Dua Macam Kesembuhan Ilahi

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Kisah Para Rasul 28:1-9

RHEMA HARI INI
Kisah Para Rasul 28:8-9 Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan merekapun disembuhkan juga.

Beberapa waktu lalu, ada mujizat kesembuhan yang dialami salah satu jemaat GBI Keluarga Allah. Seorang anak yang dipanggil Ciel telah cukup lama menderita penyakit kulit eczema. Orangtua anak itu telah membawanya berobat ke mana-mana. Untuk sekian waktu, kondisinya sempat membaik. Namun, pada akhir 2018, penyakit itu kembali muncul. Orangtuanya pun mencoba mengobatinya dengan obat yang dahulu diberikan dokter spesialisnya. Namun, kali ini ia tak kunjung sembuh, malah bertambah parah. Sampai-sampai kulit di atas bibirnya bisa berdarah ketika dibersihkan dengan tisu.

Suatu hari, saat mereka sekeluarga sedang pergi jalan-jalan ke suatu mall di Jakarta, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Ps. Jonatan dan Ps. Nita. Lalu mereka berbincang-bincang singkat. Saat akan berpisah, tiba-tiba Ps. Jonatan menumpangkan tangannya atas Ciel sambil berkata, “In Jesus name, you are healed!” Setelah itu mereka melanjutkan untuk pergi makan, saat itulah orangtua Ciel menyadari bahwa kulit di bibir atas anaknya yang semula memerah kini sudah mulai memudar. Bahkan keesokan harinya saat bangun dari tidur, kulitnya sudah kembali normal!

Ada beberapa kesembuhan ilahi yang memang langsung terlihat saat itu juga. Sama seperti yang terjadi di beberapa KKR kesembuhan, ketika yang lumpuh langsung berjalan, yang buta melihat, dan lain sebagainya. Akan tetapi, ada juga yang baru terlihat selang beberapa waktu setelahnya. Hal ini juga terjadi ketika Paulus berada di pulau Malta. Dalam ayat rhema hari ini, kata “menyembuhkan” bahasa aslinya adalah “IAOMAI”, yang artinya menyembuhkan dan membuat utuh, serta lebih bersifat supranatural. Sedangkan kata “disembuhkan” memakai “THERAPEUO”, yang artinya menyembuhkan atau meringankan atau merawat; bisa seketika itu juga, tetapi juga bisa berangsur-angsur. Ya, Tuhan bisa menggunakan cara kerja kesembuhan yang mana pun. Yang terpenting dari semuanya itu, imani bahwa kesembuhan ilahi sudah kita terima, maka mujizat kesembuhan besar pasti terjadi.

RENUNGAN
KESEMBUHAN ILAHI bisa dilihat SEKETIKA ITU JUGA, tetapi ada juga yang baru terlihat BEBERAPA SAAT KEMUDIAN.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda percaya bahwa Anda telah menerima kesembuhan ilahi? Mengapa demikian?
2. Mengapa Anda membutuhkan kesembuhan yang dari Tuhan?
3. Menurut Anda, bagaimana caranya agar Anda dapat menerima kesembuhan ilahi?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, kami membutuhkan kesembuhan yang sejati, kami rindu menerima kesembuhan ilahi, ya Bapa. Dan sekalipun kami belum melihat, kami tetap percaya bahwa kami sudah menerimanya. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.