HAL YANG MEMADAMKAN API

RHEMA HARI INI

Imamat 6:12 Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.

Seorang atlet yang ingin meraih kesuksesan, di tuntut untuk memiliki jam-jam latihan yang panjang dan konsisten. Kedisiplinan mutlak diperlukan agar ia mampu terus berlatih dengan teratur dan berkwalitas. Api semangat pun tidak boleh padam. Kemenangan tidak boleh menjadikan ia lantas berpuas diri dan mengendorkan latihannya, demikian pula kekalahan jangan sampai membuat putus asa dan menyerah. Menjaga api semangat inilah yang membuat para atlet terus termotivasi untuk menjadi yang terbaik, dan pada akhirnya membawa mereka pada kemenangan.

Kita sebagai anak-anak Tuhan juga harus menjaga api kita tetap menyala. Kita mungkin pernah mendengar atau bahkan mengalaminya sendiri, ketika kita adalah seorang jiwa baru. Bagaimana hati kita menyala-nyala dan berkobar-kobar terbakar Api Cinta kepada Tuhan. Saat itu, rasanya kita mau memberikan apa saja untuk Tuhan. Dengan sukarela dan sukacita, kita mengorbankan waktu kita, harta kita, perasaan kita, apapun, supaya hati Tuhan di senangkan. Tak heran jika seorang jiwa baru begitu mudah mendapat mujizat dan melihat manifestasi kuasa Tuhan dalam hidupnya.

Tetapi sifat manusia yang cepat bosan dan mudah terpengaruh keadaan, membuat api itu lama kelamaan menjadi padam. Kita tidak lagi seantusias dulu untuk beribadah di rumah Tuhan, kita mulai hitung-hitungan soal waktu dengan Tuhan dengan alasan pekerjaan atau kesibukan. Kita juga mulai menggunakan istilah berhikmat untuk mempersembahkan harta kita kepada Tuhan, mengingat situasi sulit yang sedang terjadi. Jika sudah demikian, jangan lagi berkata kita rindu menerima Api Tuhan, sebab Api itu membutuhkan korban. Jika kita sudah lama tidak datang membawa korban, tidak mengherankan jika Api Tuhan tidak turun dalam hidup kita. Untuk itu, mari kita bawa lagi korban persembahan ke hadapan Tuhan. Mari kembali melayani, kembali beribadah di rumah Tuhan, bangun lagi Pondok Daud dan taburkan kembali benih profetik. Inilah saatnya Api Tuhan di curahkan. Biarlah saat Api-Nya turun, kita sudah siap dengan korban yang kita persembahkan di mezbah Tuhan.

RENUNGAN

Api kita akan MENJADI PADAM jika kita TIDAK PERNAH LAGI MEMBAWA KORBAN KEPADA TUHAN.

APLIKASI

1. Korban dalam bentuk apakah yang biasanya Anda persembahkan kepada Tuhan?
2. Kapan terakhir kali Anda membawa korban itu kepada Tuhan?
3. Apa komitmen Anda agar Api Tuhan berkobar kembali dalam hidup Anda?

DOA UNTUK HARI INI

“Tuhan, kami mengucap syukur karena penyertaan-Mu sungguh sempurna atas kami. Terimakasih Engkau telah mengingatkan kami pada hari ini, hal-hal yang memadamkan Api Roh Kudus dalam hidup kami. Terimalah komitmen baru kami Tuhan, terimalah korban syukur kami. Biarlah Roh-Mu terus tinggal dan menyala-nyala di hati setiap kami. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!