DOA MEMBUKA ARAH BARU
RHEMA HARI INI
2 Raja-Raja 3:11 “Tetapi bertanyalah Yosafat: tidak adakah disini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN? Lalu salah seorang pegawai raja israel menjawab, katanya: Disini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia.
Pada tahun 1940, lebih dari 330.000 tentara sekutu terjebak di pantai Dunkirk, Prancis. Mereka dikepung pasukan Nazi Jerman dari darat, laut, dan udara. Secara militer, keadaan itu hampir mustahil diselamatkan. Banyak strategi telah ditempuh, tetapi situasi tampak buntu. Di ujung keputusasaan bangsa Inggris, Raja George VI menyerukan hari doa nasional. Gereja-gereja dipenuhi orang-orang yang berdoa, menangis, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Setelah seruan doa itu, peristiwa-peristiwa yang tidak biasa mulai terjadi: laut yang biasanya ganas menjadi tenang, kabut menutupi pergerakan musuh, dan ratusan kapal kecil milik warga sipil datang mengevakuasi para tentara. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai “the miracle of Dunkirk,” atau seperti yang disebut Winston Churchill, “a miracle of deliverance.”
Sikap yang sama kita lihat pada Raja Yosafat. Ketika pasukan Israel dan sekutunya kehabisan air di padang gurun Edom, Yosafat tidak hanya mengandalkan strategi militer. Ia bertanya, “Tidak adakah di sini seorang nabi Tuhan?” Yosafat memahami bahwa saat akal dan perhitungan manusia tidak lagi memadai, yang paling dibutuhkan adalah petunjuk dari Tuhan. Melalui nabi Elisa, Tuhan memberikan arahan yang tidak lazim: menggali sejumlah parit. Parit-parit itu tidak menciptakan air, tetapi menjadi wadah bagi air mujizat yang Tuhan sediakan.
Mungkin hari-hari ini ada di antara kita yang merasa hidup seperti berada di padang gurun Edom atau di pantai Dunkirk—terjepit, kehausan, dan seolah tanpa jalan keluar. Firman Tuhan mengajak kita untuk mencari Tuhan terlebih dahulu. Datanglah ke hadirat-Nya. Galilah “parit-parit” ketaatan melalui doa, puasa, dan kerendahan hati. Sebab ketika perhitungan manusia gagal, satu petunjuk dari Tuhan cukup untuk mengubah segalanya dan membuka arah yang baru, sehingga keajaiban baru pun terjadi. (KK)
RENUNGAN
Saat perhitungan manusia GAGAL, doa membuka jalan menuju ARAH BARU.
APLIKASI
1.Apakah hidup Anda saat ini mengalami kegagalan atau jalan buntu? Mengapa demikian?
2. Arah baru apa yang Anda rindukan dinyatakan Tuhan dalam hidup Anda pada tahun ini?
3. Langkah ketaatan apa yang Tuhan dorong untuk Anda lakukan?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan hati yang haus akan arah-Mu.
Kami membuka hati untuk petunjuk-Mu. Kami percaya,
saat perhitungan manusia gagal, doa membuka jalan menuju kehendak-Mu yang sempurna. Bersama-Mu, kami akan menerima arah baru, kekuatan baru, dan mujizat baru. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Nehemia 10-11; Kisah Para Rasul 4:1-21
TUHAN PUNYA CARA-NYA SENDIRI
RHEMA HARI INI
Bilangan 20:8 “Ambilah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah didepan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya.”
Pernahkah kita memperhatikan bahwa dalam dunia bisnis, keberhasilan tidak selalu dicapai dengan mengulang cara yang sama? Salah satu contohnya dapat dilihat dari kisah eBay. Platform jual beli daring yang didirikan pada tahun 1995 oleh Pierre Omidyar ini mempertemukan penjual serta pembeli melalui internet. Sejak awal, eBay dibangun dengan penuh perjuangan hingga berkembang pesat di Amerika Serikat. Ketika melihat peluang besar di Eropa, khususnya Jerman, Pierre tidak memilih untuk memulai dari nol. Ia justru mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi Alando, sebuah platform lokal yang sudah berkembang di sana. Melalui cara yang baru ini, eBay mempercepat pertumbuhannya dan memperkuat posisinya di pasar internasional.
