Gunakan Perkataan Profetik Yang Lembut

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 16:1-33

RHEMA HARI INI
Amsal 16:24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

“Seragam ini punyaku!” Kata adik. “Tidak, itu punyaku!” balas sang kakak. Sang ayah yang terganggu dengan kegaduhan tersebut, mulai menegur sang ibu, “Mengapa kamu tidak melerai pertengkaran mereka?” Karena merasa disalahkan, sang ibu menjadi gusar. Merasa lelah dengan keributan yang terjadi setiap hari, sang ibu akhirnya datang pada Tuhan. Dicurahkannya semua isi hatinya di hadapan Tuhan.

Keesokan paginya, keributan antara kakak dan adik kembali terdengar. Namun kali ini sang ibu mencoba untuk tidak bereaksi dengan kemarahan, tetapi memilih untuk berdoa dan mempraktekkan firman yang diterimanya. Ia mulai memperkatakan, “Keluargaku baik, keluargaku penuh damai.” Kemudian didekatinya kedua anaknya. Ia mencoba untuk tetap tenang dan berusaha mendengar keluhan mereka. Setelah anak-anak selesai mengungkapkan uneg-uneg, sang ibu merangkul mereka sambil berkata, “Kalian adalah anak-anak Tuhan yang hebat dan penuh kasih, ayo jangan mau dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kasih!” Sebelum anak-anak menjawab, sang ibu menyodorkan sarapan yang spesial dan menyerahkan seragam satu lagi kepada mereka. Suasana pagi yang panas akhirnya menjadi teduh, karena sang ibu yang memilih untuk bersikap lembut dan penuh kasih.

Hidup itu pilihan. Mau damai atau perang, pilihan ada ditangan kita. Jika kita memilih damai, mulailah dengan menabur kasih dan kedamaian. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya semua orang memerlukan kasih. Lalu apa yang harus kita lakukan agar kasih dan kedamaian tersebut dapat terpancar dari rumah kita? Mulailah dengan menabur. Tabur perhatian, cinta, kelemahlembutan, dan kemanisan. Jadilah pendengar yang baik bagi keluarga kita daripada jadi orang yang suka mengomel. Lepaslah kata-kata pujian yang penuh kasih dan iman. Ucapkan doa profetik yang tegas, walaupun kondisi rumah bertolak belakang dengan yang kita inginkan. Gunakan perkataan profetik yang lembut, dan membangun saat berhadapan dengan keluarga kita. Maka kita akan melihat mujizat pemulihan keluarga nyata bekerja atas keluarga kita.

RENUNGAN
Ucapkan DOA PROFETIK yang TEGAS, tetapi gunakan PERKATAAN PROFETIK yang LEMBUT kepada anggota keluarga.

APLIKASI
1. Ucapan seperti apa yang tepat untuk digunakan saat Anda melakukan doa profetik? Dan ucapan seperti apa yang tepat untuk digunakan saat Anda berkata-kata dengan anggota keluarga Anda?
2. Saat terjadi keributan di rumah, sikap seperti apa yang sebaiknya Anda ambil?
3. Apa saja yang harus Anda tabur, agar mujizat pemulihan keluarga dapat terjadi dalam keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa terima kasih untuk keluarga yang sudah Engkau berikan bagi kami. Penuhi hati kami dengan cinta dan kemanisan, sehingga kami boleh jadi pelaku firman-Mu yang selalu menebarkan kelembutan dan kemanisan melalui perkataan kami. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.