TATAP TAHUN BARU DENGAN PENUH KEPERCAYAAN

11 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Laura Lazarus baru berusia 19 tahun ketika hidupnya diuji dengan cara yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Pada tahun 2004, ia mengalami dua kali kecelakaan pesawat dalam waktu yang sangat berdekatan. Pada kecelakaan pertama, Laura selamat tanpa cedera berarti. Namun, beberapa bulan kemudian, pesawat yang membawanya mengalami kecelakaan serius. Kali ini tubuhnya terpental menghantam bagian pesawat. Wajahnya rusak parah, pinggangnya patah, dan tulang kakinya remuk. Ia bahkan kehilangan sebagian betisnya. Kecelakaan kedua itu bukan hanya melukai tubuhnya, tetapi juga merenggut mimpinya. Sejak kecil, Laura bermimpi menjadi seorang pramugari. Namun, mimpi itu berakhir hanya dalam waktu dua tahun. Setelah peristiwa tesebut, ia harus menjalani lima kali operasi wajah dan tujuh belas kali operasi kaki. Ia pun melewati bertahun-tahun perawatan, rasa sakit, dan pergumulan batin yang tidak mudah. Perlahan, di tengah keterbatasannya, Laura mengambil sebuah keputusan penting: ia memilih untuk tetap percaya bahwa hidupnya belum selesai. Ia bangkit dan memulai lembaran baru sebagai seorang penulis. Luka-lukanya menjadi cerita. Air matanya menjadi kata-kata yang menguatkan banyak orang. Kini, ia aktif sebagai pembicara dan konsultan penulisan. Menolong orang lain menemukan suara dan harapan mereka. Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa sering kali kita tidak memahami maksud Tuhan di balik setiap peristiwa yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Namun, percayalah, Tuhan mempunyai rencana yang indah dan penuh pengharapan untuk setiap kita. Apa yang kita lihat sebagai kehancuran dan kegagalan di tahun yang lalu, di tahun keajaiban baru ini, Tuhan sanggup merajutnya menjadi satu rangkaian cerita hidup yang indah. (OSA) RENUNGAN: Tataplah TAHUN BARU dengan hati yang PERCAYA, bukan dengan ketakutan. APLIKASI 1. Hal apa yang Anda takutkan di tahun yang baru ini? 2. Mengapa Anda perlu menatap tahun yang baru dengan hati yang penuh kepercayaan? 3. Bagaimana Anda menjaga kepercayaan Anda kepada Tuhan sepanjang tahun ini? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Kami percaya, ketika kami masih diizinkan memasuki tahun 2026 ini, Tuhan punya rancangan yang terbaik untuk kami. Kami mau meletakkan kepercayaan kami sepenuhnya hanya kepada-Mu. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ezra 6-8; Yohanes 21

Baca Artikel  

TUJUAN TUHAN MEMANGGIL KITA KELUAR DARI ZONA NYAMAN

10 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Perahu adalah tempat paling aman bagi Petrus. Di sanalah ia berlindung dari angin, ombak, dan ketidakpastian lautan. Namun, di luar perahu, di atas air yang bergelora, Tuhan ingin menyediakan pengalaman iman yang belum pernah ia alami. Ketika Yesus berkata, “Datanglah!”, panggilan itu bukan sekadar ajakan untuk berjalan, melainkan undangan untuk percaya sepenuhnya. Petrus harus meninggalkan rasa aman yang kelihatan demi melangkah karena firman yang ia dengar. Selanjutnya, kita pun dapat melihat bahwa keajaiban tidak terjadi di dalam perahu yang aman, tetapi di luar zona nyaman. Sering kali Tuhan bekerja dengan cara yang sama dalam hidup kita. Dia mengizinkan kita berada dalam situasi yang menantang, bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperluas iman kita. Sebab zona nyaman yang memberi rasa aman, sering kali menahan pertumbuhan rohani. Selama kita bertahan pada apa yang kita kuasai, kita sulit melihat kuasa Tuhan yang baru. Seperti Petrus, iman kita diuji bukan saat semuanya tenang, tetapi saat kita diminta melangkah di tengah ketidakpastian, dengan hanya berpegang pada satu hal: firman Tuhan. Di tahun keajaiban baru ini, Tuhan juga berkata kepada kita, “Datanglah!” Saat kita mendengarkan undangan-Nya, tinggalkanlah ketakutan, keraguan, dan rasa aman semu yang selama ini mengikat. Jangan menunggu ombak reda, baru melangkah, sebab iman sejati justru bertumbuh di tengah badai. Arahkan pandangan kepada Yesus, bukan pada keadaan. Saat kita berani keluar dari zona nyaman dalam ketaatan, kita akan melihat keajaiban Tuhan yang tak terduga. Keajaiban yang tidak akan pernah kita alami jika kita tetap tinggal di dalam perahu. (LEW) RENUNGAN Kadang Tuhan memanggil kita KELUAR dari ZONA NYAMAN agar kita dapat melihat keajaiban baru yang belum pernah ada. APLIKASI: 1. Perahu apa yang masih Anda pertahankan sebagai zona nyaman? 2. Apakah Anda berani melangkah hanya karena firman Tuhan? 3. Menurut Anda, keajaiban apa yang Tuhan ingin Anda alami di luar kenyamanan Anda? DOA UNTUK HARI INI: “Tuhan Yesus, kami mau taat ketika Engkau memanggil kami keluar dari zona nyaman. Beri kami iman seperti Petrus, setiap harinya, untuk berani melangkah di atas firman-Mu, fokus kepada-Mu, dan tidak takut badai, sampai kami melihat keajaiban-Mu nyata. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ezra 3-5; Yohanes 20

