Hanya Melihat Batu Kerasnya

RHEMA HARI INI
Kolose 3:21   Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Cerita ini tentang seorang tentara yang pulang dari perang Vietnam. Ia menelepon orangtuanya dari San Francisco. “Ibu dan Ayah, aku akan segera pulang, tetapi aku ingin bertanya satu hal. Aku mempunyai seorang sahabat, aku ingin membawanya pulang bersamaku.” “Tentu,” mereka menjawab “kami akan senang bertemu dengannya.” “Tetapi, ada satu hal yang harus kalian ketahui,” si anak melanjutkan, “ia terluka parah dalam pertempuran. Ia kehilangan satu tangan dan satu kaki. Ia tidak mempunyai tempat untuk pergi, dan aku ingin dia tinggal bersama kita.” “Menyedihkan sekali, Nak. Mungkin kita dapat menolongnya menemukan suatu tempat penampungan untuk hidupnya.” “Tidak, Ibu dan Ayah, aku ingin dia tinggal bersama kita.” “Anakku,” ayahnya berkata, “kau tidak tahu apa yang kau katakan. Seseorang dengan cacat seperti itu akan membawa kesulitan kepada kita. Kita mempunyai kesulitan hidup kita sendiri, dan kami tidak akan mengizinkan hal seperti itu menganggu kehidupan kami. Aku pikir kau seharusnya pulang ke rumah dan melupakan segala sesuatu tentang sahabatmu. Ia akan menemukan cara untuk menghidupi dirinya sendiri.” Setelah mendengar jawaban itu, si anak menggantung teleponnya. Orangtuanya tidak dapat mendengar suara apa pun dari si anak. Beberapa hari kemudian, orangtuanya menerima telepon dari polisi San Francisco. Anak mereka terjatuh dari sebuah gedung dan polisi mengidentifikasikan sebagai kasus bunuh diri. Orangtua yang berdukacita tersebut ke San Francisco. Mereka mengenali jenazah anaknya, tetapi mereka menemukan sesuatu yang belum mereka ketahui, anaknya hanya mempunyai satu tangan dan satu kaki.

Orangtua dalam cerita ini hanya bisa melihat batu keras dari gambaran seorang anak cacat yang diceritakan oleh putranya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya dalam kecacatanpun, tetap tersimpan permata yang indah yang ada di dalam diri putranya. Akibatnya, mereka harus kehilangan putra mereka satu-satunya, karena orang tua ini hanya mengharapkan yang baik saja dari anaknya tanpa mau menerima kekurangan yang ada pada anaknya. Hari ini, belajarlah untuk selalu menemukan sesuatu yang baik dibalik semua yang kelihatan buruk, sehingga kita bisa membangun keluarga kita sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.

RENUNGAN
Menemukan hal baik di tengah sesuatu yang kelihatan buruk, adalah salah satu kunci membangun keluarga yang harmonis dan bahagia.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda berusaha menemukan hal baik dibalik sesuatu yang kurang baik yang ada dalam diri anggota keluarga Anda ?
2. Komitmen apa yang akan Anda buat untuk bisa menemukan hal yang baik dalam diri anggota keluarga Anda ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan kami bersyukur untuk setiap anggota keluarga kami. Kami percaya dibalik semua yang kurang menyenangkan yang ada dalam diri mereka, Engkau tetap meletakkan sesuatu yang istimewa dalam diri setiap mereka. Ajar kami untuk menyadari dan menemukannya. Terimakasih Tuhan. Amin