Dalam Alkitab, kita juga melihat bahwa Tuhan tidak selalu bekerja dengan cara yang sama. Ketika bangsa Israel berada di Rafidim, Tuhan memerintahkan Musa untuk memukul gunung batu dengan tongkatnya, dan air pun keluar sehingga bangsa Israel dapat minum. Namun ketika mereka tiba di Kadesh, Tuhan memberikan perintah yang berbeda. Musa tidak diminta memukul batu untuk mengeluarkan air, melainkan berbicara kepada batu tersebut. Bukan dengan cara yang lama, tetapi dengan cara yang baru.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa yang terutama bagi Tuhan bukanlah metode, melainkan ketaatan. Berkat Tuhan tidak bergantung pada cara lama atau cara yang menurut kita paling masuk akal, tetapi pada kesediaan kita untuk taat melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Bagian kita adalah percaya dan melangkah dalam ketaatan, meskipun cara Tuhan terlihat berbeda dari sebelumnya. Ya, jika kita merindukan keajaiban baru dinyatakan di tahun ini, ketaatan kita adalah kunci agar berkat-berkat-Nya terjadi dalam hidup kita. (CG)
RENUNGAN:
Tuhan tidak selalu bekerja dengan CARA LAMA; kadang Dia hanya meminta kita BERKATA, bukan MEMUKUL.
APLIKASI
1. Dalam kehidupanmu saat ini, adakah saat Anda merasa Tuhan meminta Anda untuk taat dengan cara yang baru, bukan dengan cara yang lama? Cara apakah itu?
2. Bagaimana sikap Anda ketika Tuhan memberkati atau bekerja melalui metode yang tidak Anda harapkan atau tidak biasa?
3. Langkah praktis apa yang akan Anda ambil untuk lebih mengutamakan ketaatan pada firman Tuhan daripada terpaku pada metode atau pengalaman masa lalu?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih untuk firman-Mu yang mengingatkan kami bahwa ketaatan adalah kunci berkat-Mu. Ajarlah kami untuk tidak terpaku pada cara-cara lama atau pengalaman masa lalu, tetapi selalu peka mendengar dan taat melakukan apa yang Engkau perintahkan saat ini, meski metode-Mu mungkin baru dan berbeda. Berikan kami hati yang percaya dan siap melangkah dalam ketaatan, agar hidup kami menjadi ruang bagi karya dan berkat-Mu yang ajaib. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3
PEMBUKA JALAN BAGI ALIRAN BERKAT
RHEMA HARI INI
Keluaran 17:6b “Haruslah kau pukul gunung batu itu, dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
Sering kali, instruksi Tuhan tidak selaras dengan logika manusia. Dalam Keluaran 17, bangsa Israel berada di Rafidim dan mengalami kehausan hebat. Di hadapan Musa yang ada hanyalah padang gurun yang kering dan sebuah gunung batu yang mustahil mengeluarkan air. Namun, Tuhan memberi perintah yang sederhana sekaligus tidak masuk akal: memukul gunung batu dengan tongkat. Secara manusia, batu adalah sumber kekeringan, bukan sumber kehidupan. Akan tetapi, Musa taat. Dari batu itu mengalir air yang menyelamatkan seluruh bangsa Israel. Kita pun melihat bagaimana ketaatan membuka jalan bagi aliran berkat dan mujizat Tuhan.
Hal yang sama sering terjadi dalam hidup kita. Tuhan meminta kita melangkah ketika situasi tampak buntu, mengampuni saat hati masih terluka, atau memberi sewaktu kita merasa kekurangan. Instruksi Tuhan sering kali tidak sesuai dengan perhitungan manusia. Namun, iman sejati tidak dibangun di atas logika semata, melainkan pada kepercayaan penuh kepada Pribadi yang memberi perintah. Seperti Musa, kita mungkin tidak memahami bagaimana Tuhan bekerja, tetapi ketaatan kita memberi ruang bagi kuasa-Nya dinyatakan.
