BUKAN HANYA BAIK TETAPI MENGIKUT YESUS

04 February 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Tidak sedikit orang Kristen hidup dengan reputasi baik, tetapi arah hidupnya tidak sedang mengikuti Yesus. Sebab kebaikan lebih mudah diterima, dipuji, dan dirayakan karena membuat hati terasa ringan, sementara mengikut Yesus sering kali menuntut penyangkalan diri yang menyusahkan hati. Di sinilah letak perbedaannya. Mengikut Yesus bukan sekadar melakukan hal-hal benar di mata manusia, melainkan memilih untuk tunduk pada kehendak-Nya, bahkan ketika pilihan itu terasa berat dan tidak nyaman. Bagaimanapun, Yesus tidak pernah memanggil kita untuk sekadar menjadi orang baik; Dia memanggil kita untuk memikul salib dan mengikut Dia. Saat membaca Injil Matius 19, kita dapat melihat bahwa kebaikan bisa menjadi penghalang rohani yang halus. Seorang muda yang kaya datang kepada Yesus dengan catatan moral yang rapi dan hidup yang tertib. Ia telah melakukan banyak hal baik sejak muda. Namun ketika Yesus mengundangnya untuk mengikut Dia, kebaikan itu ternyata tidak cukup. Ada satu hal yang belum ia lakukan: menyerahkan kendali hidupnya kepada Tuhan. Kemudian ia pun pergi dengan sedih, bukan karena ia jahat, melainkan karena ia tidak siap meninggalkan zona amannya. Melakukan kebaikan masih berada dalam kendalinya, tetapi mengikut Yesus menuntut penyerahan kehendak dan kepercayaan penuh. Mari kita periksa kembali arah hidup kita. Apakah kita hanya sibuk melakukan hal-hal baik, atau sungguh berjalan di belakang Kristus? Mengikut Yesus berarti membiarkan Dia menentukan arah, kecepatan, dan tujuan hidup kita. Kebaikan tanpa ketaatan dapat membuat hati merasa benar, tetapi hanya ketaatan yang membawa kita semakin dekat dengan Tuhan dan rencana-Nya. Yesus tidak mencari orang yang sekadar aktif, tetapi murid yang mau taat dan setia sampai akhir. Saat kita dapat mengikut-Nya sesuai dengan kehendak-Nya, Dia pun akan membuat jalan-jalan baru di hadapan kita, sehingga keajaiban finansial terjadi di hidup kita. (SZ) RENUNGAN Melakukan hal-hal yang terlihat baik tidak sama dengan MENGIKUT YESUS. APLIKASI 1. Apakah Anda lebih nyaman dikenal sebagai orang baik daripada sebagai murid Kristus? Mengapa demikian? 2. Menurut Anda, mengapa mlakukan hal baik tidak sama dengan mengikut Yesus? 3. Bagaimana Anda dapat mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekadar berbuat baik? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, kami rindu bukan hanya berbuat baik, tetapi sungguh mengikut Engkau. Tuntun Langkah kami dalam ketaatan yang utuh. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ayub 34-35; Kisah para rasul 15:1-21

