RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

07 February 2026 Tim Penulis Renungan
PENYERAHAN MENUJU LEVEL IMAN YANG BARU PENYERAHAN bukan kehilangan, tetapi pintu menuju level IMAN yang BARU. Ibrani 11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali. Seorang ayah membawa anaknya ke ruang operasi dengan diagnosis berat. Dokter berkata kemungkinan selamat sangat kecil. Dengan hati hancur, sang ayah menandatangani surat persetujuan, bukan karena pasrah tanpa harapan, tetapi karena percaya dokter akan melakukan yang terbaik. Ia menunggu dengan doa, menyerahkan yang paling berharga. Saat operasi selesai dan anak itu keluar dengan selamat, rasanya seperti menerima kembali anaknya dari kematian. Ibrani 11:19 menggambarkan iman Abraham yang luar biasa. Ia percaya Allah berkuasa, bahkan atas kematian. Ketaatannya bukan iman buta, melainkan iman yang mengenal siapa Allah. Abraham yakin janji Allah tidak mungkin gagal, sekalipun jalannya terasa mustahil dan menyakitkan. Hari ini, mungkin Tuhan meminta kita menyerahkan sesuatu yang sangat kita kasihi. Mari belajar percaya seperti Abraham: taat, berharap, dan yakin bahwa Allah sanggup memulihkan, bahkan dari situasi yang tampak mati. Percayalah, Tuhan setia. FG Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

06 February 2026 Tim Penulis Renungan
DIPEGANG KUAT JADI PENGHALANG BERKAT Apa pun yang digenggam terlalu kuat, akan dapat menjadi PENGHALANG BERKAT. Amsal 16:3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. Sering kali kita tidak menyadari bahwa penghalang terbesar bagi berkat bukanlah kekurangan, melainkan apa yang kita genggam terlalu erat. Berkat, uang, rencana hidup, bahkan hal-hal baik yang Tuhan berikan dapat perlahan mengambil alih posisi Tuhan di hati kita. Tanpa sadar, rasa aman kita pun bergeser—bukan lagi bersandar pada Tuhan, melainkan pada apa yang kita miliki. Firman Tuhan mengingatkan kita dalam Amsal 16:3, “Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Penyerahan adalah undangan untuk mempercayai Tuhan sepenuhnya, bukan hanya saat kita kekurangan, tetapi juga ketika kita berkelimpahan. Tuhan tidak meminta kita kehilangan berkat, melainkan memastikan bahwa berkat itu tidak menguasai hidup kita. Ketika kita belajar melepaskan dan menyerahkan, hati kita diluruskan kembali. Di sanalah Tuhan bekerja dengan leluasa, membuka jalan bagi berkat yang tidak menjadi jerat, melainkan sarana untuk semakin memuliakan nama-Nya. (ZS) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

05 February 2026 Tim Penulis Renungan
TUHAN MENOLAK DILUPAKAN Tuhan tidak menolak memberkati, tetapi Tuhan MENOLAK DILUPAKAN. Amsal 3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, Banyak orang bersukacita ketika diberkati, tetapi tanpa sadar mulai menjauh dari Tuhan. Doa yang dulu tekun perlahan berkurang, rasa bergantung berubah menjadi rasa mampu. Bukan berkat yang salah, melainkan hati manusia yang mudah lupa kepada Sumber berkat. Amsal 3:9 mengajar kita untuk memuliakan Tuhan dengan harta dan hasil pertama. Tuhan tidak menolak memberkati umat-Nya, tetapi Ia menolak dilupakan. Memberi yang pertama adalah tanda ingat, hormat, dan pengakuan bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Mari periksa sikap hati kita. Jangan tunggu berkelimpahan baru mengingat Tuhan. Muliakan Dia dalam setiap keadaan. Serahkan yang terbaik, bukan sisa. Jadikan hidup, harta, dan hasil jerih payah kita sebagai ungkapan syukur, supaya Tuhan tetap dimuliakan melalui setiap berkat yang kita terima. (MC) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

04 February 2026 Tim Penulis Renungan
HAMBA TUHAN DAN TUAN ATAS UANG Jadilah HAMBA TUHAN dan jadilah TUAN ATAS UANG! Lukas 9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Uang adalah alat, bukan tujuan hidup. Ketika uang mulai menguasai hati, manusia mudah terjerat dalam ketamakan, kekhawatiran, dan kompromi iman. Banyak orang bekerja keras mengejar uang, tetapi tanpa disadari mereka kehilangan damai, arah hidup, bahkan kedekatan dengan Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Saat Tuhan menjadi pusat kehidupan, uang ditempatkan pada posisi yang benar—sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Orang yang menjadikan Tuhan sebagai Tuan tidak diperbudak oleh uang, melainkan mengelolanya dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Karena itu, mari memeriksa kembali sikap hati kita. Jadilah hamba Tuhan yang setia dan kuasai uang dengan hikmat. Gunakan setiap berkat yang Tuhan percayakan untuk memuliakan nama-Nya, bukan untuk menguasai hidup kita.(SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

03 February 2026 Tim Penulis Renungan
JANGAN BIARKAN RASA AMAN BERALIH Saat rasa aman berpindah dari Tuhan ke uang, di situlah mamon NAIK TAKHTA. Mazmur 20:8 Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Tanpa kita sadari, rasa aman dalam hidup dapat bergeser. Awalnya kita berharap penuh kepada Tuhan, tetapi perlahan uang mulai menjadi sandaran utama. Ketika kepercayaan lebih besar diletakkan pada gaji, tabungan, atau harta, mamon mengambil tempat yang seharusnya hanya dimiliki Tuhan. Saat itulah hati mulai dikuasai kekhawatiran dan ketakutan. Yesus mengingatkan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Uang hanyalah alat, bukan sumber hidup. Ketika mamon naik takhta, damai sejahtera tergantikan oleh kecemasan, dan iman pun perlahan melemah. Rasa aman sejati tidak pernah bersumber dari harta, melainkan dari Tuhan yang setia memelihara hidup kita. Karena itu, mari memeriksa kembali hati kita. Turunkan mamon dari takhtanya dan kembalikan Tuhan sebagai pusat rasa aman. Saat Tuhan memerintah hidup kita, damai dan kecukupan sejati akan kita alami. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

02 February 2026 Tim Penulis Renungan
BUKAN TAMBAHAN DIALAH TUHAN Yesus bukan hanya TAMBAHAN, Yesus adalah TUHAN. Kolose 1:18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Banyak orang menjadikan Yesus sebagai tambahan dalam hidup—datang kepada-Nya saat butuh pertolongan, lalu melupakannya ketika keadaan membaik. Yesus diperlakukan seperti pelengkap, bukan pusat kehidupan. Padahal, iman Kristen bukan soal menambahkan Yesus ke dalam rencana kita, melainkan menyerahkan seluruh hidup di bawah otoritas-Nya. Yesus bukan sekadar penolong atau pemberi berkat. Ia adalah Tuhan yang berhak memimpin setiap aspek hidup kita. Ketika Yesus menjadi Tuhan, keputusan, sikap, dan arah hidup kita tidak lagi ditentukan oleh keinginan sendiri, tetapi oleh kehendak-Nya. Di situlah hidup menemukan makna dan arah yang benar. Karena itu, mari berhenti menjadikan Yesus sekadar tambahan. Serahkan hati, pikiran, dan masa depan kita sepenuhnya kepada-Nya. Jadikan Yesus Tuhan atas hidup kita, dan hiduplah dalam ketaatan yang penuh iman setiap hari. (SZ) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel