Keluarga Saya Dipulihkan!

Saya sangat merindukan KKR 10 hari ini segera diadakan karena pada KKR tahun yang lalu, tepat sebulan setelah KKR saya mendapatkan jawaban atas doa saya. Pergumulan saya adalah Tuhan memulihkan keluarga kami karena saat itu suami saya sudah meninggalkan Tuhan selama 4 tahun dan saya minta Tuhan mengembalikan suami saya ke jalan Tuhan. Dan tepat satu bulan setelah saya ikut KKR, Tuhan mengembalikan suami saya. Sebelumnya, dia tidak pernah mau kalau saya ajak ke gereja, bahkan masuk ke gereja pun dia tidak mau. Kemudian Tuhan memanggilnya dan dia memiliki keinginan untuk belajar Alkitab sehingga dia masuk ke sekolah Teologia. Saya bersyukur karena saya hanya berkata, “Kamu, kalau tidak bisa tidur, baca saja Alkitab. Dimanapun kamu ingin membacanya.” Sebelumnya dia tidak mau mencobanya. Tapi Tuhan betul-betul memulihkannya sehingga lama-lama dia belajar membaca Alkitab. Ketika membuka Alkitab pertama kali, ayat yang dibacanya sungguh-sungguh menegur dia. Sejak itu dia menjadi penasaran dan rindu terus membaca Alkitab. Dan saat itu saya berjanji di hadapan Tuhan, “Tuhan, kalau Engkau ijinkan kami bersama-sama pergi ke gereja maka kami berdua akan baptis.” Dan hal itu saya nyatakan pada tanggal 25 Desember kemarin kami sama-sama dibaptis.

KKR ini sangat saya nantikan, karena beberapa waktu kemarin Tuhan membukakan masa lalu suami saya selama 4 tahun dia meninggalkan Tuhan dan yang menjadi pergumulan keluarga kami. Waktu itu Tuhan berkata, “Suamimu harus keluar dari pekerjaannya.” Saya terkejut sekali karena saya masih membutuhkan pekerjaan suami untuk mendukung kehidupan keluarga kami. Tuhan berkata, “Kamu harus bicara. Suami kamu harus keluar dari pekerjaannya.” Saya berkata, “Tuhan, jangan sekarang. Paling tidak Tuhan tunjukkan dulu apa yang sudah Tuhan siapkan bagi keluarga kami.” Tapi Tuhan luar biasa sekali. Ketika saya menolak, Tuhan menuntun saya terus sehingga dia bisa keluar dari pekerjaannya. Dan teguran Tuhan itu luar biasa. Dua bulan yang lalu suami saya jatuh dan mengalami pendarahan. Saya berkata, “Ini adalah teguran Tuhan yang paling berat. Kalau Tuhan sudah mengingatkan supaya kamu keluar dari pekerjaanmu, ini saatnya kamu keluar.”

Hari pertama saya ikut KKR ini saya dilawat Tuhan dengan luar biasa. Beberapa hari ini saya sering menolak apa yang dikatakan Tuhan. Saat saya dilawat, saya hanya mengangguk-anggukkan kepala terus menerus dan menggeleng-gelengkan kepala. Saya bertanya pada Tuhan arti semua itu. Dan Tuhan menjawab, “Karena kamu sering menolak apa yang Aku katakan kepadamu dan engkau selalu mengiyakan apa yang menjadi keinginan suamimu yang bertentangan dengan kehendakKu.” Saya berkata, “Baik, Tuhan, apa yang Engkau kehendaki untuk saya lakukan maka akan saya lakukan.”

Hari ke dua KKR sungguh luar biasa. Seolah-olah berkat dicurahkan dari langit banyak sekali. Saya seperti sedang membawa keranjang dan keranjang itu saya penuhi dengan berkat-berkat itu. kemudian Tuhan berkata, “Ayo bagikan pada orang lain!” Kemudian tangan saya bergerak seolah-olah sedang membagi-bagikan sesuatu. Kemudian Tuhan berkata, “Ayo ajak banyak orang datang kepadaKu.” Kemudian tangan saya bergerak seolah-olah sedang mengajak orang banyak untuk datang. Kemudian saya berkata pada Tuhan, “Tuhan, kalau Engkau ingin pakai aku, pakai aku semaksimal mungkin Tuhan supaya menjadi berkat bagi orang lain.”

Selesai lawatan saya menunggu suami saya, tanpa sadar tubuh saya bergerak lagi. Bahkan sampai pulang tangan saya masih bergerak-gerak sendiri. Seharusnya saya yang setir mobil tapi tidak bisa karena tangan saya tidak mau berhenti bergerak. Ketika suami saya memegang tangan saya, ganti badan saya yang bergerak-gerak.

Hari Senin, yang berkhotbah adalah Bu Guntur, di situ dia berkata bahwa kalau kita kehilangan sukacita ilahi, kita akan merasakan mudah menyerah, mudah putus asa, dan kehilangan kekuatan. Saat itu saya menangis, “Tuhan, ampuni saya karena beberapa hari ini ketika ujian Kau ijinkan datang, aku kehilangan kekuatan karena saya merasa lelah.” Tapi Tuhan luar biasa, saya diberi kekuatan yang baru. Akhirnya pada waktu lawatan, ada sukacita yang luar biasa. Saya tertawa terus menerus sampai saya memukuli tangga terus menerus karena saya belum pernah tertawa terpingkal-pingkal seperti itu. Kemudian saya merasakan Tuhan membelai kepada saya dan berkata, “Sudah, kamu jangan khawatir, Aku memberkati, semua doamu sudah Aku jawab, kamu tinggal menunggu waktuKu.” Saya bersyukur ada damai dan sukacita dalam hati saya. Keesokkannya, Pdt. Obaja menyampaikan lagi supaya kita tetap bersukacita. Tuhan memberi sukacita yang melimpah kemudian saya ambil dan saya letakkan di dada. Tuhan berkata, “Jangan simpan sukacita itu sendiri. Semua jemaat yang ada di sini juga harus mendapat sukacita. Harus kamu bagikan.” Tangan saya bergerak-gerak seolah-olah sedang membagikan dan badan saya berputar sampai saya capai. Saya berkata, “Tuhan, terima kasih buat sukacita yang sudah Tuhan taruh dalam hati saya.”

Hari berikutnya saya mendapat lawatan lebih lagi. Pdm. Samuel Dudy berkata, “Jangan membuka celah dosa di dalam pikiranmu.” Saya bertanya pada Tuhan mengapa Pak Samuel berkhotbah seperti itu. Ternyata Tuhan sedang memberkati saya, tangan saya bergerak seolah-olah Tuhan sedang mengikatkan tali di kepala saya. Kemudian saya memukul-mukul kepala dan bertanya pada Tuhan mengapa saya melakukan hal itu. Tuhan menjawab, “Aku akan menutup celah dosa di dalam kepalamu, telingamu, mulutmu dan hatimu. Aku akan mempertajam telingamu untuk lebih peka mendengar suara Tuhan dari dalam hatimu, pikiranmu akan penuh dengan hikmat dan hatimu akan penuh dengan sukacita dan mulutmu akan memuji-muji Aku.” Yang ingin saya sampaikan di sini supaya menjadi berkat bagi banyak orang adalah sukacita dan damai sejahtera yang Tuhan berikan ketika pencobaan itu datang akan memberikan kekuatan 10 ribu kali lipat bahkan lebih. Puji Tuhan.

Ibu Zefanya