Baca Artikel  

SATU HATI SATU TUAN

03 February 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Hati manusia sering diibaratkan seperti ruang kemudi sebuah kapal. Dari sanalah arah ditentukan dan tujuan ditetapkan. Masalahnya muncul ketika lebih dari satu kapten ingin memegang kemudi yang sama. Yesus dengan jelas berkata bahwa satu hati tidak dapat dikendalikan oleh dua tuan. Pernyataan ini menyingkap realitas rohani yang sering kita abaikan: hati tidak diciptakan untuk dibagi. Ia hanya sanggup tunduk sepenuhnya kepada satu otoritas. Ketika dua tuan hadir, yang terjadi bukan kerja sama, melainkan tarik-menarik yang melelahkan dan membingungkan. Banyak orang tidak sadar sedang mengabdi kepada dua tuan, karena tuan kedua tidak selalu tampak seperti berhala. Ia sering tampil sebagai kebutuhan, ambisi, kenyamanan, atau rasa aman yang perlahan mengambil tempat utama di hati. Kisah Ananias dan Safira yang bisa kita temukan dalam kitab Kisah Para Rasul 5 mengingatkan kita akan bahaya hati yang terbagi. Mereka mau terlihat rohani di hadapan Tuhan, tetapi juga tetap ingin mempertahankan kendali atas milik mereka. Persoalannya bukan pada jumlah yang diberikan, melainkan pada hati yang tidak sepenuhnya jujur dan utuh. Satu kaki ingin berdiri di hadapan Tuhan, sementara kaki lain masih berpijak pada kepentingan diri. Pada akhirnya, kita pun dapat melihat bagaimana hati yang terbagi selalu menghasilkan kehidupan yang rapuh. Ayat rhema hari ini mengundang kita untuk berhenti berkompromi dan mulai mengambil keputusan yang tegas. Tuhan tidak bersaing untuk mendapatkan sisa perhatian kita. Dia tidak mau menjadi salah satu pilihan, melainkan satu-satunya Tuan. Ketika hati sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan, hidup tidak lagi ditarik ke banyak arah. Ada kejelasan, ada damai sejahtera, dan ada keteguhan, sehingga hati kita siap untuk menerima keajaiban finansial yang hendak Tuhan curahkan atas hidup kita. Kesetiaan kepada satu Tuan memang menuntut keberanian, tetapi hanya di sanalah hati menemukan kebebasan sejati. (SZ) RENUNGAN: Satu hati tidak dapat dikendalikan oleh DUA TUAN. APLIKASI 1. Jika Tuhan memeriksa ruang hati Anda hari ini, akankah Dia menemukan takhta yang utuh atau hati yang terbagi? 2. Dalam keputusan hidup yang Anda ambil akhir-akhir ini, suara siapakah yang paling Anda dengarkan? 3. Apa yang perlu Anda lepaskan agar hati Anda kembali sepenuhnya berada di bawah kendali Tuhan? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, satukan hati kami kepada Engkau. Ambil alih takhta hidup kami, lepaskan segala yang menyaingi Engkau, dan pimpin kami supaya berada hanya di bawah kendali-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ayub 32-33; Kisah para rasul 14

Baca Artikel  

SIAPA YANG BERTAKHTA DI HATI KITA?

02 February 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. “Jika anda ingin tahu apa yang paling penting dalam hidup seseorang, jangan dengarkan ucapannya. Lihat laporan keuangannya.” Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sangat dalam. Cara seseorang memperlakukan uang sering kali lebih jujur daripada kata-katanya. Dari cara bagaimana kita mencari, menggunakan, menyimpan, dan membagikan uang, terlihat dengan jelas apakah Tuhan yang bertakhta atas hidup kita ataukah uang yang diam-diam mengambil alih posisi tersebut. Yesus dengan tegas berkata bahwa di mana harta kita berada, di situ juga hati kita berada. Bahkan Dia menambahkan bahwa tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan (Mat. 6:24). Dengan demikian, uang bukan sekadar alat tukar, tetapi cermin rohani yang menyingkapkan siapa atau apa yang sebenarnya bertakhta di hati kita. Kisah orang muda yang kaya menjadi gambaran yang kuat tentang hal ini. Ia tampak saleh, taat hukum Taurat, dan rindu hidup kekal. Namun ketika Yesus menyentuh soal hartanya, hatinya pun terungkap. Ia pergi dengan sedih karena lebih mengasihi kekayaannya daripada Tuhan (Mat 19:16-24). Sebaliknya, Zakheus menunjukkan respons yang berbeda. Pertemuannya dengan Tuhan langsung mengubah cara ia memperlakukan uang. Takhta hatinya berpindah, dan respons hidupnya pun berubah. Ia sampai rela mengembalikan dan membagikan hartanya (Luk. 19:1-10). Ya, uang itu sendiri tidak jahat, tetapi sikap hati terhadap uanglah yang menentukan arah hidup seseorang. Karena itu, mari kita jujur menilai hati kita sendiri. Cara kita memperlakukan uang—baik saat berkelimpahan maupun berkekurangan—sedang menyatakan siapa yang kita percaya, takuti, dan sembah. Tuhan tidak menuntut kita menjadi miskin, tetapi Dia rindu menjadi Tuhan atas seluruh hidup, termasuk keuangan kita. Ketika Tuhan benar-benar bertakhta di hati, uang kembali ke tempat yang benar: sebagai alat, bukan tuan. Saat kita bisa menempatkan Tuan yang benar di hati kita, keajaiban finansial pun tercurah atas hidup kita. (SZ) RENUNGAN Cara kita MEMPERLAKUKAN UANG menyingkapkan siapa yang bertakhta di hati kita. APLIKASI 1. Apa yang paling memengaruhi keputusan Anda: kehendak Tuhan atau rasa aman dari uang? 2. Apakah uang lebih sering membuat Anda cemas atau membuat Anda bersyukur dan percaya kepada Tuhan? 3. Bagaimana Anda dapat menggunakan uang untuk memuliakan Tuhan? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kami menyerahkan hati dan hidup kami kepada-Mu. Ajari kami memperlakukan uang dengan benar, agar Engkaulah satu-satunya yang bertakhta di hati kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ayub 30-31; Kisah para rasul 13:26-52

