Hati Yang Didominasi Kasih Agape

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Roma 5:1-11

RHEMA HARI INI
Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Banyak pernikahan yang belakangan ini harus berakhir dengan perceraian karena satu dan lain hal. Alasan terbesar adalah tak lagi saling mencintai dan timbul konflik baru. Kedengarannya klise, namun demikian adanya hubungan yang tak lagi penuhi dengan cinta tulus dan saling menerima. Kisah cinta pasangan Bill dan Glad adalah salah satu inspirasi. Pasangan kakek nenek ini sudah saling mengenal sejak kecil dan memutuskan menikah. Dalam perjalanan pernikahan yang termakan usia, mereka tetap hidup saling mencintai, memiliki anak-anak hingga cucu-cucu yang lucu. Hingga tiba pada masa dimana Glad, sang istri terserang penyakit Alzheimer yang membuatnya tak mampu merawat suaminya dan bahkan dirinya sendiri. Beruntungnya Glad, ia memiliki suami yang tulus dan setia mencintainya. Dengan sabar, Bill melakukan semua hal yang dibutuhkan Glad. Bill mulai mengambil alih tugas seorang istri dan merawat Glad dengan tulus, mulai dari menyuapinya makan, mengganti pakaian, menyikat gigi dan melakukan aktivitas lainnya.

Dalam kesehariannya, Bill kerap membawa Glad berkeliling dengan sepeda becaknya. Bill tak pernah ketinggalan mengisi kebahagiaan bersama seperti masa muda yang pernah mereka lewati. Bagaimana Bill kerap bersepeda menempuh jarak sejauh lima kilometer untuk menjemput Glad dari salon. Ia menyadari di tengah kondisi sang istri yang mengalami gangguan ingatan itu, kehadirannya sangat dibutuhkan. “Aku mengerti Tuhan meletakkan cintanya di hatiku. Dan karena aku tahu Tuhan mencintaiku begitu besar, begitupun aku mencintai istriku tersayang,” tutur Bill. Ia menyadari bahwa di sepanjang perjalanan pernikahan mereka, Glad sudah melakukan banyak hal bagi Bill. Dan ini adalah saat bagi Bill untuk membalas cinta Glad sepenuhnya. “She’s my Princess, I’m her William,” ucap Bill yang sontak menciptakan tawa ringan di raut wajah Glad. Sumber : Vemale.com/jawaban.com/ls

Dibalik keterbatasan dari salah satu pasangan ini, ada tumbuh cinta yang tulus. Kadang kita kehilangan definisi dari mencintai yang sesungguhnya, sehingga tak sedikit pasangan kehilangan cinta dalam hubungan. Mari belajar memaknai cinta yang sesederhana ini dalam perjalanan pernikahan Anda, sebab hubungan berbicara soal menerima dan memberi.

RENUNGAN
Kita bisa MENGERTI, MEMAHAMI, dan MELAKUKAN seperti Tuhan Yesus hanya saat hati kita DIDOMINASI KASIH AGAPE.

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksud dengan kasih Agape?
2. Mengapa Anda memerlukan kasih Agape dalam keluarga Anda?
3. Bagaimana Anda bisa menumbuhkan kasih Agape dalam diri Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih atas kasih-Mu yang besar atas hidup kami. Bapa, penuhi hati kami dengan kasih-Mu yang tak bersyarat. Biarlah kami bisa mengasihi pasangan dan setiap anggota keluarga kami dengan kasih Agape-Mu, agar kami pun dapat menjadi keluarga yang memancarkan terang kasih-Mu bagi orang-orang yang melihat hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.