Kuasa Perkataan Profetik Untuk Keluarga

ReSIKA: Renungan Siang Keluarga Allah

BACAAN HARI INI
Yehezkiel 37:1-14

RHEMA HARI INI
Yehezkiel 37:4-5 Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

Suatu hari, seorang putra altar sedang melayani pastor dalam Misa Minggu yang dilangsungkan di gereja desa kecilnya. Si anak lelaki, gugup dalam peran barunya di altar, tanpa sengaja menjatuhkan secawan anggur. Si pastor desa langsung menampar pipi anak itu dan dengan suara yang sangat keras, berteriak sehingga banyak orang dapat mendengarnya, “Tinggalkan altar dan jangan kembali!” Anak itu kemudian menjadi Tito, pemimpin komunis yang memerintah Yugoslavia selama berpuluh-puluh tahun.

Suatu hari di sebuah katedral kota besar, seorang anak lelaki sedang melayani seorang uskup dalam Misa Minggu. Ia, juga, tanpa sengaja menjatuhkan secawan anggur. Si uskup berpaling kepadanya, namun bukannya merespons dalam amarah, ia berbisik lembut dengan binar-binar di matanya, “Suatu hari kelak kamu akan menjadi seorang pastor.” Anak itu bertumbuh dewasa dan kemudian menjadi Uskup Agung Fulton Sheen.

Kata-kata memiliki kuasa. Kata-kata dapat menyakiti, bahkan hanya kata-kata saja sudah bisa melukai seseorang dengan sangat dalam. Namun kata-kata juga dapat membangun harga diri, menciptakan persahabatan, memberikan harapan, dan menurunkan berkat. Kata-kata dapat menyembuhkan dan mendorong prestasi. Kata-kata Anda dapat menghasilkan kehidupan atau kematian. Itu sebabnya, jagalah apa yang Anda katakan kepada keluarga Anda. Salah berkata bisa mengakibatkan keluarga kita mengalami hal-hal yang tidak baik dan melenceng dari rencana Tuhan. Tetapi ketika kita menggunakan kata-kata kita dengan bijaksana maka keluarga kita akan mengalami anugerah Tuhan yang luar biasa. Apalagi jika kita memperkatakan perkataan profetik yang mampu membuat apa yang tidak ada menjadi ada, keluarga kita pasti akan mengalami mujizat Tuhan yang besar dan menjadi saksi untuk kemuliaan Tuhan.

RENUNGAN
Gunakan PERKATAAN PROFETIK untuk MEMBANGUN keluarga kita.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda memperkatakan perkataan profetik atas keluargamu? Mengapa?
2. Menurut Anda, mengapa Tuhan ingin kita mengucapkan perkataan profetik pada keluarga Anda?
3. Perkataan profetik apa yang dapat Anda perkatakan untuk mendatangkan mujizat pemulihan dalam keluarga Anda? Tuliskanlah!

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ampuni kami kalau kami selama ini salah dalam berkata-kata. Kami mau berubah dan berkomitmen untuk mengucapkan berkat serta perkataan-perkataan profetik yang membangun pada keluarga kami. Dan kami percaya, mujizat pemulihan keluarga pasti terjadi. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.