Kuasa Besar Dalam Menabur

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Amsal 21 : 1-31

RHEMA HARI INI
Amsal 21:14 Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.

Suatu kali, ada seorang anak kecil lusuh yang berkeliling menjual korannya. Dia berhenti sejenak, karena perutnya keroncongan. Dia merasa haus dan lapar, tetapi tidak ada selembarpun uang di kantongnya. Di dekat tempatnya berdiri, tampak ada rumah bagus dan anak ini memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah tersebut. Tidak lama berselang, seorang wanita muda cantik keluar dan menyapanya, menanyakan keperluannya datang ke rumahnya. Dengan sedikit ketakutan, diapun meminta segelas air putih. Wanita ini lalu masuk rumah lagi dan keluar dengan membawa segelas susu, kemudian diberikan kepada anak kecil lusuh itu.

Bertahun-tahun kemudian, wanita muda itu mulai tua dan mengalami sakit yang sangat parah. Para dokter di kota itu tidak sanggup untuk menanganinya. Akhirnya wanita tua ini dikirim ke kota besar dimana ada dokter spesialis yang bisa menangani penyakitnya. Seorang dokter yang mendengar ada pasien dari kota kecil itu bergegas berusaha menyelamatkan nyawa wanita tua tersebut. Setelah perjuangan panjang, akhirnya wanita itu sembuh dari sakitnya. Namun, ketakutan kembali dihadapinya karena tiba-tiba dia mendapatkan tagihan dari rumah sakit. Pasti cukup besar tagihannya, demikian pikirnya. Diapun memberanikan diri membuka tagihan itu dan betapa terkejutnya di pojok tagihan tertulis, “Telah dibayar lunas dengen segelas susu.” Wanita tua itupun menangis dan ingat anak kecil yang pernah ditolongnya dahulu.

Taburan adalah suatu benih yang sangat potensial yang akan membawa dampak positif bagi kita. Setiap taburan yang telah kita tabur, tidak akan menguap atau kembali dengan sia-sia. Karena dalam sebuah taburan atau pemberian ada kuasa yang besar dalam menabur. Pemberian dapat meredakan kegeraman, mendatangkan tuntunan ilahi, mendatangkan perlindungan ilahi, mebuka jalan bagi rencana Tuhan tergenapi dalam hidup kita dan tentu saja mendatangkan berkat Tuhan dalam hidup kita. Oleh karena itu, mari kita menabur, menabur sebuah benih yang berharga untuk Tuhan. Percayalah, saat kita menabur dengan kesungguhan hati kita, ada kuasa besar dalam setiap taburan kita. Sehingga Tuhan pun akan menyatakan mujizat-mujizat-Nya dalam hidup kita. (LEW)

RENUNGAN
Sadarilah bahwa ada KUASA YANG BESAR dalam MENABUR.

APLIKASI
1. Apakah Anda sudah mulai menabur benih profetik bagi Tuhan? Jika sudah atau belum, mengapa?
2. Adakah penghalang bagi Anda untuk menabur?
3. Sebutkan komitmen Anda dalam menabur benih untuk Tuhan!

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau terus mengingatkan kami untuk menabur benih terbaik yang kami miliki. Ajari kami melakukan setiap perintah firman-Mu, ya Tuhan. Kami percaya ada kuasa besar dalam menabur. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.