Ya, sering kali berkat tertahan bukan karena Tuhan tidak mampu, melainkan karena kita menunggu instruksi-Nya terasa masuk akal terlebih dahulu, sehingga tanpa disadari kita pun menunda ketaatan kita. Padahal, Tuhan rindu kita taat sepenuhnya, bukan setengah-setengah. Ketika kita taat, mungkin kita tidak selalu langsung mengerti, tetapi ketaatan selalu membawa kita semakin dekat kepada kehendak Tuhan. Saat kita memilih taat, Tuhan bekerja dengan cara-Nya sendiri dan pada waktu-Nya yang tepat. Jalan yang tertutup dapat terbuka, hati yang keras bisa dipulihkan, dan berkat mengalir melampaui apa yang kita pikirkan. Ya, ketaatan kepada instruksi Tuhan bukanlah kerugian, melainkan pintu menuju keajaiban baru-Nya untuk dinyatakan dalam hidup kita. (SZ)
RENUNGAN
Meskipun sering tak masuk akal, KETAATAN pada INSTRUKSI TUHAN membuka jalan bagi aliran berkat.
APLIKASI
1. Instruksi Tuhan apa yang saat ini sulit Anda taati karena terasa tidak masuk akal?
2. Mengapa Anda lebih mengandalkan logika Anda sendiri daripada mempercayai firman Tuhan?
3. Langkah ketaatan apa yang sedang Tuhan tunggu dari Anda hari ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajar kami untuk taat meski kami belum mengerti. Lembutkan hati kami agar percaya penuh pada setiap instruksi-Mu. Kami mau melangkah dalam iman dan menyerahkan hasilnya ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Nehemia 4-6; Kisah Para Rasul 2:22-47
CARA YANG BERBEDA, KUASA YANG SAMA
RHEMA HARI INI
Yesaya 43:19b “Ya, aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”
Di masa serba digital ini, siapa yang tidak pernah mendengar nama Jack Ma? Keberhasilan Jack Ma membangun Alibaba tidak diraihnya secara instan. Di balik kesuksesannya, ia berulang kali menghadapi keterbatasan: gagal masuk universitas, ditolak kerja puluhan kali, bahkan ia tidak memiliki latar belakang teknologi. Meski demikian, ia tidak berhenti melangkah. Berawal dari latar belakangnya sebagai guru bahasa Inggris yang sering berinteraksi dengan wisatawan asing, ia terinspirasi untuk membuat layanan terjemahan Inggris–Cina secara daring. Dari langkah kecil inilah, Alibaba kemudian lahir dan bertumbuh menjadi salah satu perusahaan digital terbesar di dunia.
Secara manusia, hidup Jack Ma awalnya tampak seperti padang gurun: kering peluang, buntu akses, dan penuh kegagalan. Ada kalanya, kita juga menghadapi padang gurun yang panjang, kering, dan melelahkan. Kemudian, kita mengingat bagaimana Tuhan membelah Laut Teberau demi menolong bangsa Israel. Kita pun berdoa, “Tuhan, lakukan seperti dulu.” Bisa saja Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya seperti yang sudah-sudah, tetapi sangat mungkin Dia berkata, “Aku sedang melakukan perkara yang baru.” Ya, mungkin Tuhan tidak berencana membelah lautan bagi kita, tetapi Dia hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai di tanah yang kering.
