Karya Penebusan Kristus Membawa Urapan Untuk Berkuasa

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Wahyu 5:1-14

RHEMA HARI INI
Wahyu 5:9b-10 karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

Aurelius Augustinus adalah seseorang yang selalu mendukakan ibunya karena kelakuannya yang tidak baik. Ibunya yang saleh terus mendoakannya dan berharap agar Agustinus berubah, tetapi hidup Augustinus semakin rusak, bahkan ia tidak suka dengan Alkitab. Sampai pada suatu hari ketika Augustinus sedang duduk di taman, tiba-tiba ia mendengar suara anak kecil yang sedang bermain mengatakan, “Ambillah dan bacalah!” Suara hatinya mengatakan bahwa yang dimaksudkan itu adalah Alkitab. Entah mengapa saat itu ia mau mengambil dan tepat membuka pada Roma 13:13-14. Hati Augustinus tersentak ketika membaca ayat tersebut. Ia bergumul dengan pikiran dan hatinya.

Peristiwa itu menjadi awal perubahan hidupnya. Perubahan itulah yang telah sekian lama didoakan oleh ibunya. Tak disangka, Augustinus kemudian mantap memutuskan hubungannya dengan dunia. Ia menjual harta miliknya dan dibagi-bagikannya kepada orang-orang miskin. Sejak saat itu kehidupan rohaninya terus bertumbuh luar biasa. Augustinus akhirnya menjadi seorang teolog besar dalam sejarah gereja dan dikenal sebagai Santo Agustinus, seorang bapa gereja yang pandangan teologianya sangat berpengaruh dalam perkembangan Gereja Barat dan filsafat Barat.

Tidak pernah ada yang mengira, Augustinus yang dikenal sebagai seorang Bapa Gereja yang termasyhur dulunya memiliki kehidupan rusak. Ternyata karya penebusan Kristus di kayu salib mempunyai tujuan yang luar biasa. Selain keselamatan dan pembebasan kita dari dosa, karya penebusan Kristus itu juga dimaksudkan untuk mempersiapkan supaya kita menjadi suatu kerajaan, kita menjadi imam bagi Allah kita, dan kita memerintah sebagai raja di bumi. Itulah urapan untuk berkuasa. Sejak semula diciptakan, manusia sudah diurapi Tuhan untuk berkuasa (Kej 1:28). Kuasa itu menjadi tertutup ketika manusia jatuh terbelenggu dalam dosa. Tetapi pada saat Kristus menyelesaikan tugas penyelamatan manusia, belenggu itu telah dilepaskan. Kita sudah dipulihkan dan kembali memiliki urapan untuk berkuasa. Kita dimungkinkan untuk hidup dengan urapan berkuasa lagi. Jadi marilah kita sekarang mulai berani bergerak karena kita adalah Imam dan Raja. Sebagai imam, mari kita bawa jiwa-jiwa yang terhilang kembali pada Yesus supaya mereka diselamatkan. Sebagai Raja, mari kita pancarkan sinar kemuliaan Allah pada dunia dunia yang ada di sekeliling kita.

RENUNGAN
KARYA PENEBUSAN KRISTUS di atas kayu salib BERTUJUAN agar kita hidup dengan URAPAN UNTUK BERKUASA.

APLIKASI
1. Apa sajakah pergumulan Anda saat ini?
2. Apakah Anda menyadari bahwa Kristus telah menebus kita supaya kita hidup penuh kuasa?
3. Apa komitmen Anda untuk melaksanakan tugas sebagai Imam dan Raja yang memerintah?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah menebus kami dari semua dosa kami. Inilah saatnya bagi kami untuk membalas cinta kasihMu yang luar biasa. Urapilah kami dengan Roh KudusMu supaya kami memiliki kuasa untuk melakukan perkara-perkara besar menjadi saksiMu menyelamatkan jiwa-jiwa demi kemuliaan NamaMu. Inilah kami, Imam BagiMu dan Raja yang bertanggung jawab atas lingkungan dimana Engkau tempatkan kami.Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.