Jadilah Kuat Dan Layanilah Tuhan

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Hagai 2:1-9

RHEMA HARI INI
Hagai 2:4b-5 Kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!

”Ma, aku tunggu di luar ya, kamu jangan lama-lama nanti pulangnya.” Kata Andre pada Lusi istrinya. Cemberut dan bersungut-sungut, Andre meninggalkan ruang ibadah menuju ke kantin. Lusy menghela nafas dan merasa tidak enak. Setiap kali pendeta berkotbah tentang persepuluhan atau benih profetik, suaminya selalu kesal. Seperti kali ini, di tengah kotbah Andre meninggalkan ruangan. Menurut Andre, buat apa memberi persepuluhan ataupun menabur benih profetik, bila kebutuhan rumah tangga saja masih kurang. Ini sesuatu yang konyol dan tidak masuk akal. Pernah beberapa minggu Andre tidak mau ke gereja karena tema bulan itu adalah menabur benih profetik.

Seringkali sulit untuk menyampaikan kebenaran. Gembala kita bapak Obaja pun mengalaminya. Saat Tuhan bukakan pentingnya mengembalikan persepuluhan dan menabur benih profetik, tidak mudah bagi beliau untuk menyampaikan kepada jemaat. Bagaimana jika nanti timbul prasangka-prasangka negatif dan suara-suara sumbang? Bagaimana jika jemaat tdak suka dan tidak mau lagi datang ke gereja? Sungguh suatu pergumulan bagi pak Obaja. Namun akhirnya Roh Kudus ingatkan, bila pak Obaja sayang jemaat dan ingin agar mereka diberkati, maka ia harus sampaikan pada jemaat. Itulah bagian pak Obaja dan Roh Kudus yang bekerja memberikan tanda-tanda mujizat. Kesaksian demi kesaksian tentang mujizat pemulihan keuangan membanjiri gereja kita.

Apapun tantangan yang kita hadapi, jangan takut Keluarga Allah. Kuatkan hatimu para Staff Gembala, kuatkan hatimu para Fulltimer, kuatkan hatimu semua pelayan Tuhan dan para KKS, kuatkan hatimu, hai semua jemaat Keluarga Allah. Bekerjalah sebab Tuhan tidak mau kita tinggal diam, tapi bergerak dan bekerjalah melayani Tuhan. Dia berjanji Roh Kudus-Nya akan tetap tinggal di tengah-tengah kita. Di tengah-tengah ibadah kita, di tengah-tengah departemen, di tengah-tengah perintisan, di tengah-tengah pelayanan dan di tengah-tengah komsel kita. Api Roh Kudus yang telah dinyalakan akan memberi kita keberanian dan kuasa untuk membawa obor kegerakan, great revival, sampai ke ujung bumi.

RENUNGAN
Jangan takut, jadilah KUAT dan LAYANILAH TUHAN, Roh Kudus akan MENYERTAI kita.

APLIKASI
1. Kesulitan apa yang membuat Anda gentar dalam pelayanan atau kehidupan Anda?
2. Apa yang Anda rasakan setelah menerima pencurahan Roh Kudus?
3. Mengapa Tuhan mau kita semua bekerja?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus terima kasih atas Roh Kudus-Mu yang telah kau curahkan secara luar biasa atas kami. Hati kami menyala dan dikuatkan. Apapun tantangan dan kesulitan yang sedang kami hadapi, kami percaya bersama dengan Roh Kudus, kami mampu hadapi dan keluar sebagai pemenang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.