Baca Artikel  

IMAN YANG MEMBUKTIKAN

09 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Pada abad ke-19, penyakit rabies belum memiliki pengobatan yang pasti dan dunia seakan tidak mempunyai harapan. Namun Louis Pasteur bekerja dengan tekun mengembangkan sebuah vaksin yang belum pernah terbukti berhasil pada manusia. Meski belum melihat hasil akhirnya, ia melangkah dengan keyakinan bahwa hikmat yang Tuhan berikan tidak akan sia-sia. Saat seorang anak kecil bernama Joseph Meister hampir pasti meninggal akibat gigitan anjing gila, Pasteur mengambil langkah berani dengan menggunakan vaksin tersebut untuk pertama kalinya. Tanpa bukti, ia melangkah. Dan hasilnya? Joseph Meister sembuh. Bukti pun muncul justru setelah tindakan iman tersebut. Dunia boleh berkata, “Kalau sudah terlihat, baru percaya; kalau sudah ada bukti, baru percaya." Namun firman Tuhan membalikkan urutan ini. Iman dulu baru ada bukti; percaya dulu baru melihat. Seperti yang tertulis pada Ibrani 11:1, bahwa iman bukanlah sikap menunggu sesuatu terjadi, tetapi iman adalah dasar yang membuat sesuatu itu terjadi. Hari ini, banyak dari kita yang sedang menantikan mujizat, pemulihan, pintu terbuka, atau jalan baru dalam hidup. Mungkin sampai sekarang bukti itu belum terlihat. Namun, ketika kita berani percaya dan melangkah dalam iman, Tuhan akan menghadirkan bukti pada waktu-Nya. Percayalah, meski jalannya belum terlihat, Tuhan sudah menyiapkannya. Meski airnya belum mengalir, Tuhan sudah membuka sumber airnya. Teruslah melangkah dalam iman, maka di tahun keajaiban baru ini, Tuhan pun akan bekerja dengan cara yang tak terduga di hidup kita. (KK) RENUNGAN Iman BUKAN MENUNGGU BUKTI TERLIHAT, tetapi DASAR yang membuat BUKTI itu MUNCUL. APLIKASI 1. Bagian mana dari hidup Anda yang butuh langkah iman? 2. Apakah Anda menunggu bukti dulu baru percaya? 3. Langkah apa yang akan Anda lakukan sebagai wujud iman? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan bahwa iman adalah dasar dari apa yang kami harapkan. Ajari kami untuk tidak menunggu bukti terlihat, baru kami percaya. Bentuklah iman kami, menjadi iman yang teguh, yang mengandalkan Engkau lebih dari segala keadaan. Biarlah bukti pemulihan, bukti pertolongan, dan bukti penyertaan-Mu nyata dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ezra 1-2; Yohanes 19: 23-42

