apakah kami masih berminat membeli rumah tersebut. Kami jawab kami berminat, namun kami mau membeli dengan harga yang kami mampu. Kemudian perantara tersebut menyampaikan ke pemilik. Dan 3 hari setelah itu, pemilik menyatakan mau menjual rumahnya dengan harga yang kami mau. Kami sangat bersyukur sekali pada Tuhan.

Kami pun mengajukan KPR ke Bank, dan Puji Tuhan hanya butuh waktu 5 hari langsung di setujui oleh Bank. Kami juga sempat khawatir untuk biaya yang harus dibayarkan ke notaris, karena sisa tabungan kami tidak akan cukup untuk membayar biaya tersebut dan kami harus berhutang jika biayanya lebih dari yang kami miliki, kami berdoa kepada Tuhan mengenai biaya tersebut, sungguh Tuhan itu sangat baik dan mendengarkan setiap doa, pada saat kami diberitahu notaris biayanya, biayanya tidak lebih dari sisa tabungan kami, bahkan masih ada kelebihan untuk kami simpan.
Suatu hal yang luar biasa yang sama sekali tidak kami pikirkan.

Pada pertengahan bulan Juni 2019 Tuhan mengijinkan rumah tersebut menjadi milik kami, Tuhan melancarkan prosesnya. Dan yang membuat kami kagum akan perbuatan Tuhan adalah dalam waktu yang singkat Tuhan memberkati kami memiliki rumah sendiri sesuai dengan waktu-Nya.

Seringkali orang berpikir adalah suatu hal yang biasa untuk kontrak rumah, namun kami tidak mau berpikir seperti itu. Kami percaya Tuhan mau setiap anak-anak-Nya memiliki rumah, hidup kelimpahan dan kemakmuran, maka itu yang kami doakan dan imani setiap harinya. Kami juga percaya dan akan menantikan mujijat-Nya dalam pergumulan kami yang lain.
Demikian kesaksian kami, Tuhan Memberkati saudara semua.

(Sheandy dan Novy)

Mujizat Datang Melalui Pelayanan

Shalom nama saya David, saya ingin kesaksian tentang mujizat Tuhan yang luar biasa bagi kehidupan saya dan keluarga saya. Sekitar tahun 2016 pertengahan, saya memutuskan untuk pindah Kristen, mendekat kepada tuhan serta melepaskan usaha saya yang melenceng dari ajaran Tuhan, lalu memulai usaha yang baik.

Tetapi, semua usaha mengalami kegagalan, ada yang dibohongi orang sampai mengalami kegagalan. Semua sisa tabungan dan uang kami habis bahkan meninggalkan hutang dan cobaan didalam keluarga terus menerus terjadi. Puji Tuhan saya memiliki istri yang selalu suport saya dan kami semakin dekat dengan Tuhan dan melayani Tuhan diberbagai pelayanan di GBIKA. Pada waktu Pak Obaja memberi tantangan dengan doa berapa jam per hari dan puasa, saya langsung berkomitmen akan doa 4 jam per hari dan puasa 24 jam seminggu 3x.

Mulai bulan april, Tuhan memberikan mujizat terus menerus pada keluarga kami. Pada bulan april 2019 saya diterima kerja di perusahan besar di Solo dan puji Tuhan tanpa pengalaman kerja sama sekali (karena wiraswasta selama ini). Dan usia saya yang sudah 37 tahun, saya diberi posisi yang cukup nyaman buat diri saya. Saya melakukan pekerjaan dengan senang hati dan pada tanggal 11 Juni 2019 saya dipanggil atasan dan dinaikkan jabatan padahal saya baru bekerja 2 bulan.

Tidak berhenti disitu saja, saat saya pelayanan di call center GBIKA, waktu saya jaga malam hari ada yang minta didoakan via telepon dan dia meminta nomer telp pribadi saya. Setelah itu dia wa saya untuk berbicara tentang pekerjaan dan program-program GBIKA. Pada tanggal 21 Juni, beliau datang bersama istri ke Solo dan adik serta adik ipar untuk mengikuti MNS. Kami bertemu dan ngobrol sana sini termasuk tentang pekerjaan masing-masing. Ternyata mereka punya usaha yang mengharuskan mereka tiap bulan ke Malysia dan tiap taun min 5x ke Guangzhou – Cina.

Pada hari Sabtu mereka saya ajak kebaktian di GBIKA dan setelah kebaktian ISS kami pergi makan bersama. Ditengah-tengah perbincangan kami, dia bilang bahwa saya diminta untuk ikut tiap kali dia ke Malaysia atau ke Guangzhou – Cina. Saya diminta untuk memilih barang yang akan dibeli dan bisa dijual lagi dan dia yang akan bayar semua tanpa terkecuali. Itu membuat saya tertegun dan menangis saat itu juga. Pergumulan kami sekeluarga dijawab Tuhan luar biasa.

Terimakasih Tuhan atas mujizat-Mu yang luar biasa kepada keluarga kami.

Matius 25:21 (TB)
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Emanuel David – Pendoa ISS