TAHUN PEMULIHANMU SUDAH TIBA

04 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Malam itu, Dina duduk sendirian di kamar kecilnya. Lampu temaram menerangi layar laptop yang terbuka; email lamaran yang tak kunjung berbalas, catatan keuangan yang semakin menipis, dan hati yang terasa seperti padang gurun: kering, sunyi, dan penuh rasa gagal. Ia menatap bayangannya di cermin dan bergumam pelan, “Aku lelah… apakah jalan hidupku sudah buntu?” Di tengah keheningan itu, sebuah kenangan masa kecil tiba-tiba muncul. Ia teringat saat berkunjung ke sebuah gua wisata. Ketika semua lampu dipadamkan, suasana menjadi gelap total. Lalu pemandu menyalakan satu lilin kecil. Ajaib! dalam kegelapan pekat, cahaya kecil itu tampak begitu terang dan menenangkan. Saat itulah Dina tersadar: Tuhan tidak menunggu semua lampu menyala untuk menunjukkan jalan. Tuhan hanya membutuhkan satu cahaya kecil untuk memulai pemulihan. Beberapa hari kemudian, kabar yang tak pernah ia bayangkan datang. Dina diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bahkan tidak pernah ia lamar. Mereka menemukan portofolionya dari sebuah unggahan lama di internet. Di situlah Dina mengerti, jalan itu bukan ia yang membuka, Tuhanlah yang membukanya, tepat ketika hidupnya terasa paling kering. Sering kali hidup kita pun seperti padang gurun; kering, kosong, dan seakan tak memiliki arah. Namun ayat hari ini menegaskan bahwa Tuhan sedang melakukan sesuatu yang baru, bahkan saat mata kita belum melihat apa-apa. Pemulihan tidak selalu dimulai ketika hasilnya nyata. Pemulihan dimulai ketika Tuhan bekerja diam-diam di balik layar kehidupan kita. Karena itu, mari belajar percaya kepada Tuhan dalam setiap musim hidup. Ia sanggup membuat jalan ketika tidak ada jalan. Percayalah, tahun pemulihanmu sudah tiba. (OSA) RENUNGAN: TAHUN PEMULIHAN Anda SUDAH TIBA. APLIKASI 1. Apa hal-hal yang hilang dari hidup Anda sepanjang tahun lalu? 2. Bagaimana respons Anda saat mengalami kehilangan tersebut? 3. Apa langkah iman sederhana yang bisa Anda ambil untuk menegaskan bahwa Anda percaya Tuhan sedang membuka jalan baru bagi Anda? DOA UNTUK HARI INI "Bapa, kami bersyukur atas penyertaan-Mu sepanjang tahun lalu. Banyak hal yang telah terjadi dalam kehidupan kami, namun kami percaya bahwa tahun pemulihan kami sudah tiba. Apa yang hilang dari kami tahun lalu, Tuhan sanggup pulihkan melebihi dari apa yang sanggup kami bayangkan atau pikirkan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin." BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 25-27;Yohanes 16

Baca Artikel  

BENIH DARI PEMULIHAN

03 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI 1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Sepasang suami istri tengah menghadapi kesulitan ekonomi yang berat. Penghasilan suami merosot, kebutuhan terus meningkat, dan keadaan terasa semakin menghimpit. Namun sang istri tidak tinggal diam, ia mencari peluang, mencoba usaha kecil-kecilan, bahkan mengambil pekerjaan tambahan untuk membantu suaminya. Meski lelah dan penuh tekanan, ia memilih untuk tetap bersyukur dan percaya bahwa Tuhan sanggup membuka jalan. Dengan ketekunan dan hati yang penuh syukur, perlahan keadaan mereka berubah, hingga akhirnya mereka berhasil melewati masa sukar itu. Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:18 mengingatkan bahwa kita harus selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Bukan hanya mengucap syukur untuk situasi yang baik, tetapi juga dalam keadaan yang sulit sekalipun. Mengucap syukur adalah sikap iman yang membuka pintu pemulihan ilahi. Ketika kita memilih bersyukur, kita sedang menabur sebuah benih yang kelak Tuhan tumbuhkan menjadi kekuatan, pertolongan, dan pemulihan. Sama seperti pasangan suami istri itu, ucapan syukur menjadi fondasi yang menyiapkan hati mereka menerima pertolongan Tuhan pada waktu-Nya. Hari ini, mari kita memilih untuk hidup dalam ucapan syukur, apa pun yang sedang kita hadapi. Meskipun keadaan kita terasa berat dan jalan keluar belum tampak, tetaplah mengucap syukur. Jangan biarkan tekanan hidup mencuri pujian dari mulut kita. Ucapan syukur bukanlah hasil dari keadaan baik, tetapi pilihan iman di tengah keadaan yang buruk. Ketika kita bersyukur, kita sedang menabur benih pemulihan yang Tuhan pasti tumbuhkan menjadi kemenangan. Mari jadikan ucapan syukur sebagai gaya hidup, sebab ucapan syukur adalah benih pemulihan, dan Tuhan setia menyempurkana apa yang kita tabur bagi-Nya. (LEW) RENUNGAN: UCAPAN SYUKUR adalah BENIH PEMULIHAN. APLIKASI 1. Di area hidup mana Anda paling sulit mengucap syukur saat ini? 2. Hal kecil apa yang bisa Anda syukuri hari ini sebagai langkah iman? 3. Bagaimana ucapan syukur dapat mengubah cara Anda melihat masalah yang sedang Anda hadapi? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan Yesus, kami memilih untuk mengucap syukur dalam segala hal. Ajari kami melihat kebaikan-Mu bahkan di tengah tekanan dan kesulitan. Bentuk hati kami agar tetap percaya bahwa ucapan syukur adalah benih yang Engkau tumbuhkan menjadi pemulihan. Pelihara kami dalam damai sejahtera-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin." BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 23-24; Yohanes 15