Benar, ketika hidup terasa kering, Tuhan tetap bekerja. Ketika pertolongan-Nya tidak tampak spektakuler dan datang dengan seketika, bukan berarti kuasa-Nya berkurang. Saat jalan terasa lambat, Tuhan sedang membentuk iman kita. Iman sejati bukanlah percaya pada cara Tuhan bekerja, melainkan percaya kepada Tuhan yang Mahakuasa. Jika hari ini tidak ada laut yang terbelah, Tuhan tetap setia membuat jalan. Jika tanah terasa kering, Dia sanggup mengalirkan sungai. Mari kita tetap percaya, Tuhan yang sama yang membelah laut sanggup melakukan perkara ajaib, meski dengan cara yang berbeda. Terlebih di tahun keajaiban baru ini, Dia akan membawa kita ke dalam perjalanan baru dengan keajaiban-keajaiban baru-Nya. (BS)
RENUNGAN
Tuhan tidak hanya membelah laut, Dia juga membanjiri padang gurun. Cara-Nya bisa BERBEDA, tetapi kuasa-Nya TETAP SAMA.
APLIKASI
1. Bagian hidup Anda yang manakah yang terasa seperti pintu yang belum terbuka?
2. Bagaimana sikap Anda ketika berada di "padang gurun" kehidupan tersebut?
3. Langkah apa yang dapat Anda ambil hari ini untuk tetap percaya kepada Tuhan?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, kami bersyukur atas firman-Mu hari ini. Ajarlah kami tetap percaya bahwa kuasa-Mu tidak pernah berubah meskipun cara-Mu selalu berbeda dari yang kami harapkan. Saat kami berada di padang gurun kehidupan, kuatkan kami dan tuntun langkah kami. Kami percaya Engkau selalu membuka jalan pada waktu-Mu yang terbaik. Terima kasih Tuhan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-2
JALAN DI LAUT YANG DALAM
RHEMA HARI INI
Yesaya 51:10 “Bukankah Engkau yang mengeringkan laut, air samudera raya yang hebat? Yang membuat laut yang dalam menjadi jalan, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang?
Usaha terhenti total, tabungan semakin menipis, dan pintu-pintu pertolongan seolah tertutup rapat. Hidup terasa begitu gelap bagi Ibu Aryanti. Bagaikan berdiri di tepi laut yang dalam—tidak tahu harus melangkah ke mana, sementara ombak ketakutan dan kekhawatiran terus menghantam hatinya. Namun, di tengah kekalutan itu, ia memilih untuk tetap berdoa dan berserah. Bukan karena ia merasa kuat, justru karena ia tahu ia tidak memiliki pilihan lain selain percaya kepada Tuhan. Perlahan, pertolongan demi pertolongan datang dengan cara yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Jalan yang semula tampak mustahil akhirnya terbuka, dan ia pun kembali menyaksikan kesetiaan Tuhan yang nyata dalam hidupnya.
Kesaksian ini mengingatkan kita pada firman Tuhan dalam Yesaya 51:10, yang menyatakan bahwa Tuhanlah yang mengeringkan laut dan menjadikan laut yang dalam sebagai jalan, supaya umat-Nya dapat menyeberang. Laut yang dalam melambangkan situasi yang menakutkan, buntu, dan mustahil menurut logika manusia. Namun, justru di sanalah Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya. Ya, ayat ini menegaskan bahwa kuasa Tuhan tidak pernah dibatasi oleh kedalaman masalah manusia. Tuhan yang membuka jalan bagi umat-Nya di masa lalu adalah Tuhan yang sama hari ini. Dia yang membuka jalan di laut yang dalam juga sanggup membuka jalan bagi kita.
Karena itu, marilah kita menanggapi firman Tuhan dengan iman dan ketaatan. Jangan berhenti percaya meskipun keadaan tampak gelap dan jalan terasa tertutup. Teruslah melangkah dalam doa, firman, dan pengharapan kepada Tuhan. Izinkan Tuhan memimpin setiap langkah hidup kita, sebab di tangan-Nya, laut yang dalam pun dapat berubah menjadi jalan keselamatan. Saat kita menapaki perjalanan baru di tahun keajaiban baru ini, kita pun akan mengalami kejaiban-keajaiban baru bersama-Nya. (AM)
RENUNGAN
Tuhan yang MEMBUKA JALAN di laut yang dalam, juga sanggup MEMBUKA JALAN bagimu di tahun ini.