Baca Artikel  

KETAATAN MEMBUKA PINTU MUJIZAT

01 February 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 2 Korintus 5:7 sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. Selama puluhan tahun Abraham menantikan janji Tuhan akan keturunan. Ia tetap percaya meski usianya semaki lanjut dan harapan manusiawi semakin menipis. Hingga pada waktu yang ditetapkan Tuhan, Ishak lahir sebagai anak perjanjian. Namun kebahagiaan itu diuji ketika Tuhan memerintahkan Abraham mempersembahkan Ishak. Perintah ini terasa tidak masuk akal dan sangat menyakitkan, tetapi Abraham memilih taat. Dalam perjalanan ke gunung, ketika Ishak bertanya tentang korban bakaran, Abraham menjawab dengan iman, “Allah yang akan menyediakan.” Benar saja, saat Abraham mengikat dan menaruh Ishak di atas mezbah lalu mengangkat pisau, Tuhan menghentikannya, kemudian menyediakan domba sebagai pengganti. Kisah ini mengajarkan bahwa ketaatan sejati sering diuji justru setelah janji Tuhan digenapi. Tuhan tidak bermaksud mencelakakan Abraham, tetapi melihat apakah hatinya sepenuhnya berpaut kepada Allah. Demikian juga dengan kita. Ada kalanya Tuhan meminta kita melepaskan sesuatu yang sangat kita kasihi, melangkah tanpa kepastian, atau tetap setia di tengah keadaan yang sulit dimengerti. Namun satu hal yang pasti: Tuhan tidak pernah merancangkan yang jahat bagi anak-anak-Nya. Ketika Abraham taat, Tuhan meneguhkan kembali janji-Nya dan memberkatinya dengan keturunan yang tak terhitung banyaknya. Di tahun keajaiban baru ini, mari belajar hidup oleh iman dan ketaatan, bukan oleh apa yang kita lihat dan rasakan. Seperti Abraham, kita dipanggil untuk taat meski belum memahami seluruh rencana Tuhan. Saat kita melepaskan dan menyerahkan kendali hidup sepenuhnya kepada Sang Maestro Keajaiban, iman serta ketaatan itu akan membuka pintu-pintu mujizat pada waktu Tuhan yang indah. (OSA) RENUNGAN IMAN dan KETAATAN membuka PINTU bagi mujizat baru yang ajaib. APLIKASI 1. Apa hal yang Tuhan perintahkan pada Anda? 2. Sudahkah Anda mentaati perintah Tuhan tersebut? Mengapa? 3. Apa langkah Anda untuk tetap setia mengikuti setiap instruksi Tuhan? DOA UNTUK HARI INI “Bapa, terima kasih atas setiap penyertaan-Mu atas hidup kami. Kami mau dengar-dengaran akan perintah-Mu. Ajar kami untuk mendengar suara-Mu dan mentaati setiap perintah-Mu. Kami percaya, Engkau selalu merencanakan yang terbaik untuk kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ayub 28-29; Kisah Para Rasul 13:1-25

Baca Artikel  

KETIKA LUKA MENJADI BAHAN KEAJAIBAN TUHAN

31 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Metta memberanikan diri mengajukan lamaran untuk posisi pemimpin tim di tempat kerjanya. Ia pikir selama ini ia cukup disukai di lingkungan kerjanya, tetapi bukan dukungan yang ia terima, melainkan sindiran, cibiran, dan sikap meremehkan dari rekan-rekannya yang lain. Ia dianggap tidak layak, tidak punya koneksi, dan mustahil bisa lolos. Bahkan ia mendapati usaha-usaha untuk menjatuhkan nama baiknya. Namun, Metta memilih diam, berdoa, dan menjalani setiap tahapan tes dengan setia. Dalam semuanya itu, ia tahu ia hanya bisa mengandalkan Tuhan. Hingga akhirnya, tanpa bantuan siapa pun, namanya diumumkan sebagai pemimpin baru. Kisah ini mengingatkan kita pada firman Tuhan dalam Kejadian 50:20. Yusuf pun dikhianati, direndahkan, dijebak, dan disakiti, tetapi Tuhan tidak membiarkan rasa sakit itu sia-sia. Pada akhirnya, Yusuf menyadari bahwa apa yang dimaksudkan manusia untuk menjatuhkan, justru dipakai Tuhan untuk mengangkat dan memelihara banyak orang. Ya, di tangan Tuhan, proses yang pahit menjadi bagian dari rencana besar-Nya. Sang Maestro Keajaiban bekerja dengan cara-Nya yang unik, mengubah rencana jahat menjadi karya indah. Hari ini, Tuhan mengajak kita untuk tidak menyerah saat diremehkan, ditolak, atau dilukai. Bagaikan Maestro di dapur keajaiban, Dia sedang meramu sesuatu yang baru dalam hidup kita. Apa yang terlihat kacau di mata manusia, sedang digodok oleh tangan-Nya. Percayalah, Dia tidak pernah salah mengolah setiap musim hidup kita. Di tahun keajaiban yang baru ini, izinkan Sang Maestro Keajaiban membuktikan bahwa rasa sakit kita bukan akhir cerita, melainkan awal dari mujizat-Nya. (LEW) RENUNGAN Bahkan hal yang MENYAKITKAN sekalipun dapat dipakai-Nya menjadi bahan KEAJAIBAN Tuhan. APLIKASI 1. Hal menyakitkan apa yang sedang Anda alami saat ini? 2. Apa yang Anda lakukan ketika hal yang menyakitkan terjadi dalam hidup Anda? 3. Mengapa bahan keajaiban Tuhan berasal dari hal yang menyakitkan? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan Yesus, terima kasih untuk keadaan menyakitkan yang Kau izinkan kami alami. Kami percaya sepenuhnya, Engkau sanggup mengubahnya menjadi keajaiban yang tak terduga. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ayub 25-27; Kisah Para Rasul 12