Baca Artikel  

TUTUP PINTU BAGI BELALANG

02 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Amsal 28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi. Tahun 2010, Toyota, perusahaan yang selama puluhan tahun dikenal karena kualitasnya, mengalami krisis besar. Mereka menemukan cacat serius pada jutaan kendaraan. Secara manusia, mereka bisa saja menutupinya demi menjaga nama baik dan menghindari kerugian besar. Tetapi Toyota memilih jalan yang lebih berat: mereka jujur, mengumumkan masalah itu secara terbuka, melakukan recall besar-besaran, meminta maaf, dan memperbaiki proses mereka dari dalam. Keputusan itu mahal. Tetapi justru itulah yang membalikkan keadaan. Kepercayaan publik pulih, reputasi mereka bangkit, dan mereka berdiri lebih kuat daripada sebelumnya, semua karena mereka memilih kejujuran dan pembenahan, bukan menyembunyikan. Setiap kita merindukan pemulihan; dalam keluarga, keuangan, hubungan, kesehatan, maupun kehidupan rohani kita. Namun Firman Tuhan menegaskan satu prinsip yang tidak bisa dilewatkan: pemulihan sejati tidak dimulai dari luar, tetapi dari dalam. Amsal 28:13 mengingatkan bahwa saat kesalahan ditutup-tutupi, kerusakan justru bertambah. Apa pun yang kita sembunyikan akan terus menjadi pintu terbuka bagi “belalang,” yaitu hal-hal yang menggerogoti hidup kita. Tetapi ketika kita berani jujur, mengakui, dan meninggalkan dosa kita, maka pintu-pintu itu tertutup, dan Tuhan mulai bekerja memulihkan bagian-bagian hidup kita yang rusak. Mungkin ada area dalam hidup kita yang selama ini kita simpan rapat-rapat. Hal kecil yang kita anggap sepele, tetapi diam-diam menggerogoti sukacita dan damai sejahtera kita. Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk datang dan berkata apa adanya, “Tuhan, aku mau jujur. Aku mau berubah. Tutup pintu-pintu bagi belalang, dan bukakan pintu pemulihan-Mu.” Amin. (KK) RENUNGAN: Pemulihan datang ketika PINTU-PINTU bagi BELALANG DITUTUP. APLIKASI 1. Hal apa yang selama ini mungkin Anda sembunyikan atau abaikan, yang justru menjadi pintu bagi “belalang” merusak hidup Anda? 2. Langkah kejujuran apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk memulai pemulihan? 3. Pemulihan apa yang mulai Anda rasakan ketika Anda menutup pintu belakang bagi belalang? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan, tunjukkanlah kepada kami setiap bagian hidup kami yang perlu dibereskan. Beri kami keberanian untuk mengaku, kerendahan hati untuk berubah, dan kekuatan untuk meninggalkan apa pun yang tidak berkenan kepada-Mu. Tutup pintu-pintu bagi belalang dan bukakan pintu pemulihan-Mu atas hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 21-22; Yohanes 14

