Keraguan Yang Membawa Malapetaka

BACAAN HARI INI
Yakobus 1:2-8

RHEMA HARI INI
Yakobus 1:6-7 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.

Hati Ayu sangat  bergejolak ketika mendengar khotbah tentang mengampuni dalam ibadah Minggu pagi itu. Hati kecil Ayu sebenarnya tahu, apa yang dikatakan bapak Gembala itu benar, bahwa ia harus melepaskan pengampunan jika ingin pernikahannya dipulihkan. Ayu menyimpan sakit hati yang mendalam pada Jimmy suaminya. Sifat Jimmy yang over protektif dan sinis, membuat Ayu sering menerima kata-kata yang tidak sepantasnya, dan hal itu begitu melukai hatinya. Sebenarnya Ayu ragu-ragu, apa mungkin suaminya bisa berubah? Apa mungkin pernikahannya bisa dipulihkan? Tapi Ayu memutuskan untuk mencoba taat dan berusaha mengampuni suaminya. Sekarang ia lebih banyak mengalah dan terus mendoakan suaminya.

Perubahan atmosfer rumah tangga perlahan mulai dirasakan Ayu, dan ia sangat bersyukur karenanya. Tapi rasa senang Ayu tidak bertahan lama, Jimmy kembali berulah, apa pun yang dilakukan Ayu selalu mendapat kecaman pedas. Bahkan kata-kata Jimmy makin tajam menusuk hati Ayu. Perkataan sahabatnya mendadak terngiang di telinganya, “Percuma, Yu. Suamimu itu tidak akan bisa berubah. Dia manis hanya kalau ada maunya.” Sontak emosi Ayu naik, ia langsung mengeluarkan semua kekesalan dan sakit hatinya pada Jimmy. Pertengkaran hebat pun terjadi, dan kali ini sungguh-sungguh berakhir dengan kesepakatan untuk berpisah.

Orang yang bimbang hatinya, mudah sekali di ombang-ambingkan perasaan. Inilah musuh iman yang kedua, keraguan. Sekian persen percaya firman, tapi sekian persen lagi tidak percaya. Mungkin awalnya iman kita begitu berkobar, kita mengalami ledakan iman dan mujizat terjadi. Tapi ketika badai kembali datang, keraguan mulai masuk. Dalam sekejab, keraguan bisa membuat mujizat jadi malapetaka. Dalam sekejab kemenangan berubah jadi kekalahan. Firman Tuhan dalam bacaan kita hari ini jelas mengatakan, berbahagialah bila kita jatuh dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab ujian iman akan menghasilkan ketekunan. Inilah seharusnya sikap hati kita, jangan menyerah pada pencobaan tapi makin bertekunlah. Jangan biarkan keraguan memasuki hati kita, keraguan dan kebimbangan adalah pencuri berkat dan mujizat dalam hidup kita. Kalahkan keraguan dengan perkatakan firman Tuhan, dan iman kita akan bangkit kembali sampai terjadi ledakan demi ledakan iman dalam hidup kita.

RENUNGAN
KERAGUAN dapat membuat mujizat menjadi MALAPETAKA dan kemenangan menjadi KEKALAHAN.

APLIKASI
1.    Adakah keraguan dalam hati Anda saat ini? Apa yang Anda ragukan?
2.    Jika Anda mengingat kembali, mujizat dan kebaikan Tuhan apa yang telah Anda alami? Masihkah Anda meragukan janji Tuhan?
3.    Apa yang akan Anda lakukan agar keraguan tidak masuk kembali dalam hati Anda?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa, urapi kami dengan pewahyuan yang baru tentang janjiMu yang tak pernah berubah. Kami mau memiliki hati yang selalu percaya dalam setiap musim hidup kami. Tolong kami untuk mengusir keluar setiap keraguan yang datang dalam hati kami. Terima kasih Bapa, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.