Baca Artikel  

MUJIZAT DENGAN CARA TIDAK TERDUGA

30 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu Pada tahun 1928, seorang ilmuwan Inggris bernama Alexander Fleming sedang meneliti bakteri penyebab infeksi. Sepulang dari liburan, ia kembali ke laboratoriumnya dan mendapati beberapa cawan petri yang belum dibersihkan. Salah satunya terkontaminasi jamur. Secara ilmiah, hal itu bisa dianggap sebagai kelalaian, tanda kegagalan penelitian, sampel rusak, dan waktu yang terbuang. Namun Fleming tidak langsung membuangnya. Ia justru mengamati sesuatu yang tidak biasa: bakteri tumbuh di mana-mana, kecuali di sekitar jamur tersebut. Dari pengamatan sederhana itu, Fleming menyadari bahwa jamur tersebut menghasilkan zat yang mampu membunuh bakteri. Zat tersebut kemudian dikenal sebagai Penisilin. Saat diproduksi secara massal, terutama pada masa Perang Dunia II, jutaan nyawa terselamatkan. Infeksi luka yang sebelumnya mematikan dapat disembuhkan. Dunia berubah bukan melalui senjata, melainkan melalui sesuatu yang tampak kecil dan tidak disengaja. Mungkin hari ini hidup kita terasa berantakan, tidak sesuai rencana, bahkan tampak seperti kegagalan. Namun, jangan tergesa menyimpulkan bahwa semuanya sia-sia. Tuhan sanggup memakai hal-hal kecil, tak terduga, bahkan yang kita anggap kesalahan, untuk mengerjakan rencana besar-Nya. Bagaimanapun, jalan dan rancangan Tuhan sering kali berbeda dari apa yang kita bayangkan. Jika Tuhan dapat memakai sebuah jamur kecil untuk menyelamatkan jutaan nyawa, Dia juga sanggup memakai proses hidup kita yang terasa tidak ideal, bahkan kita anggap gagal, untuk menghadirkan keajaiban baru. Keajaiban yang bukan hanya berdampak bagi hidup kita, tetapi juga menyentuh hidup banyak orang. Di tahun keajaiban baru ini, tetaplah peka, setia, dan percaya. Di balik jalan yang tidak kita mengerti, Sang Maestro Keajaiban sedang mengerjakan sesuatu yang jauh lebih tinggi dan indah. (KK) RENUNGAN Tuhan sering MEMAKAI orang atau CARA yang TIDAK TERDUGA untuk mengerjakan mujizat. APLIKASI 1. Bagian hidup Anda yang mana yang saat ini terasa gagal, tetapi mungkin sedang Tuhan pakai? 2. Mengapa Anda perlu tetap peka dan percaya, meski jalan Tuhan tidak sesuai rencana Anda? 3. Langkah ketaatan kecil apa yang Tuhan minta Anda lakukan hari ini? DOA UNTUK HARI INI “Tuhan, kami percaya rancangan-Mu lebih tinggi dari rancangan kami. Saat hidup kami terasa berantakan dan tidak sesuai rencana, ajar kami untuk tidak menyerah. Berikan kami hati yang peka, iman yang tetap percaya, dan ketaatan untuk melangkah, karena kami tahu Engkau sanggup memakai hal yang tidak terduga untuk mengerjakan mujizat dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.” BACAAN ALKITAB SETAHUN Ayub 22-24; Kisah para rasul 11

Baca Artikel