RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

27 December 2025 Tim Penulis Renungan
KERENDAHAN HATI Rekonsiliasi memerlukan KERENDAHAN HATI Efesus 4:2-3 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera Sebuah keluarga yang sedang memindahkan lemari besar mengajar kita arti kebersamaan. Saat masing-masing bersikeras pada caranya, yang ada hanya tabrakan dan lemari yang tak kunjung berpindah. Namun, ketika ada kerendahan hati untuk mendengar, kelemahlembutan dalam mengingatkan, dan kesabaran menunggu langkah yang tepat, pekerjaan berat pun terasa ringan. Senyum pun mengembang, lemari tegak di tempatnya. Begitulah kehidupan, tanpa kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran, hubungan antarsesama mudah retak. Efesus 4:2–3 mengingatkan, karakter Kristus itu untuk membangun kesatuan. Kasih adalah bukti perubahan kita; damai sejahtera adalah ikatan yang harus kita jaga setiap hari. Mari pilih menjadi pembawa damai. Rendahkan diri, dengarkan lebih banyak, dan bersabar menghadapi kelemahan sesama. Tunjukkan kasih dalam tindakan sederhana: membantu, mengampuni, mengalah. Biarkan Roh Kudus memakai hubungan kita untuk membangun kesatuan, memuliakan nama-Nya. (FG) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

26 December 2025 Tim Penulis Renungan
PERINTAH BUKAN PILIHAN Rekonsiliasi dengan sesama adalah PERINTAH Tuhan Matius 5:23-24 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Pernahkah Anda mengalami konflik dengan saudara, teman, atau orang terdekat? Setiap kita pasti pernah berada dalam situasi yang menimbulkan luka, baik dalam hati maupun secara langsung. Konflik adalah hal wajar, tetapi jika tidak diselesaikan, luka kecil dapat tumbuh menjadi besar dan mengganggu hubungan. Tanpa disadari, konflik yang dibiarkan juga membebani pikiran. Kita mungkin merasa sudah melupakannya, tetapi ketika masalah serupa muncul kembali, emosi lama ikut bangkit. Luka kecil berubah menjadi luka besar, bahkan menimbulkan kepahitan. Rekonsiliasi bukan hanya tentang berkata “maaf,” tetapi tentang berdamai dari dalam hati. Damai sejati bukan sekadar ucapan, tetapi sesuatu yang dirasakan. Hanya Tuhan Yesus yang dapat menyembuhkan bagian terdalam dari hati kita. Jika Anda menyadari ada konflik yang belum selesai, datanglah kepada Tuhan Yesus agar Dia memampukan Anda untuk berdamai dengan keadaan dan sesama. (ZS) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

25 December 2025 Tim Penulis Renungan
JALAN BERKAT Rekonsiliasi MEMBUKA jalan BERKAT Amsal 16:7 Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia Seorang anak memilih untuk tidak berbicara dengan ayahnya selama empat tahun. Ia merasa hidupnya baik-baik saja tanpa kehadiran sang ayah, berjalan dengan keangkuhan dan keyakinan bahwa ia mampu berdiri sendiri. Namun, kesombongan itu akhirnya menjerumuskannya ke dalam lilitan hutang besar. Terhimpit dan putus asa, ia sadar bahwa jalan yang ditempuhnya adalah jalan buntu. Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah merendahkan diri dan kembali kepada ayahnya. Keputusan untuk berdamai adalah jalan yang berkenan di hadapan Tuhan, seperti tertulis dalam Amsal 16:7. Begitu ia memilih rekonsiliasi, hatinya dipulihkan, dan ayahnya pun menerima serta mendamaikan dirinya. Lebih dari itu, sang ayah langsung melunasi seluruh hutangnya. Rekonsiliasi mengubah permusuhan yang lama dipelihara menjadi pemulihan penuh kasih, membuka pintu berkat yang menyelamatkan. Kisah ini mengingatkan kita bahwa keangkuhan hanya membawa kehancuran. Sering kali, "musuh" terbesar kita bukanlah orang asing, melainkan mereka yang seharusnya kita kasihi; orang terdekat yang kita jauhi karena luka lama. Di bulan yang istimewa ini, mari kita memilih jalan kerendahan hati dan rekonsiliasi. Saat kita melangkah di jalan itu, Tuhan sendiri yang akan bekerja: mendamaikan kita dengan "musuh" kita, melepaskan beban di hati, dan membuka aliran berkat serta kedamaian sejati dalam hidup kita. (DFK) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

