Dari Driver Ojek Online, Diselamatkan, Jadi Manger dan Pengusaha

Shalom, perkenalkan nama saya Gideon Kurniawan. Saya rindu menyaksikan kebaikan Tuhan yang luar biasa dalam hidup saya.

Berawal dari bulan September 2018, waktu itu saya belum menjadi orang percaya, saya dari sebrang, belum kenal Tuhan Yesus. Dulunya saya adalah seorang driver ojek online yang hidup serba kekurangan. Untuk makan dan biaya hidup saja sangat susah. Pada hari itu seharian saya online dari jam 9 pagi dan belum dapat orderan sama sekali, padahal saya sudah tidak pegang uang sepeserpun. Sampai sore harinya saya mendapatkan notify order di handphone saya, order Go Ride ke Keluarga Allah.

Saya ambil orderan tersebut, dan ternyata yang order adalah anak-anak. Sepanjang perjalanan saya ajak ngobrol anak tersebut, dan dari obrolan tersebut saya tau kalo anak tersebut bernama Michael. Ketika sampai tujuan, anak tersebut membayar dengan uang pecahan 20.000, sedangkan biaya order cuma 10.000. Karena saya tidak memiliki kembalian, saya suruh bawa saja uangnya, bayarnya kapan-kapan kalo ketemu lagi.

Anak itu kemudian masuk ke gereja. Karena saya mau hemat bensin, saya buka handphone saya menunggu order selanjutnya masih ditempat tersebut. Tidak lama, tiba-tiba anak itu kembali menghampiri saya dan memberikan uang pecahan 50.000 kepada saya dan bilang kalau uang tersebut buat saya. Saya kaget akan anak tersebut. Mulai saat itu ada rasa penasaran dalam hati saya, kenapa anak ini sangat baik.

Berkat anak kecil itu, saya akhirnya bisa makan, membeli bensin dan punya modal untuk menarik ojek lagi. Setelah itu tiba-tiba ada orderan masuk di handphone saya dengan nominal yang cukup banyak. Saya mendaptkan orderan mengantar barang ke daerah klaten dengan nominal 150.000. Tak disangka, orang yang mengorder jasa saya memberikan tips 50.000. Saya antarkan barang tersebut. Ketika sampai tempat tujuan, saya kaget karena penerima barang tersebut malah menjamu saya dengan makanan dan bahkan memberikan tips juga sebanyak 100.000. Saya benar-benar heran. Saya penasaran akan barang yang saya antarkan tersebut, saya memberanikan bertanya kepada penerima barang atas isi box yang saya antarkan tersebut. Ternyata box tersebut berisi materi untuk sekolah Minggu di gereja.

Saya tambah penasaran, orang-orang yang saya temui saat itu kenapa baik-baik. Dan saya akhirnya menyadari, orang-orang tersebut adalah orang-orang Kristen. Kemudian saya beranikan masuk ke Gereja Keluarga Allah, saya bertemu dengan petugas Call Cente Keluarga Allah. Saya ceritakan semua yang saya alami. Saya juga sempat didoakan pada saat itu.

Setelah peristiwa itu, saya menjadi tertarik datang ke gereja. Saya mengikuti ibadah walau saya tidak tau cara ibadah dan doa orang Kristen. Awalnya saya agak risih dengan khotbahnya, namun saya tersentuh dan menjadi suka khotbah yang saat itu disampaikan oleh Pak Obaja. Dari ibadah tersebut saya tahu kalau ada Pondok Daud yang katanya banyak mujizat. Karena semakin penasaran, saya akhirnya iseng datang ke Pondok Daud dihari selanjutnya. Pikir saya sekalian ngadem. Itu saya lakukan beberapa kali setiap siang hari walaupun saya tidak tahu lagu-lagunya, tapi saya merasakan damai ketika berada di Pondok Daud.

Sampai saya menyadari semenjak saya ngadem di Pondok Daud, orderan saya menjadi ramai. Banyak order masuk dengan nominal yang besar-besar. Omset saya sehari berlipat-lipat dan saya menjadi sangat senang dengan hal itu. Saya ikuti terus Pondok Daud dan Ibadah di Keluarga Allah, saya suka khotbah-khotbah yang disampaikan Pak Obaja.

Ketika Hillsong datang ke Keluarga Allah, saya mengikuti dan saya ingin sekali foto dengan Pak Obaja. Puji Tuhan saya mendapatkan kesempatan foto dan malah didoakan oleh Pak Obaja. Saya mulai serius cari tahu Tuhan, saya mulai baca Alkitab yang bisa di download di Handphone. Saya juga sering mendatangi Call Center untuk sharing, dan singkat kata di bulan itu juga saya Terima Tuhan Yesus dan memutuskan Baptis.

Hidup saya berubah setelah menjadi Kristen. Yang tadinya saya ngojek, tiba-tiba saya ditawari teman saya untuk mengelola usahanya tanpa melihat background pendidikan saya. Yang tadinya diawal saya mendapatkan gaji 1,3 juta, setelah beberapa bulan saya diangkat menjadi manager dengan gaji diatas 3 juta setiap bulannya. Benar-benar mujizat besar dinyatakan atas hidup saya.

Dari Keluarga Allah, saya belajar tentang persepuluhan yaitu mengembalikan sepersepuluh dari berkat yang saya terima sebagai ucapan syukur atas kebaikan dan pemeliharaan Tuhan. Saya lakukan itu dengan setia.

Saya rindu punya rumah dan punya usaha sendiri, saya terus doakan kerinduan saya tersebut. Kemudian saya beranikan melangkah buka usaha sendiri dengan modal yang ada saya cari ruko. Sebenarnya uang saya mepet, saya juga sempat ditipu oleh teman saya. Tapi saya memilih untuk merelakan dan mengampuni.

Ada saja cara Tuhan menolong saya. Tiba-tiba saya mendapatkan transferan dari teman saya yang dulu pernah saya tolong sebesar 50 juta. Saya benar-benar kaget akan hal tersebut. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan saya gunakan uang tersebut dengan baik. Saya pakai buat modal usaha dan DP KPR rumah. 2 kerinduan saya terjawab seketika.

Dalam proses pencarian sewa ruko pun Tuhan tolong, Tuhan pilihkan tempat dijalan yang ramai dan biaya sewanya sangat murah. Mujizat terus mengalir dalam hidup saya. Tidak membutuhkan waktu lama, usaha saya banjir orderan dan saat ini Puji Tuhan saya memiliki 3 karyawan yang membantu saya. Sungguh-sungguh semua ini berkat kebaikan dan kemurahan hati Tuhan.

Mari saya ajak saudara semua untuk tangkap rhema firman Tuhan yang diajarkan di gereja kita. Kita imani sungguh-sungguh dan ambil langkah taat. Apabila saya mengalami terobosan besar dalam hidup saya, terlebih saudara juga akan mengalaminya.

Demikian kesaksian saya, kiranya dapat menjadi berkat untuk saudara semua. Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati saudara semua. Amin