Doa Kita Menentukan Apa Yang Tuhan Kerjakan

RHEMA HARI INI
I Yohanes 5:14 “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”

Terdapat seorang pedagang Kristen Armenia yang membawa barang dagangan dengan kafilah melintasi padang gurun menuju sebuah kota di Armenia. Pada waktu itu negara itu diduduki oleh kaum “Kurdi” yaitu para bandit yang hidup dengan merampok kafilah-kafilah. Tanpa diketahui oleh pedagang itu, segerombolan penyamun ini telah mengikuti kafilahnya, dengan maksud merampoknya pada tempat pertama mereka akan berkemah. Pada jam yang telah dipilih, dibawah naungan kegelapan mereka datang mendekat. Anehnya semua terasa hening. Tampaknya tiada pengawal, tiada yang menjaga tetapi selagi mereka mendesak maju, merekapun merasa heran, mereka menemukan tembok-tembok yang tinggi padahal tadinya tak pernah ada sama sekali. Mereka terus mengikuti, tetapi malam selanjutnya mereka menemukan tembok-tembok yang tak juga dapat dilalui. Malam ketiga tembok-tembok itu tetap berdiri, tetapi ada lubang-lubang didalamnya yang dapat mereka masuki. Pemimpin para perampok karena takut akan misteri itu, membangunkan sang pedagang. “Apakah artinya ini ?” dia bertanya. “Sejak anda meninggalkan Ezerum, kami telah mengikuti dengan maksud merampok anda. Malam pertama dan malam kedua kami mendapati tembok-tembok tinggi mengelilingi kafilah ini, tetapi malam ini kami masuk melalui tempat-tempat yang runtuh. Kalau anda mau memberitahukan kami semua rahasia ini, saya takkan mengganggu anda.” Pedagang itu sendiri merasa heran dan bingung. “Teman-teman,” jawabnya, “saya sendiri tak berbuat apapun untuk mendirikan tembok sekeliling kami. Yang saya lakukan hanya berdoa setiap malam, sambil menyerahkan diri saya dan orang-orang yang menyertai saya kepada Allah. Saya sepenuhnya mempercayaiNya untuk menjaga saya dari semua yang jahat. Tetapi malam ini karena terlalu letih dan mengantuk, saya hanya memanjatkan berdoa dengan setengah hati saja. Itulah sebabnya anda diizinkan menerobos!” Orang-orang Kurdi tertegun keheranan oleh kesaksian seperti ini. Pada saat itu dan disitu juga, mereka menyerahkan diri kepada Yesus Kristus dan diselamatkan. Dari perampok kafilah, mereka berubah menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan.

Apabila kita hanya berdoa supaya kita bisa membayar listrik, uang sekolah anak, bisa makan setiap harinya, maka sekalipun semuanya itu doa yang baik, tapi sukar bagi kita untuk mengalami mujizat-mujizat besar dari Tuhan. Dalam kisah diatas ketika orang Kristen tersebut berdoa dengan ukuran jumbo, maka orang Kristen tersebut mengalami mujizat. Kuasa dari Dia yang Mahakuasa yang mendengar doa kita dan menjawabnya. Doa menghubungkan kita dengan Allah yang Mahakuasa dan kita harus mengharapkan hasil yang luar biasa, baik Dia mengabulkan permohonan kita atau tidak. Doa adalah nafas kehidupan orang percaya. Oleh karena itu orang percaya seharusnya menjadikan doa sebagai gaya hidup sehari-hari. Doa menunjukkan kepada dunia ini bahwa kita adalah milik Tuhan, sehingga kita senantiasa meminta pimpinan-Nya. Hanya kalau kita berani menaikkan doa yang berukuran jumbo, maka Tuhan akan mengerjakan perkara-perkara jumbo dalam hidup kita. Beranilah menaikkan doa yang ukurannya jumbo, sebab doa kita menentukan apa yang Tuhan akan kerjakan dalam hidup kita. (ABU)

RENUNGAN
Beranilah menaikkan DOA yang ukurannya JUMBO, sebab DOA KITA MENENTUKAN apa yang Tuhan akan kerjakan dalam hidup kita.

APLIKASI
1. Bagaimana dengan doa-doa anda, apakah anda sudah berdoa dengan ukuran yang jumbo. Coba anda evaluasi ?

2. Apa yang anda rasakan ketika anda tahu bahwa doa dengan ukuran jumbo itu yang menentukan apa yang akan Tuhan kerjakan ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih untuk kasih setiaMu, mulai saat ini kami akan belajar berdoa dengan ukuran yang jumbo karena kami tahu itulah yang akan Engkau kerjakan. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasala 31-33
Kisah Para Rasul Pasal 9 ayat 20-43