Ciri Orang Berdedikasi Bagi Tuhan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Filipi 2:1-11

RHEMA HARI INI
Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Wanita pembawa lampu. Itulah panggilan Florence Nightingale. Wanita yang hidup di abad ke-19 ini lahir dalam keluarga kaya raya dan berstatus sosial tinggi. Namun, dibandingkan dengan kehidupan nyaman sebagai istri dan seorang ibu seperti layaknya semua wanita di kalangannya, Florence lebih memilih untuk melayani sesama. Meski ditentang keluarganya, ia memeluk profesi sebagai perawat. Pada tahun 1850, ia merasa Tuhan memanggilnya di pagi hari dan bertanya apakah ia akan berbuat kebaikan bagi-Nya bila tanpa reputasi. Jawaban Florence pun tercatat dalam sejarah kehidupannya.

Empat tahun kemudian, ia diutus sebagai bagian tim medis ke tengah Perang Krimea di Turki. Sepanjang musim dingin pertamanya di sana, sekitar 4.000 prajurit meninggal. Namun, perbandingan antara perajurit yang meninggal karena terinfeksi sakit-penyakit dan terluka karena peperangan adalah 10:1. Ia pun memperbaiki tingkat higienis dalam perawatan pasien, sehingga angka kematian turun dari 42% menjadi 2%. Selain itu, sementara petugas medis lainnya beristirahat di malam hari, ia tetap berkeliling mengawasi pasien sambil membawa lentera kecil. Meski Nightingale melayani tanpa mengharapkan apa-apa, tetapi apa yang dilakukannya menjadi fondasi dari profesi keperawatan modern. Jasanya pun dihargai dengan empat rumah sakit yang menggunakan namanya di Istanbul. Belum lagi sejumlah monumen, museum, buku, dan juga film.

Tak bisa disangkal, pengorbanan Florence Nightingale tak terhitung lagi. Ia telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan kehidupannya sebagai seorang wanita. Dedikasi tinggi seperti ini pun dibutuhkan dalam menyelamatkan jiwa. Sebab, tanpa pengorbanan besar, kita tidak mungkin bisa menjadi pembawa cahaya bagi orang-orang yang tinggal dalam kegelapan. Hanya ketika kita tidak lagi memikirkan kenyamanan hidup kita sendiri, Sang Sumber Kuasa akan mempercayakan urapan untuk berkuasa atas kita. Sehingga hal-hal kecil yang kita lakukan bisa menjadi dampak besar yang menggerakkan perkara-perkara yang lebih besar di depan kita. (MV.L)

RENUNGAN
Ciri orang BERDEDIKASI adalah PENGORBANAN: selamatkan jiwa BERAPA PUN HARGANYA.

APLIKASI
1. Mengapa pengorbanan bisa menjadi parameter dedikasi kita terhadap Tuhan?
2. Mengapa kita butuh berkorban besar bagi Tuhan?
3. Pengorbanan apa yang bisa Anda lakukan bagi pekerjaan dan panggilan Tuhan dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, bukalah telinga roh kami. Biarlah kami menyadari bahwa Engkau telah memberikan panggilan yang lebih tinggi kepada setiap kami. Bahwa hidup kami bukanlah tentang kami lagi, tetapi tentang Engkau dan apa yang ingin Engkau lakukan melalui kami. Ya, Tuhan, kami mau menjadi alat-Mu untuk melakukan perkara-perkara besar. Urapilah kami dengan urapan untuk berkuasa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.