Baca Artikel  

YESUS PUNYA BANYAK CARA

08 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. “Banyak jalan menuju Roma.” Pepatah tersebut dikenal luas hingga hari ini. Ungkapan ini berasal dari bahasa Inggris: All roads lead to Rome. Secara historis, istilah tersebut lahir di masa kejayaan Kekaisaran Romawi (sekitar 27 SM–284 M). Saat itu Romawi berhasil menguasai seluruh lembah Mediterania dan sebagian besar benua Eropa. Setiap kali daerah baru berhasil ditaklukkan, segera dibuat jalan baru menuju Roma. Jaringan jalan yang menghubungkan semua kota besar dan benteng-benteng legiun ke pusat pemerintahan ini membentuk ribuan ruas jalan dengan dengan panjang lebih dari 400.000 km. Roma pun menjadi pusat orientasi dunia pada masanya. Seperti ribuan jalan yang bisa mengantarkan kita menuju Roma, Tuhan Yesus pun memiliki ribuan cara dan metode untuk menyembuhkan sakit-penyakit kita. Kadang hanya dengan berkata-kata. Ada kalanya dengan menjamahnya langsung. Bahkan, ada yang melalui tindakan yang tidak lazim, seperti meludah ke tanah dan mengoleskan lumpur tanah itu ke mata orang buta. Semua ini menunjukkan bahwa kuasa Allah tidak dibatasi oleh satu formula tertentu. Yang utama bukan caranya, melainkan otoritas dan kuasa Tuhan itu sendiri. Hari ini, terlebih di tahun keajaiban baru ini, jangan lagi terpaku pada cara dan jalan tertentu ketika berharap Tuhan menolong kita dari masalah kesehatan. Tuhan pasti menyembuhkan kita dengan cara dan jalan-Nya yang ajaib. Dengan cara-cara yang tak terduga dan melampaui pemahaman kita. Seperti iman perwira di Kapernaum pada ayat rhema hari ini, bagian kita adalah percaya tanpa bimbang. Iman yang teguh itulah yang mengundang perkenanan Tuhan dan memungkinkan mujizat kesembuhan terjadi. (CG) RENUNGAN Yesus menyembuhkan dengan BANYAK CARA. APLIKASI 1. Dengan cara apakah Anda pernah atau sedang membatasi cara Tuhan menolong dengan mengharapkan metode tertentu, atau Anda terbuka pada cara-Nya yang beragam? 2. Bagaimana Anda melatih iman agar tetap percaya dan tidak bimbang dalam menghadapi masalah, termasuk sakit-penyakit? 3. Adakah pengalaman ketika Tuhan bekerja dengan cara yang tak terduga dalam hidup Anda, dan apa yang Anda pelajari darinya? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, kami bersyukur untuk rhema hari ini. Kami mau belajar lebih lagi untuk mempercayai kuasa dan otoritas-Mu atas pertolongan, dan kesembuhan yang Engkau sediakan bagi kami. Kami yakin Engkau akan memulihkan kami. Kami percaya sebab Engkau baik bagi kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 34-36; Yohanes 19:1-22

Baca Artikel  

KEAJAIBAN DI TEMPAT TAK TERDUGA

07 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 43:20 Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; Sering kali, hidup membawa kita ke “padang gurun”: keadaan kering, sepi, dan tidak menjanjikan apa-apa. Usaha macet, keluarga terasa dingin, pelayanan melelahkan, dan doa seolah tak berjawab. Di saat-saat seperti ini, kita perlu menilik firman Tuhan. Yesaya 43:20 menyingkapkan kebenaran besar, Tuhan justru memilih padang gurun sebagai tempat bagi-Nya untuk memancarkan air dan sungai. Bahkan binatang hutan memuliakan Tuhan karena melihat keajaiban itu. Artinya, kondisi yang paling tidak mendukung bukan penghalang bagi Tuhan, melainkan sarana bagi-Nya untuk menunjukkan kemuliaan-Nya. Apa yang menurut manusia mustahil, bagi Tuhan adalah kesempatan untuk menyatakan kuasa-Nya. Ya, Tuhan tidak menunggu situasi ideal untuk bekerja. Dia menciptakan sumber kehidupan di tempat yang seharusnya mati. Padang gurun tidak berubah karena potensinya, tetapi karena firman Tuhan. Demikian juga hidup kita. Ketika hati terasa kering, iman melemah, dan harapan hampir padam, Tuhan sanggup membuat “air” mengalir—penghiburan, pemulihan, dan arah baru. Dia melakukannya bukan hanya supaya kita hidup, tetapi supaya nama-Nya dimuliakan melalui kesaksian kita. Sebab hidup yang dipulihkan Tuhan selalu membawa dampak bagi sekitarnya. Karena itu, mari kita datang dengan iman dan ketaatan. Jangan menyerah pada keadaan, tetapi percaya kepada Tuhan yang sanggup mengubah padang gurun menjadi sungai kehidupan. Izinkan hidup kita menjadi saluran berkat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain yang sedang kehausan secara rohani. Mari selamatkan jiwa—mulai dari keluarga, sahabat, dan siapa pun yang belum mengenal kasih Kristus. Saat Tuhan mengalirkan air kehidupan dalam diri kita, jangan menahannya. Bagikan Injil, nyatakan kasih, dan jadilah saksi bahwa Tuhan masih menciptakan keajaiban baru hari ini. (AO) RENUNGAN: Tuhan sanggup MENCIPTAKAN KEAJAIBAN di tempat yang sama sekali tidak mendukung. APLIKASI 1. Apa “padang gurun” dalam hidup Anda saat ini, dan sudahkah Anda percaya Tuhan sanggup bekerja di sana? 2. Sikap atau kebiasaan apa yang perlu Anda ubah agar air kehidupan dari Tuhan bisa mengalir lebih bebas dalam hidup Anda? 3. Siapa satu jiwa di sekitar Anda yang bisa Anda jangkau dan layani dengan kasih Tuhan minggu ini? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan yang Maha Kuasa, kami percaya Engkau sanggup membuat sungai di padang gurun hidup kami. Pulihkan iman kami, kuatkan pengharapan kami, dan jadikan kami saluran kasih-Mu untuk menjangkau serta menyelamatkan jiwa-jiwa. Pimpin langkah kami dengan setia setiap hari. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40

