Hubungan Antara Kasih Dan Ketaatan

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
1 Yohanes 5:1-15

RHEMA HARI INI
1 Yohanes 5:3a Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.

“Memangnya kenapa nggak boleh, Pa?” tanya Nina ketika ayahnya melarangnya jajan es di sekolah. Ayahnya menjawab, “Makan es itu nggak baik, Nina.” Sedikit merajuk, Nina membalas, “Satu saja kan nggak apa-apa, Pa.” Mendengar itu, ayah Nina berkata, “Kalau kamu sayang Papa, kamu nurut kata-kata Papa, ya.” Untuk sesaat Nina terdiam, lalu ia mengangguk dan memeluk ayahnya. Hari-hari selanjutnya, Nina menahan diri untuk tidak jajan es. Setiap kali melihat teman-temannya membeli es lilin, es serut, ataupun es teh manis, tentu saja ia tergoda. Namun, ia selalu membayangkan ayahnya dan juga perkataannya. Rasa sayang pada sang ayah timbul di hatinya dan tekadnya pun kembali kuat. Tanpa sepengetahuan Nina, ayahnya mengawasinya. Ia mencari informasi dari guru-guru dan pegawai kantin. Betapa senang hatinya, saat ia mendapati anaknya benar-benar mentaati perintahnya. Meskipun ulang tahun Nina masih lama, tetapi ia mempersiapkan hadiah spesial, yang ia tahu akan membuat anaknya itu melonjak kegirangan.

Sering kali, kita mendapati perintah-perintah Tuhan tidak sesuai dengan keinginan hati kita. Saat kita disakiti, Tuhan meminta kita untuk mengampuni. Bahkan Tuhan memerintahkan untuk mengasihi musuh kita. Sewaktu kita ingin menabung, Tuhan malah ingin kita menabur. Padahal kita sedang berkekurangan, tetapi Tuhan mendorong kita untuk memberi. Semua terasa tidak masuk akal, dan mungkin menyakitkan.

Namun, seperti Nina yang teringat akan ayahnya, ketika kita teringat Allah, akan kasih dan kebaikan-Nya, dan saat kasih kita kepada-Nya mengalir di hati kita, semua ketidakrelaan kita pun akan tersingkirkan. Dorongan untuk menuruti keinginan hati kita tergantikan dengan keinginan untuk melakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan. Itu sebabnya, mustahil untuk mentaati Allah tanpa mengasihi-Nya. Dan mustahil untuk tidak mentaati-Nya bila kita mengasihi-Nya. Saat Tuhan melihat kasih kita, bagaimana mungkin Dia tidak mencurahkan mujizat keuangan besar-Nya atas hidup kita? (MV.L)

RENUNGAN
LEVEL KASIH kita kepada Tuhan menentukan LEVEL KETAATAN kita terhadap PERINTAH-NYA.

APLIKASI
1. Menurut Anda, sudah seberapa taatnya Anda kepada perintah-perintah yang Tuhan berikan?
2. Mengapa level ketaatan kita ditentukan oleh level kasih kita kepada Tuhan?
3. Bagaimana Anda dapat meningkatkan level kasih Anda kepada Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau telah terlebih dahulu mengasihi kami, sehingga kami dapat mengasihi-Mu. Bapa, ampuni kami apabila masih ada perintah-perintah-Mu yang masih belum kami taati. Penuhilah hati kami dengan kasih-Mu, ya Tuhan, agar kami dapat mentaati setiap perintah-Mu dengan sukacita. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.