Kotbah Minggu: Angin Roh Kudus #5

The Wind of the Holy Spirit #5
THE WIND OF PEACE
ANGIN DAMAI SEJAHTERA

[pvg list=”ark5″]

Play Audio:

Pdt. Obaja Tanto Setiawan – The Wind Of The Holy Spirit #5

Catatan Kotbah

Saya percaya bahwa The Wind of the Holy Spirit atau Angin Roh Kudus sedang berhembus di tengah-tengah kita. Di Yehezkiel 37 kita bisa melihat bahwa ketika angin Roh Kudus itu berhembus, maka tulang-tulang yang sudah kering dan mati itu, dihidupkan kembali, bahkan menjadi suatu tentara yang sangat besar!!! Kuncinya adalah nafas hidup – Ini yang saya sebut dengan ‘Angin Roh Kudus’!!!

Saya percaya GELOMBANG ANGIN ROH KUDUS kelima YANG TUHAN HEMBUSKAN di tengah-tengah kita ADALAH the wind of peace atau ANGIN DAMAI SEJAHTERA!!!

I. HIDUP BEBAS DARI KEBENCIAN, KEMARAHAN, DAN KEKECEWAAN.

SALAH SATU PENGHAMBAT KEMAJUAN KITA ADALAH KEBENCIAN, KEMARAHAN, KEKECEWAAN. Salah satu hal paling utama yang digunakan Setan untuk membuat kita berhenti maju dan bertumbuh rohani adalah tersinggung, kepahitan, benci, dan tidak mengampuni. Sewaktu roh kita dipenuhi hal-hal seperti ini, maka kita tidak bisa bertumbuh rohani.

Itu sebabnya kita perlu belajar membuang kebencian, kemarahan dan kekecewaan itu dari hati kita. KITA PERLU BELAJAR MENGALAHKAN KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN, dan tidak membiarkan hidup kita dikendalikan oleh perasaan, sehingga kita kalah oleh kejahatan.

Jangan mau kalah dengan kebencian! Jangan mau dijajah oleh kemarahan! Jangan mau dibuat gelap mata oleh kekecewaan! Inilah ciri-ciri pahlawan Tuhan: bisa membuang kebencian, kemarahan dan kekecewaan dari hati kita!!! Tidak kalah dengan kejahatan, tapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan!

Kesaksian: Pak Obaja adalah orang yang sudah belajar untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

SAAT KITA PENUH DENGAN ROH KUDUS, KITA BISA MENGENDALIKAN PERASAAN DI BAWAH KONTROL ROH KUDUS.

Saat kita sedang ‘bad mood’ (suasana hati jelek), kita BISA MEMILIH untuk tetap bersikap baik kepada orang-orang di sekeliling kita, dengan pertolongan Roh Kudus. Saat kita kecewa, kita BISA MEMILIH untuk mengampuni orang yang melukai kita itu, dengan pertolongan Roh Kudus. Saat kita marah, kita BISA MEMILIH untuk mengendalikan amarah kita, bahkan berdoa serta memberkati orang tersebut, dengan pertolongan Roh Kudus.

Jadi kalau kita mempunyai MOTIVASI YANG CUKUP, maka kita BISA mengendalikan perasaan kita. TERLEBIH LAGI DENGAN PERTOLONGAN ROH KUDUS, MAKA YANG MENGENDALIKAN DIRI KITA BUKAN PERASAAN KITA, TAPI IMAN KITA; bukan manusia jasmani kita, tapi manusia roh kita!!!

Inilah rahasia supaya kuasa Tuhan bisa mengalir dalam hidup kita, dan Tuhan bisa memakai kita dalam perkara-perkara besar.

Ini yang dialami oleh Stefanus:

Kisah 7:59-60. MENGAPA STEFANUS HARUS BERDOA: JANGANLAH TANGGUNGKAN DOSA INI KEPADA MEREKA! Kita harus mengerti bahwa kalau kita adalah anak Allah, maka ALLAH TIDAK AKAN MEMBIARKAN BEGITU SAJA KETIKA ANAK-ANAKNYA DIPERLAKUKAN DENGAN SALAH!

Jadi KETIKA SESEORANG BERBUAT JAHAT KEPADA KITA, SESUNGGUHNYA TANPA SADAR, MEREKA SEDANG MEMPOSISIKAN DIRI MEREKA SENDIRI DALAM POSISI YANG BERBAHAYA. TUHAN TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA BEGITU SAJA.

Itu sebabnya Stefanus perlu berdoa supaya orang-orang itu tidak perlu menanggung kesalahan mereka. Karena kalau dia tidak berdoa, maka Tuhan pasti akan bertindak. Demikian pula seharusnya dengan kita, KETIKA ORANG BERBUAT JAHAT KEPADA KITA, MAKA KITA PERLU MENDOAKAN MEREKA SUPAYA MEREKA TIDAK PERLU MENANGGUNG AKIBATNYA, sebab kalau tidak, maka Tuhan pasti bertindak.

