Kristus Sang Penyembuh Ada Di Dalamku

ReMAKA: Renungan Malam Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
2 Korintus 13:1-10

RHEMA HARI INI
2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Pagi-pagi sekali, saat hendak buang air kecil, Andi merasakan sakit yang amat sangat. Ia akhirnya mengambil inisiatif untuk memeriksakan diri ke dokter. Setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa ia mengidap batu ginjal. Andi sangat terkejut. Kabar tersebut membuatnya tidak bisa tidur, karena memikirkan biaya untuk operasi.

Sampai di satu titik, ia merasa tertantang dengan perkataannya sendiri di kelompok sel bahwa, “Sebagai anak-anak Tuhan kita harus hidup dengan iman.” Ia menyadari kuatir berlebihan hanya akan membuatnya semakin lemah dan kalah. Ia akhirnya mengambil keputusan untuk menolak semua intimidasi dan ketakutan yang menyerangnya, dan percaya bahwa Yesus yang ada di dalam dirinya tidak akan meninggalkannya. Ia terus memperkatakan, “Aku akan sembuh, tidak akan di operasi, Yesus sendiri yang akan menyembuhkanku.” Setelah beberapa hari bergumul bersama Tuhan, akhirnya mujizat kesembuhan sungguh ia terima. Batu tersebut keluar dengan ajaib tanpa harus dioperasi.

Ketika ujian sakit penyakit datang, seringkali reaksi pertama yang keluar dari diri kita adalah kaget, sedih, dan kuatir. Itu adalah reaksi yang normal dan wajar. Tetapi coba selidiki iman kita, apakah kita terus membiarkan iman kita jadi terpuruk dan dikuasai keadaan, atau kita aktifkan iman kita untuk tetap berdiri tegak? Ingat, kita punya Tuhan yang hidup, yang selalu siap bertindak bagi kita. Jangan menjadi lemah, tetapi bangkit dan perkatakan firman Tuhan, serta perkataan profetik yang membangun. Perkatakan, “Jika Allah dipihakku siapa lawanku?! Jika Allah ada di dalamku, siapa lawanku?! Jika Allah ada di dalamku, maka semua penyakit akan mati, segala sel-sel yang tidak normal akan mati, karena Sang Penyembuh ada di dalamku!” Terus deklarasikan sampai firman tersebut jadi nyata, jangan berhenti di tengah jalan. Sebab mujizat besar, termasuk kesembuhan, adalah milik orang yang berdiri dengan kokoh, yaitu orang-orang yang sadar bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri mereka dan akan berjuang bersama mereka sampai garis akhir, sampai mujizat menjadi nyata.

RENUNGAN
MUJIZAT BESAR, termasuk KESEMBUHAN, adalah milik orang yang berdiri dengan KOKOH.

APLIKASI
1. Apa syarat agar mujizat besar, termasuk kesembuhan dapat menjadi milik Anda?
2. Termasuk golongan manakah Anda, orang-orang yang membiarkan dirinya terpuruk atau bangkit dan berdiri kokoh dalam iman?
3. Golongan mana yang menurut Anda lebih baik dan sudahkah Anda berjuang untuk mengikuti yang terbaik?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa, Engkaulah Sang Penyembuh yang sejati, yang selalu ada di dalam kami. Kami menyadari, tenggelam dalam kesedihan hanya akan membuat kami semakin terpuruk. Mulai hari ini, kami akan bangkit, untuk menyatakan kesembuhan kami. Kami akan terus berdiri kokoh diatas dasar kebenaran, yaitu firman Tuhan. Kami percaya mujizat kesembuhan besar sudah kami terima dan menjadi milik kami sepenuhnya. Di dalam Nama Yesus kami berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.