Baca Artikel  

SUNGAI DI PADANG GURUN

06 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 43:19b Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Di hadapan Laut Teberau, bangsa Israel diliputi ketakutan besar. Di belakang mereka musuh mengejar, di depan terbentang laut yang mustahil dilewati. Namun, Tuhan turun tangan dan membelah lautan. Membuka jalan di tempat yang tidak mungkin. Peristiwa itu menjadi tanda bahwa kuasa Tuhan tidak dibatasi oleh situasi. Dia bekerja melampaui logika manusia. Apa yang terlihat buntu, justru menjadi panggung kemuliaan-Nya. Tuhan tidak hanya menyelamatkan, tetapi menunjukkan bahwa Dia berdaulat penuh atas alam dan keadaan. Namun, seajaib apa pun pekerjaan Tuhan, firman Tuhan dalam Yesaya 43:19 mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak berhenti pada karya-Nya di masa lalu. Dia berkata, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru.” Jika dulu Tuhan membelah laut, hari ini Dia sanggup membuat sungai di padang gurun. Padang gurun melambangkan hidup yang kering, penuh kelelahan, kehilangan arah, dan tanpa harapan. Sungai di tengah padang gurun adalah lambang pemulihan, kehidupan baru, dan anugerah yang mengalir tepat di tempat kita paling membutuhkannya. Ya, Tuhan bukan hanya memberi jalan keluar, tetapi juga memberi kehidupan di tengah kesulitan. Karena itu, di tahun keajaiban baru ini, jangan lagi terjebak dengan kenangan mujizat masa lalu sambil meragukan karya Tuhan hari ini. Jika saat ini hidup terasa seperti padang gurun kering, sepi, dan berat, percayalah, Tuhan masih bekerja. Buka hati, angkat iman, dan izinkan Tuhan melakukan hal yang baru. Terus melangkah dalam ketaatan, meski belum melihat hasilnya. Imani bahwa sungai Tuhan sedang mengalir menuju hidup kita. Janganlah menyerah, sebab di tempat yang paling mustahil, Tuhan sedang menyiapkan keajaiban-Nya dengan cara yang tak terduga. (BS) RENUNGAN Dulu Tuhan MEMBELAH LAUT, hari ini Dia sanggup MEMBUAT SUNGAI di PADANG GURUN. APLIKASI 1. Padang gurun apa yang sedang Anda alami saat ini dalam hidup Anda? 2. Apakah Anda masih percaya Tuhan bekerja hari ini, atau hanya mengingat mujizat masa lalu? 3. Langkah iman apa yang Tuhan minta Anda ambil sekarang? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kami percaya Engkau Allah yang berkuasa melakukan hal baru. Di tengah padang gurun hidup kami, alirkan sungai pengharapan, iman, dan ketaatan. Kuatkan hati kami untuk tetap melangkah dan setia menantikan karya-Mu, dengan penuh harap dan syukur. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 30-31; Yohanes 18:1-18

Baca Artikel