Hidup Yang Dinaungi Kuasa Kristus

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
2 Korintus 12:1-10

RHEMA HARI INI
2 Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

“Aku akan membuatmu bangga, Ayah!” seru seorang anak sambil meminta ayahnya duduk diam di sampingnya. Saat itu sedang diadakan kompetisi Lego babak final dengan sepuluh peserta dengan rentang usia enam sampai delapan tahun. Babak ini sangatlah spesial dan juga tersulit. Mereka harus membuat bangunan terbesar, termegah, dan terindah dari susunan Lego. Para peserta pun diperbolehkan untuk meminta bantuan ayah atau ibu mereka. Seperti anak di atas, kebanyakan anak terlihat antusias. Beberapa anak bahkan tampak sibuk memberikan instruksi atau berdebat dengan orangtua mereka. Namun, salah satu anak bernama Niko tampak terdiam di hadapan serakan Legonya.

“Kenapa kamu tidak mulai, Nak? Kamu tidak bisa membuat bangunan dari Lego?” tanya sang ayah. Niko menggelengkan kepalanya, “Tidak, Pa. Niko bisa. Tapi Papa pasti bisa bikin yang lebih bagus. Papa kan arsitek!” Mendengar jawaban itu, ayah Niko tersenyum dan mulai menuntun anaknya menyusun balok-balok Legonya langkah demi langkah. Tak sekali pun Niko membantah atau berusaha menambahkan idenya sendiri. Hasilnya, sungguh bangunan Lego yang terbesar, termegah, dan terindah.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita pun memiliki Bapa yang lebih dari sanggup untuk membawa kita ke dalam hidup berkemenangan. Namun, seperti kebanyakan anak dalam cerita di atas, tanpa sadar kita merebut ruang bagi kuasa Allah untuk bekerja atas kita. Kita perlu menjadi seperti anak kecil yang percaya kepada ayahnya, seperti tanah kering yang hanya bisa menantikan turunnya hujan, atau seperti ranting yang hanya bisa menerima nutrisi dari batang pohon dan menghasilkan buah pada waktunya. Hanya dengan hati yang sepenuhnya bersandar dan bertumpu kepada Tuhan, dengan menerima serta mengakui segala kelemahan kita, dengan melepaskan semua kebanggaan hidup, kita baru dapat melihat bagaimana kuasa Tuhan bekerja di dalam dan melalui hidup kita, menjadikan kita raksasa rohani yang penuh kuasa-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
BERGANTUNGLAH SEPENUHNYA kepada Tuhan, jika kita rindu hidup kita DINAUNGI KUASA KRISTUS

APLIKASI
1. Apakah yang dimaksud dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan?
2. Mengapa Anda perlu dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat memiliki hati yang sepenuhnya bergantung pada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, ajarilah kami untuk memahami bagaimana sesungguhnya hidup yang bergantung kepada-Mu. Buatlah kami menyadari bahwa tanpa-Mu, kami bukanlah apa-apa. Bahkan, kami tidak mau menjadi apa-apa tanpa-Mu. Biarlah kuasa-Mu saja yang bekerja atas segala kekurangan dan kelemahan kami, agar hidup kami pun boleh menjadi kesaksian yang hidup bagi kebesaran-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.