24 December 2025 Tim Penulis Renungan
ARTI NATAL Natal adalah UNDANGAN untuk KEMBALI pada Tuhan. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ketika di hari Natal, seorang guru sekolah dasar meminta tiap muridnya untuk membawa kado bagi Tuhan Yesus. Tiap murid pun membawa berbagai hadiah, mulai dari cokelat, permen, atau lainnya. Namun, ada seorang murid yang hanya membawa sebuah kotak kosong. Ketika ditanya, anak itu langsung masuk ke kotak kosong itu dan berkata bahwa hidupnyalah yang akan menjadi hadiah bagi Tuhan Yesus. Apakah selama ini kita sadar karena kasih-Nya yang begitu besar, Ia rela datang ke dunia untuk menyelamatkan kita. Walau kita seringkali begitu menyakiti hati-Nya, Ia tetap menerima kita apa adanya. Dosa kita yang merah seperti kirmizi bisa Ia ubahkan menjadi putih seperti salju. Hari ini, seperti anak kecil tadi, mari kita balas kasih-Nya dengan kembali kepada Yesus dan hidup seturut kehendak-Nya. Percayalah bahwa anugerah Natal berupa pemulihan akan Ia berikan. (ES) Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

23 December 2025 Tim Penulis Renungan
JALAN UNTUK HATI YANG MERDEKA Rekonsiliasi itu KEBUTUHAN, bukan OPSI Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Rekonsiliasi bukan sekadar pilihan rohani itu adalah kebutuhan bagi hati yang ingin hidup dalam damai dan mengalami Tuhan secara nyata. Ketika kita memilih untuk berdamai, kita sedang membuka pintu bagi pemulihan, kelegaan, dan kasih Tuhan mengalir kembali dalam hubungan kita. Luka yang tidak dipulihkan hanya akan menjadi akar pahit yang merampas sukacita. Tuhan mengundang kita untuk mengejar damai, bukan menunggu keadaan membaik sendiri. Rekonsiliasi sering menuntut keberanian, kerendahan hati, dan pengampunan, tetapi di baliknya ada kebebasan yang tidak dapat diberikan dunia. Jangan biarkan jarak, kesalahpahaman, atau ego memisahkan kita dari berkat yang Tuhan sediakan. Rekonsiliasi adalah jalan menuju hati yang bersih dan hidup yang diberkati. (BEL). Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN MALAM KELUARGA ALLAH

22 December 2025 Tim Penulis Renungan
HUBUNGAN RUSAK, TUBUHPUN RAPUH Hubungan RUSAK sering melukai hati, lebih dari MASALAH Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Ketika hubungan rusak, hati seringkali terluka begitu dalam. Luka itu tidak hanya mengganggu pikiran, tetapi juga meruntuhkan semangat hingga tubuh ikut merasakan dampaknya. Banyak orang jatuh sakit bukan semata karena faktor fisik, melainkan karena beban emosional yang tak terselesaikan. Hati yang hancur dapat mengeringkan sukacita, membuat langkah terasa berat, dan hidup kehilangan arah. Namun, saat hubungan dipulihkan, kehangatan kembali mengalir. Hati yang gembira membawa energi baru, menumbuhkan harapan, dan memulihkan kesehatan. Kebahagiaan yang lahir dari hubungan yang baik menjadi obat yang tak ternilai, menguatkan tubuh sekaligus menenangkan jiwa. Relasi yang sehat adalah sumber kekuatan yang membuat hidup terasa lebih ringan. Karena itu, menjaga hubungan bukan sekadar urusan sosial, melainkan bagian dari merawat diri. Saat kita memilih untuk mengasihi, memaafkan, dan membangun kembali, kita sedang menanam benih kesehatan. Hati yang damai akan memancarkan semangat, dan tubuh pun ikut merasakan kesejahteraan. Hubungan yang baik adalah jalan menuju hidup yang utuh. Selamat beristirahat malam dalam kasih setia Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church | www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel