16 January 2026 Tim Penulis Renungan Renungan Keluarga Allah

DOA MEMBUKA ARAH BARU

RHEMA HARI INI
2 Raja-Raja 3:11 “Tetapi bertanyalah Yosafat: tidak adakah disini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN? Lalu salah seorang pegawai raja israel menjawab, katanya: Disini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia.

Pada tahun 1940, lebih dari 330.000 tentara sekutu terjebak di pantai Dunkirk, Prancis. Mereka dikepung pasukan Nazi Jerman dari darat, laut, dan udara. Secara militer, keadaan itu hampir mustahil diselamatkan. Banyak strategi telah ditempuh, tetapi situasi tampak buntu. Di ujung keputusasaan bangsa Inggris, Raja George VI menyerukan hari doa nasional. Gereja-gereja dipenuhi orang-orang yang berdoa, menangis, dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Setelah seruan doa itu, peristiwa-peristiwa yang tidak biasa mulai terjadi: laut yang biasanya ganas menjadi tenang, kabut menutupi pergerakan musuh, dan ratusan kapal kecil milik warga sipil datang mengevakuasi para tentara. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai “the miracle of Dunkirk,” atau seperti yang disebut Winston Churchill, “a miracle of deliverance.”

Sikap yang sama kita lihat pada Raja Yosafat. Ketika pasukan Israel dan sekutunya kehabisan air di padang gurun Edom, Yosafat tidak hanya mengandalkan strategi militer. Ia bertanya, “Tidak adakah di sini seorang nabi Tuhan?” Yosafat memahami bahwa saat akal dan perhitungan manusia tidak lagi memadai, yang paling dibutuhkan adalah petunjuk dari Tuhan. Melalui nabi Elisa, Tuhan memberikan arahan yang tidak lazim: menggali sejumlah parit. Parit-parit itu tidak menciptakan air, tetapi menjadi wadah bagi air mujizat yang Tuhan sediakan.

Mungkin hari-hari ini ada di antara kita yang merasa hidup seperti berada di padang gurun Edom atau di pantai Dunkirk—terjepit, kehausan, dan seolah tanpa jalan keluar. Firman Tuhan mengajak kita untuk mencari Tuhan terlebih dahulu. Datanglah ke hadirat-Nya. Galilah “parit-parit” ketaatan melalui doa, puasa, dan kerendahan hati. Sebab ketika perhitungan manusia gagal, satu petunjuk dari Tuhan cukup untuk mengubah segalanya dan membuka arah yang baru, sehingga keajaiban baru pun terjadi. (KK)

RENUNGAN
Saat perhitungan manusia GAGAL, doa membuka jalan menuju ARAH BARU.

APLIKASI
1.Apakah hidup Anda saat ini mengalami kegagalan atau jalan buntu? Mengapa demikian?
2. Arah baru apa yang Anda rindukan dinyatakan Tuhan dalam hidup Anda pada tahun ini?
3. Langkah ketaatan apa yang Tuhan dorong untuk Anda lakukan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan hati yang haus akan arah-Mu.
Kami membuka hati untuk petunjuk-Mu. Kami percaya,
saat perhitungan manusia gagal, doa membuka jalan menuju kehendak-Mu yang sempurna. Bersama-Mu, kami akan menerima arah baru, kekuatan baru, dan mujizat baru. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Nehemia 10-11; Kisah Para Rasul 4:1-21

Anda rindu mengalami pertumbuhan rohani bersama Keluarga Allah