Jangan Takut Untuk Memberi

RHEMA HARI INI
Lukas 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Bapak Agung Indarto adalah salah satu fulltimer GBI Keluarga Allah. Setiap bulan Bapak Agung selalu belajar untuk taat memberikan persepuluhan. Dia menganggap semua itu bukan hanya rutinitas ataupun beban, Bapak Agung percaya bahwa ketika ia memberikan persepuluhan maka hati Tuhan disukakan. Suatu ketika pada awal bulan setelah menerima persembahan kasih, seperti biasanya Bapak Agung selalu membagi-bagi untuk kebutuhan ini dan itu. Namun bulan itu lain dengan bulan-bulan sebelumnya, pada bulan itu jika Bapak Agung memberikan persepuluhan maka uang yang masih dia miliki hanya 200 ribu padahal saat itu masih awal bulan. Otomatis kebutuhan sampai akhir bulan belum terpenuhi. Dalam hati ada dorongan yang kuat untuk memberikan persepuluhan namun Bapak Agung merasa sangat berat jika melihat beban itu. Bapak Agung bergumul dan berdoa supaya dimampukan untuk mengembalikan persepuluhan bagi Tuhan. Waktu itu Bapak Agung ingat Pak Obaja pernah berkata bahwa Tuhan tidak pernah berhutang jadi jangan takut untuk memberi. Imannya semakin diteguhkan ketika dia teringat cerita 5 roti dan 2 ikan yang tersisa 12 bakul. Akhirnya dia berani melangkah untuk tetap memberikan persepuluhan. Setelah berdoa ada dorongan yang kuat untuk membuka salah satu laci di kamarnya, entah kenapa yang dibuka laci sebelah kanan. Kemudian Bapak Agung membuka salahsatu laci tersebut untuk mengambil amplop persepuluhan. Disitu ada beberapa amplop salah satunya amplop persepuluhan dari gereja dan ada salah satu amplop yang berbeda, Bapak Agung merasa heran. Setelah memasukan uang persepuluhan dia penasaran dengan amplop tersebut. Setelah dibuka, tanpa dia pikirkan ternyata didalam amplop tersebut berisi uang yang cukup untuk kebutuhan dia dan keluarganya selama satu bulan. Ketika Bapak Agung bertanya kepada istrinya itu uang siapa, istrinya pun tidak tahu itu milik siapa. Karena selama ini tidak pernah menyimpan uang di laci tersebut. Dan tidak pernah ada yang merasa kehilangan uang waktu itu, baik Pak Agung maupun istrinya. Karena yang tinggal di rumah itu cuma Pak Agung, Istri dan seorang anaknya yang masih berusia 3 tahun waktu itu. Bahkan sampai saat ini tidak ada yang tahu itu uang siapa. Saat itu Pak Agung langsung mengucap syukur dan menangis, karena Tuhan sanggup menjadikan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Begitu cepatnya Tuhan menjawab doanya secara nyata dan ajaib. Dan lebih lagi betul – betul jauh dari apa yang pernah dipikirkan.

Kita bisa lihat ketika Bapak Agung Indarto baru berniat memberi untuk Tuhan. Tuhan sudah sediakan jauh lebih baik dari apa yang dia berikan. Jika kita memberi segenggam maka Tuhan akan mengembalikannya pun juga segenggam. Tapi ingat bahwa segenggamnya Tuhan lebih baik dan lebih besar daripada segenggamnya kita. Sekali lagi jangan takut melangkah untuk menabur diladangnya Tuhan karena tuaian yang kita terima akan lebih besar, tinggi dan gemuk. Tuhan melihat hati kita, ketika kita rela memberikan apa yang sudah seharusnya kita berikan maka Tuhan juga akan rela memberikan apa yang menjadi kebutuhan kita. Waktu terus berjalan dan ketika waktunya Tuhan sudah tiba maka kita akan tercengang-cengang melihatnya. Tuhan Memberkati.

RENUNGAN
Jangan takut memberi! Sebab ketika kita rela MEMBERI, maka Tuhan akan MENGEMBALIKAN dengan takaran yang LEBIH BAIK.

APLIKASI
1. Coba teliti, pernahkah anda merasa takut atau berat hati saat memberi untuk Tuhan ?

2. Komitmen seperti apa yang akan anda lakukan untuk menanggulangi rasa takut tersebut ?

DOA UNTUK HARI INI
Tuhan terkadang kami masih takut atau berat hati dalam memberikan persembahan, tapi kami mau berkomitmen Tuhan untuk berani melangkah memberi yang terbaik karena kami juga akan menerima yang terbaik. Amin