Hati yang Bisa Percaya

Renungan Keluarga Allah
Senin, 15 Agustus 2016

BACAAN HARI INI

Mazmur 28:1-9

RHEMA HARI INI

Mazmur 28:7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.

Steven, 5 tahun, memanjat sebuah pohon bersama teman-temannya, namun akhirnya dia ditinggalkan oleh teman-temannya, sedangkan dia tidak berani turun sendiri dari pohon itu. Hari mulai gelap, kedua orang tua Steven mulai gelisah menunggu anaknya pulang. Mereka akhirnya mendapat kabar dari teman-teman Steven dan dengan segera mereka berdua mencari Steven di ujung desa.

Sesampai disana, sang ayah memanggil-manggil anaknya, Steven, yang menjawab dari atas pohon sambil menangis ketakutan. Sang ayah dapat melihat sosok Steven dengan cukup jelas dari bawah walau keadaan cukup gelap. “Ayo Stev lompat turun, ayah akan menangkapmu!” pinta sang Ayah. “Aku tidak dapat melihat ayah,” jawab Steven. “Ayah dapat melihatmu Stev, lompatlah, ayah siap menangkapmu, kamu pasti selamat!” Rupanya Steven merasa ragu, dia tidak percaya pada ayahnya, dia tahu kalau ayahnya dibawah sudah menunggu, tetapi ia ragu-ragu, jangan-jangan saat ia melompat, tidak ditangkap ayahnya, bukankah masalah ini terjadi karena kenakalannya, jangan-jangan ayahnya mau memberikan hukuman atau pelajaran karena dia yang tidak patuh. Padahal dalam benak ayahnya, tidak ada pikiran demikian. “Ayolah nak, kamu harus percaya, ayahmu sudah siap menangkapmu!” Sang Ibu turut meyakinkan.

Akhirnya Steven mulai percaya pada orang tuanya. Walaupun ia tidak melihat ayahnya di bawah, akhirnya dia putuskan untuk melompat, dan benar, ayahnya dengan kedua tangan kuatnya menangkap dan sekaligus memeluk Steven. Steven selamat sampai dibawah tanpa luka sedikitpun. Peluk cium dari orang tuanya menyambut Steven. “Ayah senang Steven mau percaya pada perkataan ayah,” kata ayahnya. “Maafkan Steven ayah, tadi Steven memang tidak terlalu percaya pada perkataan ayah, mulai sekarang Steven akan belajar untuk lebih mempercayai perkataan dan nasehat ayah.”

Pilihan ada di tangan Steven kecil; tidak mau percaya pada ayahnya berarti ia harus bertahan diatas pohon dengan ketakutan dan kesedihannya, atau mulai percaya dan menuruti apa yang diperintahkan ayahnya dan masalah selesai, dia selamat dan ada dalam pelukan orang tuanya yang nyaman.

Tuhan adalah penguasa surga dan bumi, tidak ada perkara yang terlalu sulit baginya. Masalah dan kesulitan kita adalah perkara yang sangat mudah bagi-Nya. Jika dalam pikiran dan pandangan kita, segala persoalan dan kesulitan kita seolah “gelap,” tapi bagi Tuhan segala sesuatu terlihat jelas, dan Tuhan punya solusi yang luar biasa baik bagi kita. Percaya pada perkataan dan janji-Nya, lakukan apa yang Tuhan mau, dan Tuhan akan berperang ganti kita. Lebih dari itu semua, Tuhan sangat suka kalau kita mau percaya dan berserah pada-Nya. Amin.

RENUNGAN

Tuhan suka dengan orang yang HATINYA BISA PERCAYA kepada Tuhan.

APLIKASI

  1. Ketika menghadapi masalah, Anda lebih sering meragukan janji Tuhan atau percaya pada Firman-NYA?
  2. Bagaimana Anda akan mempercayai Tuhan dalam setiap pergumulan yang sedang Anda hadapi?

DOA UNTUK HARI INI

Bapa ujilah hati kami, biarlah senantiasa kami memiliki hati yang bisa percaya kepada janji Firman-MU, sebab kami tahu ya Bapa itulah yang Engkau suka. Dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN

Ayub 24-28