Baca Artikel  

MOMEN ILAHI YANG MENGUBAHKAN

01 January 2026 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Kejadian 41:14 Kemudian Firaun menyuruh memanggil Yusuf. Segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun. Abraham Lincoln lahir dari keluarga sangat miskin. Pendidikan formalnya hanya sekitar satu tahun, selebihnya ia tumbuh dengan bekerja keras, membelah kayu, menjaga ternak, dan membantu di ladang. Lincoln muda juga bergumul dengan depresi mendalam; teman-temannya bahkan harus menyembunyikan pisau cukurnya karena takut ia melukai diri sendiri. Saat masuk ke dunia politik, kegelapan hidupnya seolah masih berlanjut. Ia gagal menjadi anggota legislatif, membuka usaha tapi bangkrut dan terlilit hutang, kalah dalam pemilihan kongres, gagal menjadi senator, dan kembali kalah dalam pencalonan berikutnya. Tetapi dalam satu momen, ketika banyak orang meremehkannya sebagai “orang kampung” tanpa pendidikan, Lincoln justru memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 1860. Tahun-tahun kegelapan berubah menjadi tahun-tahun kemenangan, dan sejarah mencatatnya sebagai salah satu presiden terbaik Amerika Serikat. Yusuf pun mengalami jalan panjang kegelapan. Walaupun masa mudanya penuh kenyamanan, hidupnya berubah drastis: dijual saudara-saudaranya, difitnah, dipenjara, dan dikhianati juru minum. Tiga belas tahun penuh kesesakan dan penantian. Namun ketika waktu Tuhan tiba, semuanya berubah dalam satu momen. Dari seorang tahanan yang dilupakan, Yusuf dipanggil Firaun, dibersihkan, dipakaikan pakaian baru, dan diangkat menjadi penguasa kedua setelah Firaun. Pemulihan Tuhan bukan pemulihan biasa tetapi dahsyat, berbalik total, dan di atas segala perkiraan manusia. Hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan sanggup melakukan hal yang sama dalam hidup kita. Jika kita melewati tahun-tahun kegelapan, tahun-tahun penuh kesesakan, Tuhan tidak pernah berhenti memperhatikan. Ketaatan kita, kesetiaan kita, air mata, doa, dan jeritan hati kita tidak pernah luput dari pandangan-Nya. Ketika momen ilahi itu tiba, Tuhan mampu membalikkan keadaan dalam sekejap. Berharaplah, sebab apa yang sedang Tuhan kerjakan jauh lebih besar dari yang bisa kita pikirkan atau doakan. (CG) RENUNGAN: Tuhan MAMPU MENGUBAH tahun-tahun kegelapan dalam satu momen ilahi. APLIKASI 1. Di tengah situasi sulit yang sedang Anda alami saat ini, bagaimana Anda bisa menjaga hati untuk tetap setia dan taat kepada Tuhan? 2. Langkah kecil apa yang bisa Anda ambil hari ini untuk membuka hati kepada karya Tuhan, meskipun perubahan belum terjadi? 3. Area hidup apa yang paling perlu Anda serahkan sepenuhnya kepada kehendak dan waktu-Nya? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan hati yang percaya bahwa Engkau bekerja meski kami belum melihatnya. Tolong kami berjalan dengan iman, melangkah dengan setia, dan tetap berharap kepada-Mu. Pulihkan kekuatan kami, lembutkan hati kami, dan tuntun kami melihat kemuliaan-Mu dinyatakan atas hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin." BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 19-20; Yohanes 13:21-38

