RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

06 February 2026 Tim Penulis Renungan
TUHAN HANYA MEMASTIKAN POSISINYA DIHATIMU Tuhan tidak mau mengambil “Ishak-mu”, Dia mau memastikan POSISINYA di HATIMU. Kejadian 22:12 Lalu Ia berfirman: ‘’Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telahKuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.’’ Tuhan tidak pernah berniat merampas hal-hal berharga dalam hidup kita. Ketika Ia mengizinkan kita mengalami ujian, tujuan-Nya bukan untuk mengambil “Ishak” kita, melainkan untuk menyingkapkan posisi-Nya di dalam hati kita. Tuhan rindu menjadi yang terutama—lebih dari mimpi, berkat, atau apa pun yang kita kasihi. Justru di titik penyerahan inilah iman dimurnikan dan hubungan kita dengan Tuhan diperdalam. Abraham menjadi contoh yang nyata. Ishak adalah janji yang ia nantikan selama puluhan tahun, namun ia rela menyerahkannya kepada Tuhan. Ketaatan itu membuktikan bahwa Abraham lebih mengasihi Tuhan daripada berkat-Nya. Dan tepat pada momen penyerahan itulah Tuhan menunjukkan kesetiaan-Nya dengan menjaga dan meneguhkan janji yang telah Ia berikan. Hari ini, mungkin Tuhan sedang menyentuh “Ishak” dalam hidup Anda. Jangan takut untuk menyerahkannya kepada-Nya. Ketika Tuhan ditempatkan sebagai yang utama, Ia tidak akan merugikan kita, melainkan menuntun kita masuk ke dalam rencana-Nya yang jauh lebih besar dan penuh kasih. Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

05 February 2026 Tim Penulis Renungan
TETAP SETIA DALAM KELIMPAHAN KESETIAAN seseorang terlihat lebih jelas melalui KELIMPAHAN. Ulangan 8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Kita belajar dari kehidupan Raja Salomo. Ketika ia belum memiliki apa-apa, Salomo datang kepada Tuhan dengan hati yang rendah dan meminta hikmat. Tuhan pun memberinya hikmat dan kebijaksanaan yang tidak tertandingi sampai hari ini. Namun ketika kerajaannya dipenuhi kekayaan, kekuasaan, dan kehormatan, Salomo mulai menjauh dari Tuhan. Ia lupa bahwa semua yang ia miliki berasal dari Tuhan, dan menganggap keberhasilannya sebagai hasil kemampuan serta usahanya sendiri. Firman Tuhan mengingatkan kita: segala kelimpahan dalam hidup kita berasal dari Tuhan, sebab Dialah yang memberi kita kekuatan untuk memperolehnya. Karena itu, saat hidup diberkati berlimpah, jangan sampai hati kita justru menjauh dari Sang Pemberi berkat. Ingatlah, semakin besar berkat, semakin besar pula ujiannya. Tuhan mengizinkan kelimpahan hadir dalam hidup kita untuk menguji apakah hati kita tetap setia kepada-Nya, atau justru berpaling. (DNY) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

04 February 2026 Tim Penulis Renungan
TETAP SETIA DALAM KELIMPAHAN KESETIAAN seseorang terlihat lebih jelas melalui KELIMPAHAN. Ulangan 8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Kita belajar dari kehidupan Raja Salomo. Ketika ia belum memiliki apa-apa, Salomo datang kepada Tuhan dengan hati yang rendah dan meminta hikmat. Tuhan pun memberinya hikmat dan kebijaksanaan yang tidak tertandingi sampai hari ini. Namun ketika kerajaannya dipenuhi kekayaan, kekuasaan, dan kehormatan, Salomo mulai menjauh dari Tuhan. Ia lupa bahwa semua yang ia miliki berasal dari Tuhan, dan menganggap keberhasilannya sebagai hasil kemampuan serta usahanya sendiri. Firman Tuhan mengingatkan kita: segala kelimpahan dalam hidup kita berasal dari Tuhan, sebab Dialah yang memberi kita kekuatan untuk memperolehnya. Karena itu, saat hidup diberkati berlimpah, jangan sampai hati kita justru menjauh dari Sang Pemberi berkat. Ingatlah, semakin besar berkat, semakin besar pula ujiannya. Tuhan mengizinkan kelimpahan hadir dalam hidup kita untuk menguji apakah hati kita tetap setia kepada-Nya, atau justru berpaling. (DNY) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