APLIKASI
1. “Laut dalam” apa yang saat ini sedang Anda hadapi, dan bagaimana sikap hati Anda selama menjalani situasi tersebut?
2. Dalam keadaan sulit, apakah Anda masih memilih untuk berdoa dan berserah kepada Tuhan, atau justru mengandalkan kekuatan dan pengertian sendiri? Apa yang membuat Anda mengambil pilihan tersebut?
3. Langkah iman apa yang Tuhan minta Anda lakukan hari ini sebagai bentuk ketaatan, meskipun jalan ke depan belum sepenuhnya terlihat?
DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan yang Mahakuasa, kami datang kepada-Mu dengan segala keterbatasan kami. Engkau mengetahui setiap “laut dalam” yang sedang kami hadapi. Tolong kami untuk tetap percaya, berserah, dan taat kepada-Mu, meskipun jalan belum terbuka di depan mata kami. Pimpin setiap langkah hidup kami, dan nyatakan kuasa-Mu dalam setiap keadaan. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ezra 9-10; Kisah Para Rasul 1
TATAP TAHUN BARU DENGAN PENUH KEPERCAYAAN
RHEMA HARI INI
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Laura Lazarus baru berusia 19 tahun ketika hidupnya diuji dengan cara yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Pada tahun 2004, ia mengalami dua kali kecelakaan pesawat dalam waktu yang sangat berdekatan. Pada kecelakaan pertama, Laura selamat tanpa cedera berarti. Namun, beberapa bulan kemudian, pesawat yang membawanya mengalami kecelakaan serius. Kali ini tubuhnya terpental menghantam bagian pesawat. Wajahnya rusak parah, pinggangnya patah, dan tulang kakinya remuk. Ia bahkan kehilangan sebagian betisnya. Kecelakaan kedua itu bukan hanya melukai tubuhnya, tetapi juga merenggut mimpinya. Sejak kecil, Laura bermimpi menjadi seorang pramugari. Namun, mimpi itu berakhir hanya dalam waktu dua tahun. Setelah peristiwa tesebut, ia harus menjalani lima kali operasi wajah dan tujuh belas kali operasi kaki. Ia pun melewati bertahun-tahun perawatan, rasa sakit, dan pergumulan batin yang tidak mudah.
Perlahan, di tengah keterbatasannya, Laura mengambil sebuah keputusan penting: ia memilih untuk tetap percaya bahwa hidupnya belum selesai. Ia bangkit dan memulai lembaran baru sebagai seorang penulis. Luka-lukanya menjadi cerita. Air matanya menjadi kata-kata yang menguatkan banyak orang. Kini, ia aktif sebagai pembicara dan konsultan penulisan. Menolong orang lain menemukan suara dan harapan mereka.
Melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa sering kali kita tidak memahami maksud Tuhan di balik setiap peristiwa yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita. Namun, percayalah, Tuhan mempunyai rencana yang indah dan penuh pengharapan untuk setiap kita. Apa yang kita lihat sebagai kehancuran dan kegagalan di tahun yang lalu, di tahun keajaiban baru ini, Tuhan sanggup merajutnya menjadi satu rangkaian cerita hidup yang indah. (OSA)
RENUNGAN:
Tataplah TAHUN BARU dengan hati yang PERCAYA, bukan dengan ketakutan.
APLIKASI
1. Hal apa yang Anda takutkan di tahun yang baru ini?
2. Mengapa Anda perlu menatap tahun yang baru dengan hati yang penuh kepercayaan?
3. Bagaimana Anda menjaga kepercayaan Anda kepada Tuhan sepanjang tahun ini?
DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam hidup kami. Kami percaya, ketika kami masih diizinkan memasuki tahun 2026 ini, Tuhan punya rancangan yang terbaik untuk kami. Kami mau meletakkan kepercayaan kami sepenuhnya hanya kepada-Mu. Terima kasih Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ezra 6-8; Yohanes 21
Categories
Latest Posts