Disiplin Menghasilkan Kemenangan

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Keluaran 34:1-35

RHEMA HARI INI
Keluaran 34:28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

Menjelang sebuah perlombaan kelas dunia, seorang pelari maraton harus berjuang dan berlatih sedemikian rupa dengan disiplin berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelumnya untuk mempersiapkan tubuhnya guna menghadapi perlombaan. Tidak hanya atlet lari saja, atlet renang, pemain badminton profesional, dan para atlet olahraga dalam bidang apapun juga harus mempersiapkan tubuhnya sedemikian rupa untuk menghadapi sebuah pertandingan. Untuk mempersiapkan diri menghadapi sebuah ajang perhelatan besar, mereka harus berlatih dengan disiplin yang tinggi agar ketika saatnya bertanding tiba, tubuhnya sudah kuat dan sudah siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada. Apabila ada atlet yang malas-malasan dalam berlatih, tentu saja ia akan disingkirkan oleh pelatihnya jauh-jauh hari. Karena tanpa perjuangan dan disiplin tinggi, sudah pasti ia tidak akan dapat dipercaya dan dipakai mewakili negaranya.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa manusia bukan hanya manusia jasmaniah saja, namun juga ada manusia roh. Apabila untuk menghadapi perlombaan fisik saja seseorang harus memiliki disiplin yang tinggi agar dapat menampilkan performa terbaiknya, demikian pula lah dengan manusia roh kita. Sebagai anak-anak Allah, kita sudah menerima hak istimewa untuk Roh Kudus dapat tinggal dalam hidup kita. Akan tetapi kita tidak akan serta merta dapat dipakai Tuhan untuk menggunakan kuasa yang sudah ada di dalam kita dengan mengadakan mujizat-mujizat besar jika kita tidak pernah mengaktifkan manusia roh kita. Dan salah satu cara mengaktivasi manusia roh kita adalah dengan disiplin berpuasa.

Ketika seseorang berpuasa, sesungguhnya ia sedang berlatih untuk mengalahkan kedagingannya dan memperkuat manusia rohnya. Namun memang dibutuhkan disiplin yang tinggi untuk mengekang kedagingan kita. Hanya ketika manusia roh kita sudah diaktifkan, maka barulah kita dapat masuk ke dalam dimensi roh dan dipakai Tuhan sebagai alat-Nya untuk menyatakan kuasa dan mujizat-Nya.

RENUNGAN
Orang yang punya DISIPLIN TINGGI dalam BERPUASA akan DIPAKAI TUHAN dalam DIMENSI KUASA dan MUJIZAT

APLIKASI
1. Sudahkah Anda mendisiplin diri Anda untuk berpuasa?
2. Menurut Anda, mengapa kita harus berpuasa?
3. Komitmen apakah yang dapat Anda lakukan untuk masuk dalam kegerakan puasa ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami mau mengambil komitmen untuk mendisiplin daging kami dan ikut serta dalam kegerakan doa puasa ini. Karena kami rindu dapat Engkau pakai menjadi alat-Mu untuk mengadakan mujizat-mujizat sehingga nama-Mu boleh semakin ditinggikan di muka bumi ini. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.