Kuasa Anak-Anak Allah

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Mazmur 8:1-10

RHEMA HARI INI
Mazmur 8:7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:

Reinhard Willi Gottfried Bonnke adalah seorang penginjil asal Jerman yang dikenal karena misi penginjilannya di seluruh Afrika sejak 1967. Pada usia sepuluh tahun, saat sedang mendengarkan kotbah di gereja ayahnya, ia mendengar suara Roh Kudus begitu nyaring dalam hatinya, bahwa ia kelak akan memberitakan injil di Afrika. Sadar akan panggilan Tuhan, Reinhard menjaga pergaulannya, istri yang dinikahinya pada usia 22 adalah perempuan pertama yang diciumnya. Reinhard menjadi pendeta setelah menyelesaikan kuliahnya, walaupun demikian ia bukanlah seorang yang percaya pada mujizat. Ia tidak yakin Yesus masih menyembuhkan orang sampai saat ini. Sampai suatu hari seorang hamba Tuhan dari Zulu, Ricard Ngidi yang datang atas undangannya, melayani disertai dengan tanda-tanda dan mujizat.

Barulah Reinhard menyadari bahwa Tuhan masih mengerjakan mujizat sampai hari ini. Namun kebangkitan pelayanan Reinhard yang penuh kuasa baru terjadi setahun kemudian, ketika ia mengundang seorang hamba Tuhan yang lain yang juga bergerak dalam pelayanan tanda-tanda dan mujizat. Ternyata orang ini malah pergi begitu saja, dengan alasan Roh Kudus menyuruhnya pulang. Padahal sudah banyak jemaat yang berkumpul ingin didoakan kesembuhan. Reinhard yang marah dan merasa dipermainkan lalu berdoa, “Aku ini memang hanya misionaris. Tapi aku ini juga anak-Mu. Aku akan ke gereja dan berkhotbah dan berdoa untuk orang sakit, dan Engkau yang akan melakukan mujizat.” Pagi itu Tuhan memakainya secara luar biasa. Orang buta melihat dan orang lumpuh berjalan. Semua yang hadir dijamah oleh Roh Kudus secara luar biasa. Sejak saat itu kuasa Tuhan nyata dalam pelayanannya. Puluhan juta jiwa dipertobatkan setelah melihat mujizat Tuhan dinyatakan melalui setiap kebaktian dan KKR yang diadakannya.

Bukan hanya Reinhard Bonnke yang bisa melakukan mujizat, namun setiap kita sebenarnya telah diberi kuasa untuk melakukan mujizat. Kuasa itu sudah Tuhan berikan melalui Roh Kudus yang ada di dalam diri kita. Kuasa untuk mengadakan mujizat bukanlah untuk pamer, sombong atau bergaya tetapi supaya kita menjadi saksi Kristus. Tuhan rindu sebanyak mungkin jiwa dimenangkan dan untuk melakukannya diperlukan demonstrasi mujizat besar-besaran. Di tahun mujizat besar inilah saatnya anak-anak Tuhan bangkit dalam kuasa Allah dan mengadakan mujizat. Yang perlu kita ingat adalah semuanya untuk kemuliaan Allah dan keselamatan jiwa-jiwa supaya jangan sampai kita ditolak oleh Tuhan walaupun kita mengadakan banyak mujizat (Matius 7:22-23). Kerjakanlah mujizat supaya semua orang yang melihat mau tidak mau, suka tidak suka, percaya tidak percaya, mengakui bahwa Tuhan Yesus itu hidup dan berkuasa. (PF)

RENUNGAN
Ini saatnya anak Tuhan BANGKIT KEMBALI dalam KUASA ALLAH dan mengadakan MUJIZAT.

APLIKASI
1. Percayakah Anda akan mujizat?
2. Apakah Anda percaya bahwa Anda bisa melakukan mujizat? Mengapa?
3. Untuk apa Tuhan mengadakan mujizat sampai hari ini?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, Allah kami yang hidup dan berkuasa, kami percaya mujizat-Mu nyata. Bangkitkan iman kami ya Tuhan, penciptaan kami adalah sebuah mujizat dan itulah benih yang ada dalam setiap kami. Kuasa untuk melakukan mujizat sudah kami terima dalam nama Tuhan Yesus. Biarlah semua yang kami lakukan menjadi suatu kesaksian bagi-Mu dan membawa banyak jiwa-jiwa diselamatkan. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.