Ini juga yang dilakukan oleh TUHAN YESUS ketika Dia disalibkan oleh orang banyak itu: Di kayu salib, Dia berdoa: BAPA, AMPUNILAH MEREKA, SEBAB MEREKA TIDAK TAU APA YANG MEREKA PERBUAT!!!

Inilah pesan Tuhan dalam rangka HUT ke-26 gereja kita ini: Bangkit Para Pahlawan Tuhan!!! Jangan mau kalah dengan kejahatan! Kalahkan kejahatan dengan kebaikan! Jangan mau dikuasai oleh kebencian, kemarahan dan kekecewaan!!! Kalahkan semuanya itu dengan kasih dan pengampunan!!! Dengan cara seperti inilah, hidup kita akan bersinar terang menjadi kesaksian, sehingga melalui hidup kita, banyak pemulihan terjadi, dan banyak jiwa diselamatkan.

II.    SAAT MARAHPUN, KITA BISA MEMILIH UNTUK TIDAK BERBUAT DOSA, BAHKAN BERBUAT BAIK.

Baca Efesus 4:26-27!!! Amsal 29:11  Kita harus menyadari bahwa marah itu sendiri bukan sebuah dosa. Itu sebabnya Alkitab berkata: Apabila kamu marah, jangan berbuat dosa. Jadi ketika kita marah, respon kita menentukan apakah kita berbuat dosa atau tidak. Kita harus belajar untuk berurusan dengan amarah kita secara benar. BAGAIMANA KITA BISA BERURUSAN DENGAN AMARAH KITA SECARA BENAR?
1.  BERBICARALAH KEPADA TUHAN TENTANG AMARAH KITA TERSEBUT.
2. JANGANLAH MATAHARI TERBENAM, SEBELUM PADAM AMARAHMU.
3. BERHENTI BICARA JELEK TENTANG ORANG ITU.

III. MEMBUANG KEBENCIAN, AMARAH DAN KEKECEWAAN SAMA DENGAN MANDATANGKAN BERKAT TUHAN ATAS HIDUP KITA.

Mungkin kita bertanya: Mengapa Tuhan mau kita memadamkan, bahkan membuang amarah kita? Jawabannya sederhana: Membuang kebencian, amarah dan kekecewaan sama dengan mendatangkan berkat Tuhan atas hidup kita.

Kita harus mengerti bahwa kebencian, amarah dan kekecewaan adalah penghalang doa. Jadi ORANG MARAH YANG BERDOA SEBENARNYA BUANG-BUANG WAKTU KARENA DOANYA TIDAK AKAN DIJAWAB.

Hanya dan hanya kalau kita membereskan kebencian, amarah dan kekecewaan kita terlebih dahulu, barulah doa kita akan membuka pintu Surga sehingga jawaban doa dan kuasa mujizat Tuhan dimanifestasikan dalam hidup kita.

Ini yang dialami oleh Ayub ketika dia dalam keadaan susah dan kemudian sahabat-sahabatnya menuduhkan yang tidak-tidak terhadap Ayub.

Pada awalnya, Ayub marah dan kecewa terhadap saudara-saudaranya. Baca Ayub 42:7-10!!!  Perhatikan baik-baik: Sebelum Ayub memposisikan dirinya benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan sama sekali tidak berurusan dengan sahabat-sahabatnya yang sudah berkata tidak benar tentang Ayub. Baru setelah Ayub sadar dan bertobat, maka Tuhan mulai berurusan dengan sahabat-sahabatnya itu.

Ayat 9 Ayub mau membuang semua amarah dan kekecewaannya, serta berdoa supaya sahabat-sahabatnya itu tidak mendapatkan balasan karena kebodohan dan kesalahan yang mereka lakukan. Dan untuk itu semua, Tuhan memberikan upah yang luarbiasa kepada Ayub (ayat 10). Inilah berkat bagi orang yang mau membuang kebencian, amarah, dan kekecewaan dari dalam hatinya: BERKAT 2X LIPAT!!! SUKACITA 2X LIPAT!!! KEMENANGAN 2X LIPAT!!! DAMAI SEJAHTERA 2X LIPAT!!!

Berbuat baik atau dosa saat kita marah adalah suatu pilihan. Jangan sampai kita terlalu lama tenggelam dalam kemarahan tetapi marilah kita buang kebencian itu sehingga berkat Tuhan datang atas hidup kita!!!

Renungan Keluarga Allah (ReKA)

[otw_bm_vc otw_blog_list=”4″]