Great Miracle, Banjir Mujizat saat Mempersembahkan Diri sebagai Pelayan Tuhan

Shallom, Nama saya Oktaviana Sri Rejeki, lebih sering dipanggil Vivin. Saya melayani sebagai Choir Singer dan Pelayan Teks PW di ibadah raya Minggu Gereja Keluarga Allah Widuran. Saya bekerja sebagai guru Taman Kanak-kanak di sebuah Yayasan Surakarta. Seringkali di sekolah saya diabaikan, tidak diperhitungkan karena saya berbeda keyakinan dengan teman-teman guru lainnya. Saya tetap berjuang dan berusaha menjadi guru yang bukan sekedar guru, tapi juga sungguh-sungguh melayani anak-anak didik dan berprestasi. Saya mau bersaksi tentang great harvest dan great miracle yang saya alami. Pertengahan 2017 saya memutuskan untuk mengikuti EPWS, sekolah pelayanan di gereja keluarga Allah, walaupun waktu itu saya belum menjadi anggota Gereja Keluarga Allah, tapi entah mengapa saya rindu sekali untuk belajar vokal (pujian dan penyembahan). Tidak pernah terpikir dalam hati saya untuk menjadi pelayan Tuhan di gereja ini. Tahun 2018 saya mengikuti audisi dan pelatihan Choir Singer.

Seperti mimpi, karena tidak pernah terpikir akan secepat ini. Akhir tahun 2018 saya menjadi jemaat Keluarga Allah dan tergabung dalam pelayanan. Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya harus belajar banyak hal, termasuk belajar “membayar harga”. Dari pagi hari hingga sore saya bekerja, dilanjutkan mengantar anak-anak saya latihan di club renang dan malamnya harus ke gereja untuk mengikuti training/latihan dan pulang ke rumah untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Tak jarang saya harus lembur mengerjakan tugas-tugas sekolah pada tengah malam hingga dini hari. Melelahkan, tapi saya percaya bahwa saya sedang menabur. Puji Tuhan, tidak lama kemudian anak sulung saya ikut terbakar hatinya untuk belajar melayani juga. Anak saya ini namanya Mustikaning Kidung, dia pelajar kelas 2 SMP dan sekaligus seorang atlet renang dan selam. Setiap hari dia harus latihan berenang tapi dia mempunyai kerinduan untuk ikut melayani dan mau menyediakan waktu untuk belajar di EPWS kelas musik gitar. Dia pun belajar “membayar harga.” Sepulang sekolah dia tekun berlatih berenang dan menyediakan waktu untuk belajar di EPWS setiap hari Rabu.

Saat gereja mengadakan UC, Roh kudus mendorong saya untuk mengikuti UC. Saat itu Bapak Obaja menjelaskan bahwa saat kita menerima lawatan Tuhan yang dahsyat maka akan ada kelepasan, mujizat dan kemenangan terjadi (Lukas 1:67-68). Firman Tuhan ini meneguhkan saya. Saya percaya Tuhan melawat saya dan keluarga saya dengan dahsyat, dan saya akan mengalami kejadian-kejadian dahsyat yang tidak pernah terpikirkan. Satu bulan kemudian, di bulan Oktober 2018, tepat di hari ulang tahun saya, saya mendapat hadiah ulang tahun istimewa dari Tuhan. Anak saya Kidung mengikuti ajang Porprov (Pekan Olah Raga Provinsi) Jawa Tengah cabang olah raga selam dan dia BERHASIL memperoleh DUA medali EMAS, bahkan dia adalah atlet peraih medali emas yang pertama bagi kota Solo. Sujud syukur saya kepada Tuhan Yesus atas anugerah-Nya yang besar ini.

Tidak berhenti disitu saja, tepat menjelang Natal Desember 2018 saya dilantik menjadi pelayan Tuhan di Gereja Keluarga Allah dan di awal Tahun 2019 Tuhan juga mempromosikan saya dalam pekerjaan. Saya dipercaya oleh ketua Yayasan Pusat untuk menjadi koordinator Guru TK sebuah Yayasan se-Indonesia. Sungguh, banjir mujizat dan lawatan Tuhan terjadi atas saya dan keluarga saya.

Mari, jangan ragu untuk melangkah mengambil bagian dalam pelayanan karena Tuhan menyediakan great miracle bagi setiap orang yang bersedia dipakai sebagai alat-Nya yang berguna.

Narasumber : Vivin – Pelayan GBI Keluarga Allah Solo