Jangan Jadi Orang Yang Kuatir!

RHEMA HARI INI
Matius 6:31-32 “31Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.”

Suatu hari seorang misionaris di Afrika bekerja keras untuk menolong seorang ibu di sebuah bangsal rumah sakit; tapi ibu itu meninggal dan meninggalkan bayi premature yang sangat mungil serta seorang anak perempuan usia 2 tahun yang menangis. Mereka juga tidak punya makanan khusus bayi. Sang misionaris itu khawatir bagaimana untuk menolong keluarga itu. Misionaris itu mengajak anak-anak yang bersamanya untuk berdoa. Selama berdoa, seorang gadis usia 10 tahun, berdoa dengan doa singkat seperti anak Afrika. “Tolong, Tuhan” dia berdoa, “kirimkan botol air. Tidak baik besok, Tuhan, karena bayinya bisa mati, jadi tolong kirim sore ini.” Dia menambahkan, “Dan saat Engkau mengirimkan botol air itu, maukah Engkau mengirimkan juga boneka untuk gadis kecil itu, supaya dia tahu bahwa Engkau sungguh mengasihinya? ” Menjelang sore, ketika misionaris itu sedang mengajar di sekolah pelatihan perawat, sebuah parcel dikirimkan dengan mobil didepan pintu rumahnya. Parcel itu dibuka dan dia menemukan botol air panas karet. Sambil mengobrak-abrik bagian bawah kotak, dia menarik sesuatu yang mungil, boneka bergaun indah.Akhirnya kekhawatiran misionaris tersebut tidak terbukti. Ternyata parcel ini telah dipersiapkan dan dikirim 5 bulan lalu. Dibungkus oleh Siswa Kelas Hari Minggu sang misionaris, yang mana saat mempersiapkan parcel itu, Tuhan telah memerintahkannya juga untuk mengirimi botol air panas walaupun di daerah Tropis. Lalu salah satu dari siswa sang misionaris juga telah memberikan boneka untuk dikirimkan ke anak Afrika – Dan itu semua terjadi 5 bulan sebelumnya, sebagai jawaban dari doa seorang anak gadis 10 tahun untuk membawanya “sore itu”.
Tidak peduli siapakah kita. Apakah orang pintar, bodoh, kaya, miskin, tua atau muda. Semuanya punya kekuatiran. Yang bodoh kuatir karena banyak hal yang tidak ia ketahui, yang pintar kuatir karena ia tahu terlalu banyak hal. Yang miskin kuatir karena ia merasa tidak cukup dan yang kaya kuatir karena ia takut kehilangan. Yang tua kuatir karena harus menghadapi maut dan yang muda kuatir karena harus menghadapi masa depan. Dalam bukunya yang berjudul Laugh Again (Tertawa Lagi), Charles Swindoll mendefinisikan kekuatiran sebagai “kegelisahan yang berlebihan akan suatu hal yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi”. Riset oleh majalah Christiantianity Today menunjukkan bahwa 38% orang kuatir tentang pekerjaan/karir; 22% tentang uang; 10% karena anak; dan 9% kesehatan. Pekerjaan dan uang itu saling berkaitan karena kita bekerja untuk uang, jadi bisa dikatakan hampir 60% orang kuatir tentang uang. Seiring dengan peningkatan kemakmuran, maka kadar stress dan kekuatiran juga akan meningkat. Masa depan bisa menjadi sesuatu yang menakutkan. Sesuatu yang belum diketahui dapat mencekam, terutama ketika hal yang diketahui saat ini diliputi begitu banyak perjuangan. Itulah sebabnya, kita harus mempercayai janji Allah. Tidak ada orang yang kuatir yang bisa bahagia. Selama kekuatiran masih menguasai hatinya, dia tidak mampu untuk menikmati kebahagiaan yang sejati dalam hidupnya. Orang yang kuatir, tidak bahagia. Orang yang tidak bahagia, sulit membangun keluarga bahagia. Itu sebabnya JANGAN JADI ORANG YANG KUATIR! (ABU)

RENUNGAN
Orang yang kuatir, tidak bahagia. Orang yang tidak bahagia, sulit membangun keluarga bahagia. Itu sebabnya JANGAN JADI ORANG YANG KUATIR!

APLIKASI
1. Apakah yang Anda kuatirkan saat ini ?

2. Apa yang Anda lakukan agar kekuatiran itu hilang ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa kami tidak ingin hidup dalam kekuatiran karena itu menghambat kebahagian dalam hidup kami. Amin