Baca Artikel  

TAHUN YANG DIMAHKOTAI TUHAN

31 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Mazmur 65:12 Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; George Müller, seorang penginjil dan pendiri panti asuhan Ashley Down di Bristol, Inggris, dikenal sebagai tokoh iman yang seluruh pelayanannya berdiri di atas dasar doa. Kesaksian tentang Tuhan yang menolongnya, termasuk kisah terkenal ketika persediaan makanan panti asuhan habis tetapi Tuhan menyediakan roti dan susu tepat saat sarapan, dicatat langsung oleh Müller dalam seri bukunya Narratives of the Lord’s Dealings with George Müller. Dalam catatan-catatan tersebut, ia menuliskan ratusan mujizat pemeliharaan Tuhan, yang menunjukkan bahwa Allah bukan hanya menghapus “belalang masalah”, tetapi juga memenuhi dengan kebaikan yang melimpah, bahkan pada saat-saat paling kritis. Itulah isi Mazmur 65:12. Pemazmur melihat bahwa Tuhan bukan hanya menghentikan kesulitan, tetapi Ia memahkotai tahun, mengisinya dengan kebaikan, kelimpahan, dan jejak-jejak berkat yang berlimpah. Sama seperti Müller yang bukan hanya dilepaskan dari kekurangan, tetapi menerima pemeliharaan yang berlimpah, demikian juga Tuhan ingin memahkotai tahun-tahun kita. Di hari-hari terakhir tahun 2025 ini, mungkin kita juga merasakan “belalang” yang menggerogoti sukacita, kekuatan, dan damai sejahtera. Namun Allah yang memelihara Müller adalah Allah yang sama yang berjalan bersama kita hingga hari ini. Ia sanggup menghentikan serangan masalah, memulihkan apa yang hilang, dan mengaruniakan tahun yang dipenuhi kebaikan dari tangan-Nya sendiri. Sambut tahun 2026 dengan hati yang percaya, sebab setiap langkah bersama Tuhan akan selalu meninggalkan jejak berkat yang tidak pernah habis. (AO) RENUNGAN: Tuhan tidak hanya MENGHAPUS BELALANG MASALAH, tetapi Dia juga akan MEMAHKOTAI tahunmu. APLIKASI 1. Belalang apa yang terasa paling menggerogoti hidup Anda di tahun ini: kekuatan, sukacita, keuangan, atau hubungan? 2. Di bagian mana Anda melihat campur tangan Tuhan, meski kecil, seperti pemeliharaan tepat waktu yang dialami Müller? 3. Langkah nyata apa yang akan Anda lakukan hari ini untuk menyatakan iman akan pemeliharaan Tuhan yang ajaib? DOA UNTUK HARI INI "Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau Tuhan yang memulihkan dan memahkotai hidup kami dengan kebaikan-Mu. Kami percaya hanya Engkau yang sanggup menghapus setiap “belalang masalah” dalam hidup kami di tahun 2025 dan menggantikannya dengan berkat serta kekuatan baru untuk melangkah di tahun 2026. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin." BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 17-18; Yohanes 13:1-20

Baca Artikel  

KUASA TUHAN MENGUBAH KEMUSTAHILAN

30 December 2025 Tim Penulis Renungan
RHEMA HARI INI Lukas 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. “Yang membelah laut, yang teduhkan badai, yang mustahil pun terjadi karena kuasa-Mu…” Sepenggal lirik pujian ini mengingatkan kita bahwa kuasa Allah melampaui hukum alam dan batas manusia. Kita sering berhadapan dengan keterbatasan, tetapi Tuhan tidak. Ayat rhema hari ini menegaskan dengan sangat jelas: tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hal ini nyata saat bangsa Israel keluar dari Mesir. Setelah menyaksikan sepuluh tulah yang luar biasa, mereka kembali menghadapi situasi yang tampaknya mustahil. Firaun mengejar mereka dengan 600 kereta perang elite, sementara mereka hanya berjalan kaki. Di depan terbentang Laut Teberau, di belakang musuh semakin mendekat. Secara manusia, itu jalan buntu total. Namun Musa berkata, “Jangan takut… lihat keselamatan dari Tuhan.” Dan benar, hanya dengan satu angkat tongkat, Allah mengirim angin timur yang kuat sehingga laut terbelah. Israel berjalan di tanah kering, sementara kuasa Allah menahan gelombang di kiri dan kanan mereka. Situasi mustahil berubah menjadi jalan keluar hanya karena campur tangan Tuhan. Peristiwa laut terbelah bukan sekadar cerita spektakuler; itu adalah bukti bahwa apa pun yang tampak mustahil di mata manusia tetap mungkin bagi Allah. Satu tiupan angin dari-Nya saja cukup membuka jalan yang tidak pernah kita bayangkan. Demikian juga dalam hidup kita. Sekalipun ada masalah besar, jalan buntu, atau keadaan yang secara logika tidak mungkin berubah, tetapi Tuhan tidak pernah dibatasi oleh apa pun. Yang mustahil bagi manusia, tetap mudah bagi-Nya. (BS) RENUNGAN: Apa yang mustahil bagi manusia, mampu DISAPU BERSIH oleh SATU TIUPAN ANGIN Tuhan. APLIKASI 1. Area mana dalam hidup Anda yang saat ini terasa mustahil atau buntu? 2. Sudahkan Anda menyerahkan masalah itu sepenuhnya kepada Tuhan? Jika belum, apa alasannya? 3. Langkah apa yang dapat Anda ambil sekarang untuk membuka ruang bagi Allah bekerja? DOA UNTUK HARI INI "Bapa, kami percaya, Engkau sanggup melakukan perkara-perkara yang mustahil dalam hidup kami, sebab Engkaulah Allah yang hidup, berkuasa atas langit dan bumi. Ajari kami berserah penuh kepada rencana dan kehendak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin. " BACAAN ALKITAB SETAHUN 2 Tawarikh 15-16; Yohanes 12:27-50

Baca Artikel