Doa Dan Perkataan Harus Sejalan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yakobus 3:1-12

RHEMA HARI INI
Yakobus 3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Kita sering mendengar orang berkata, “Saya tidak berguna. Saya tidak bisa apa apa.” Pesimis terhadap orang lain itu masalah, tapi pesimis terhadap diri sendiri itu masalah besar! Jika kita mulai meragukan diri sendiri, maka kita kehilangan kepercayaan diri sendiri sehingga membuat kita memiliki cara pandang yang miskin terhadap diri kita sendiri. Kita seolah lupa bahwa Tuhan memberikan potensi yang luar biasa kepada kita. Dengan potensi itu, seharusnya kita bisa melakukan hal yang luar biasa. Kita bisa membuat pencapaian besar dan yang bermanfaat bagi sesama.

Ketika Helen Keller menderita sebuah penyakit yang membuatnya buta dan tuli, lambat laun ia menggunakan instingnya agar dapat tetap bertahan. Itulah yang ditemukan oleh gurunya, Anne Sullivan, ketika ia tiba di Tuscumbia, Alabama untuk mengajar anak itu. Yang selanjutnya terjadi adalah sebuah contoh nyata tentang kasih, kepemimpinan, dan disiplin. Tidak pernah sekalipun Anne melontarkan perkataan negatif tentang Hellen, sebaliknya justru ia terus memberikan dorongan semangat supaya Hellen mau mengeluarkan potensi terbaiknya. Kisah mengenai Anne dan Helen telah menjadi kisah yang mengagumkan, ketika gadis yang secara fisik cacat pada akhirnya bertumbuh menjadi salah seorang yang terpandai di zamannya. Helen menjadi seorang komunikator dan sebuah simbol kekuatan bahwa orang-orang harus bangkit mengatasi keadaan-keadaan sulit, tetapi ia tidak dapat melakukannya sendirian. Dorongan semangat Anne Sullivanlah yang menjadikannya memiliki pencapaian yang luar biasa.

Ketika perkataan profetik sejalan dengan perkataan dan perbuatan sehari-hari, maka kuasa mujizat Tuhan akan dinyatakan secara luar biasa. Itu sebabnya, berhentilah merendahkan diri sendiri dengan cara pandang dan perkataan yang negatif. Selama kita tidak keluar dari sudut pandang dan perkataan negatif itu, potensi kita tidak mungkin bisa berkembang dengan baik. Mulailah ucapkan perkataan positif untuk menumbuhkan keyakinan kita bahwa kita adalah orang yang luar biasa dan orang-orang yang diberkati Tuhan.

RENUNGAN
DOA PROFETIK serta PERKATAAN PROFETIK dalam perkataan sehari-hari kita haruslah SEARAH DAN SEJALAN.

APLIKASI
1. Kata-kata yang seperti apa yang sering Anda ucapkan dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga kita?
2. Mengapa kata-kata yang kita ucapkan berpengaruh pada hubungan kita dengan sesama anggota keluarga?
3. Apa komitmen Anda setelah mengetahui pentingnya mengucapkan perkataan profetik dalam percakapan sehari-hari dengan keluarga kita?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih sudah mengingatkan kami untuk tidak mengucapkan kata-kata negatif saat kami bercakap-cakap dengan keluarga kami. Mampukan setiap kami agar terus memperkatakan perkataan profetik yang membangun, menguatkan, menghibur, memuji, menyemangati dan mempercayai sehingga kami bisa mengalami mujizat pemulihan keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.