JANGAN MEMBATASI CARA KERJA TUHAN

RHEMA HARI INI

1 Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Dalam kitab Yohanes diceritakan mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus di Kana. Waktu itu Yesus sedang berada dalam suatu pesta perkawinan. Di tengah pesta masih berlangsung, anggur sajian bagi para tamu mulai habis. Para pelayan pun menjadi panik. Maria, ibu Yesus yang mengetahui hal itu segera memberitahukannya kepada Yesus. Maria lantas meminta para pelayan untuk menuruti apapun nanti yang dikatakan Yesus. Maka, sesuai perintah Yesus, para pelayan itu pun patuh mengisi enam tempayan dengan air. Setelah enam tempayan yang penuh air itu dibawa ke pemimpin pesta, ia memuji mempelai laki-laki karena mereka mampu terus menyediakan anggur yang baik bagi para tamu.

Desa Kana masuk di wilayah Galilea dan merupakan tanah milik suku Asyer. Kana terletak jauh dari Yerusalem yang merupakan pusat kota. Di desa kecil ini justru mujizat Yesus bisa diterima dengan mudah oleh banyak orang. Orang Kana adalah orang sederhana yang polos dan jujur. Hal itu sangat berbeda dengan Yerusalem yang dipenuhi dengan banyak pembesar, politikus, dan guru-guru agama yang angkuh. Selain di Yerusalem, mujizat Yesus juga mendapat pertentangan di Nazaret, kota asal Yesus. Meskipun Kana dan Nazaret sama-sama berada di wilayah Galilea, namun masyarakat di Nazaret tidak mau percaya kepada Yesus dan nyata-nyata menolak-Nya. Karena itu di kitab Matius dituliskan bahwa tidak banyak mujizat yang diadakan Yesus di Nazaret.

Pastor Obaja seringkali mengatakan bahwa hanya yang mau percaya dan yang mau terima yang akan mengalami mujizat. Siapa yang mau percaya pasti akan mengalami mujizat. Sebaliknya, siapa yang tidak percaya maka juga tidak akan menerima mujizat. Dalam kisah perjanjian lama, Tuhan bisa menyatakan pertolongan-Nya secara langsung dari tangan-Nya kepada bangsa Israel, dengan menurunkan hujan manna setiap pagi. Jika kita bayangkan, bagaimana roti yang bisa langsung dimakan dapat turun begitu saja dari langit? Jika hanya sekali, mungkin kita bisa menyebutnya sebagai keanehan fenomena alam, tetapi roti ini ini turun dari langit setiap hari selama 40 tahun. Sungguh di luar akal dan logika manusia. Tetapi itulah kuasa Tuhan. Ketika kita tidak membatasi dengan cara bagaimana Tuhan akan bekerja, maka mujizat pertolongan dari atas yang ajaib akan sungguh-sungguh kita alami.

RENUNGAN

Jangan pernah MEMBATASI cara kerja Tuhan dalam mengerjakan mujizat atas hidup kita.

APLIKASI

1. Apakah yang di sebut mujizat itu bagi Anda?
2. Menurut Anda, apa yang menghalangi terjadinya mujizat?
3. Bagaimana Anda akan belajar untuk tidak membatasi cara kerja Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami terlalu percaya bahwa tidak ada sesuatupun yang tidak dapat Engkau lakukan. Tidak ada yang terlalu besar ataupun terlalu sulit untuk Engkau kerjakan. Engkaulah Allah diatas segala kemustahilan. Allah yang akan memberikan pertolongan dari atas bagi kami anak-anak-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Mari bertumbuh dalam Iman bersama Gereja Internet Keluarga Allah!

Ya! Saya Mau Bergabung!