04 February 2026 Tim Penulis Renungan
SALAH TUAN MEMBUAT HATI KOSONG Hati yang kosong tidak selalu karena kurang berkat, tetapi karena SALAH TUAN. Pengkhotbah 5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. Banyak orang merasa hatinya kosong meskipun hidupnya tampak penuh berkat. Mereka memiliki harta, pencapaian, dan kesibukan, namun tetap merasakan kehampaan. Sering kali, kekosongan itu bukan karena Tuhan kurang memberi, melainkan karena hati tidak lagi menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Ketika sesuatu selain Tuhan mengambil alih posisi utama—seperti uang, relasi, ambisi, atau pengakuan—hati perlahan kehilangan damai. Berkat tanpa hadirat Tuhan tidak akan pernah terasa cukup, sebab hanya Dia yang sanggup mengisi ruang terdalam jiwa manusia. Karena itu, marilah kita memeriksa kembali siapa yang menjadi tuan atas hidup kita. Kembalikan hati kepada Tuhan dan letakkan Dia di tempat yang utama. Saat Tuhan memerintah hidup kita, kekosongan akan digantikan oleh damai dan kepuasan yang sejati.(SZ) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

03 February 2026 Tim Penulis Renungan
PERLINDUNGAN SEJATI HANYA DARI TUHAN Mamon menjanjikan rasa aman, tetapi hanya Tuhan yang memberi PERLINDUNGAN SEJATI. Amsal 18:11 (BIMK) Tetapi orang kaya menyangka hartanyalah yang melindungi dia seperti tembok tinggi dan kuat di sekeliling kota. Mamon sering menjanjikan rasa aman melalui uang, jabatan, dan harta benda. Banyak orang merasa tenang ketika tabungan bertambah dan hidup tampak terkendali. Namun rasa aman seperti ini sangat rapuh. Keadaan bisa berubah sewaktu-waktu, harta dapat lenyap, dan pada akhirnya hati tetap diliputi kegelisahan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa hanya Tuhanlah sumber perlindungan yang sejati. Ketika kita bersandar kepada-Nya, kita dijaga bukan hanya dari kekurangan, tetapi juga dari ketakutan. Tuhan setia memelihara hidup kita dan memberikan damai yang tidak bisa dibeli atau digantikan oleh mamon. Karena itu, marilah kita mengalihkan kepercayaan dari harta kepada Tuhan. Gunakan berkat materi dengan bijaksana, tetapi jangan menjadikannya sandaran hidup. Datanglah kepada Tuhan dalam doa dan ketaatan. Di dalam Dia, kita menemukan perlindungan sejati dan ketenangan yang tidak tergoyahkan. (SZ) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel  

RENUNGAN SIANG KELUARGA ALLAH

02 February 2026 Tim Penulis Renungan
MENGAKUI YESUS DAN MENUNDUKAN DIRI Mengakui Yesus adalah TUHAN tidak sama dengan mau MENUNDUKKAN DIRI Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Roma 10:9 berbicara tentang pengakuan iman yang membawa keselamatan. Namun, mengakui Yesus sebagai Tuhan tidak otomatis berarti kita sungguh menundukkan diri kepada-Nya sebagai Raja. Pengakuan dapat dilakukan dengan mulut, tetapi penundukan diri menuntut pelepasan kendali atas hidup kita sepenuhnya. Pergumulan ini sering kali paling terasa dalam hal keuangan. Kita ingin Yesus sebagai Juruselamat, tetapi mulai ragu ketika Ia berdaulat atas dompet, rencana hidup, dan sumber rasa aman kita. Financial wonders bukan soal banyaknya harta, melainkan tentang hati yang merdeka—tidak terikat dan tidak dikuasai oleh uang. Seorang hamba Tuhan sejati bukanlah hamba mamon. Ia taat bukan karena keuntungan, memberi bukan karena sisa, dan setia bukan karena merasa aman. Mujizat keuangan mengalir ketika Yesus bukan hanya diakui sebagai Tuhan, tetapi sungguh ditaati sebagai Raja atas seluruh hidup, termasuk saldo dan setiap keputusan. Saat hati benar-benar tunduk, uang berhenti menjadi tuan, dan berkat mengalir sebagai alat, bukan tujuan. (PF) Selamat beraktifitas siang dalam anugerah dan penyertaan Tuhan Keluarga Allah Global Cell Church |www.gbika.org Callcenter Keluarga Allah | 0899-7895-000

Baca Artikel