Kasih Adalah Mengampuni

RHEMA HARI INI
Lukas 6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Pada hari sabtu itu, saat Asin sekeluarga hendak makan malam keluar, Asin merasakan sebuah firasat tidak enak dan menceritakan hal itu kepada istrinya. “Saat siang sebelum makan malam, suami saya berkata bahwa ia memiliki firasat buruk, tapi ia tidak tahu firasat apa, oleh karena itu saya tidak menghiraukannya. Ketika kami akan pergi makan malam, saya, anak-anak saya dan teman Darwis menunggu suami saya diluar rumah. Namun kami bertanya-tanya, mengapa lama sekali keluar dari rumah. Pada saat itu kami pikir, suami saya sedang mengangkat telepon. Lalu kami masuk kedalam rumah dan melihat kalau ternyata suami saya telah tergeletak dilantai dan telah bercucuran darah.” kata Juliati. Mengetahui sang ayah sudah meninggal dunia, Darwis mengalami kekecewaan yang luar biasa kepada Tuhan. Di dalam kekecewaannya, Darwis mulai mempersalahkan Tuhan dan menganggap bahwa DIA tidak ada dalam dunia ini. Darwis dan Lukas yang masih terluka terhadap kematian ayahnya karena dibunuh dengan kejam merencanakan suatu pembunuhan terhadap pelakunya. Mereka berdua menyewa dua orang misterius untuk melancarkan aksinya tersebut. Hal ini diketahui oleh Ibunya dan dia melarang mereka untuk melakukan aksinya tersebut. Ibunya, Juliati tahu bahwa hak pembalasan adalah haknya Tuhan, bukan manusia. Rasa kecewa dan dendam kepada pembunuh ayahnya yang masih terus tersimpan dalam hati Darwis dan Lukas membuat diri mereka selama bertahun-tahun terkungkung di dalam perilaku-perilaku negatif yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan, yakni merokok. Masih di dalam rasa kekecewaan dan dendam, Darwis dan Lukas menghadiri sebuah persekutuan pemuda dalam waktu dan tempat yang berbeda. Pada pertemuan ibadah tersebut, mereka diperhadapkan dengan sebuah tantangan besar.Pada hari itu, Tuhan menghampiri Darwis dan bertanya, “Darwis, kamu tahu aku siapa?” Darwis menjawab, “Aku ngga mau tahu Tuhan!” Kembali pribadi penuh kasih itu bertanya, “Darwis, kamu tahu tidak aku siapa? Saat itu sebuah pernyataan yang luar biasa Darwis terima, “Saya bukan hanya Tuhan bagi kamu, saya adalah papa bagi kamu.” Kasih Tuhan membuat mereka dapat melepaskan pengampunan atas pembunuh ayah mereka, hingga akhirnya kehidupan mereka dipulihkan dan dapat merasakan kasih dan sukacita dari Tuhan kembali. Saat ini, Darwis dan seluruh keluarga sudah dapat mengampuni pembunuh tersebut dan tidak hanya itu saja, mereka telah menjadikan Tuhan Yesus bukan hanya Tuhan dan juru selamatnya, tetapi juga adalah Bapa mereka untuk selama-lamanya.

Tuhan Yesus telah mewujudkan kasih yang nyata bagi manusia dengan menebus dosa manusia. Tuhan telah mewujudkan kasih yang nyata dengan cara memberikan pengampunan terhadap dosa manusia. Pengampunan membuat kita mampu melihat diri kita sendiri, orang lain, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita sebagaimana adanya. Pengampunan tidak berarti menyangkal, tidak ambil pusing, mengecilkan, berpura-pura atau tidak menganggap serius apa yang telah dilakukan orang lain terhadap kita atau penderitaan yang kita tanggung karena tindakan itu. Kalau kita mengampuni, kita membuat diri kita sendiri mampu melihat luka-luka serta bekas-bekas luka dalam diri kita seperti adanya. Pengampunan berarti bahwa kita tidak mau lagi membalas orang-orang yang bersalah kepada kita. Pengampunan adalah kemerdekaan sejati. Pengampunan membebaskan hidup kita. Marilah kita menyatakan kasih dengan mengampuni. (ABU)

RENUNGAN
Kasih yang NYATA adalah kasih yang MENGAMPUNI. Kalau Anda punya KASIH maka Anda akan mudah MENGAMPUNI.

APLIKASI
1. Apakah anda sudah mewujudkan kasih nyata dengan mengampuni, renungkan ?
2. Pemulihan apa yang anda alami ketika anda memutuskan untuk mengampuni ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa dalam nama Yesus, ajar kami untuk mewujudkan kasih yang nyata dengan mengampuni orang lain yang mungkin pernah menyakiti kami. Amin