Kunci Mujizat Kesembuhan Batin

ReKA Video

 

Berlangganan ReKA Video melalui:

youtube

ReKA Audio

n

Klik tombol segitiga untuk mendengarkan pembacaan Renungan Keluarga Allah hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun

pablo (1)

Klik gambar diatas untuk membaca dan mendengarkan pembacaan Alkitab Setahun untuk hari ini.

BACAAN HARI INI
Markus 11:23-26

RHEMA HARI INI
Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

“Mengampuni dia?!” seru Dinda dengan nada tinggi. Saat itu, ia baru saja curhat kepada KKS-nya tentang sahabatnya yang merebut kekasihnya dua tahun lalu. “Kesalahan dia terlalu besar! Nggak bisa dilupakan begitu saja! Sekarang saja rasanya masih sakit banget. Keenakan dia kalau dimaafin!” Dengan sabar, sang KKS bertanya, “Kalau kamu ke dokter dan diberi obat, biasanya kamu minum nggak obatnya?” Kebingungan, Dinda menjawab, “Ya pastinya, Kak.” Sekali lagi sang KKS bertanya, “Kalau obatnya pahit, kamu mau minum juga?” Dinda menjawab, “Iya, Kak. Biar sembuh.” Lalu, sambil tersenyum, sang KKS berkata, “Pengampunan itu seperti minum obat. Pahit, nggak enak, tapi perlu, supaya sakit hati kita bisa sembuh. Seperti obat yang diminum berkali-kali, pengampunan juga perlu dilepaskan berkali-kali, sampai semua virus kemarahan, kekecewaan, dan kepahitan yang bikin kamu sakit habis diberantas sampai ke akar-akarnya.”

Ya, kita sering menyangka, dengan menahan pengampunan, kita sedang menghukum orang yang menyakiti kita. Padahal, kita tengah menjatuhkan hukuman pada diri kita sendiri. Hari-hari kita dibelenggu oleh rasa sakit, kemarahan, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Tak jarang pula, semua itu bermanifestasi menjadi sakit-penyakit. Akhirnya, kita malah merugikan diri kita sendiri.

Satu kebenaran yang perlu kita ketahui, mengampuni atau tidak bukanlah pilihan. Itu adalah perintah Tuhan. Tuhan pun memberikan perintah itu karena Dia teramat mengasihi kita. Sebab, Dia baru bisa mengisi hidup kita dengan hal-hal baik yang sudah dipersiapkan-Nya jika kita bisa melepaskan hal-hal buruk dari genggaman hati kita. Dengan demikian, pengampunan adalah hadiah bagi diri kita sendiri. Saat dengan hati bergetar kita berkata, “Ya, Tuhan, aku mau mengampuni Dia karena Engkau,” Tuhan akan mengalirkan kasih-Nya untuk memampukan kita. Sejuk kasih-Nya yang memenuhi hati kita pun akan mengenyahkan kepahitan hati dan mengerjakan mujizat kesembuhan batin bagi kita. (MV.L)

RENUNGAN
KUNCI mengalami MUJIZAT KESEMBUHAN BATIN adalah PENGAMPUNAN.

APLIKASI
1. Adakah orang-orang yang sekarang ini belum bisa Anda ampuni? Mengapa demikian?
2. Mengapa pengampunan adalah kunci dari mujizat kesembuhan batin?
3. Bagaimana Anda bisa mulai mengampuni orang-orang yang menyakiti Anda, sengaja ataupun tidak?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, terima kasih karena Engkau begitu mengasihi kami. Karena Engkau mengasihi kami, Engkau tidak membiarkan kami yang tidak mau mengampuni orang lain. Kuatkan kami, ya Tuhan, agar kami bisa melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kami. Sebesar apa pun kesalahan itu. Kami mau taat, karena Engkau sudah terlebih dahulu mengampuni kami dan karena besar kasih-Mu dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Amin.”

Pentingnya senantiasa membangun persekutuan dengan Tuhan terus-menerus.

Kita tahu bahwa tanpa hubungan yang intim dengan Roh Kudus sebenarnya kita ini kosong. Itu sebabnya gereja kita sangat mendorong bahkan menyediakan fasilitas supaya jemaat bisa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan melalui ReKA (Renungan Keluarga Allah) yang dibagikan kepada setiap jemaat setiap pagi.

Tetapi sebenarnya, untuk sebuah pertumbuhan rohani yang sehat, kuat, serta konsisten, kita tidak cukup hanya bersekutu dengan Tuhan 1x di pagi hari saja, melainkan kita harus melakukannya dengan konsisten, setiap saat bersekutu dengan Tuhan.

Secara jasmani saja, kita bisa saja makan 1x dalam 1 hari, tetapi kekuatan tubuh kita tidak akan bisa maksimal jika dibandingkan dengan kalau kita makan 3x sehari. Demikian juga dalam hal minum obat, kebanyakan obat harus diminum 3x sehari supaya tubuh kita yang sakit bisa segera sembuh. Oleh sebab itu bagaimana mungkin kita bisa berpikir bahwa roh kita bisa kuat kalau kita hanya memberi makan roh kita 1x sehari saja? Kita perlu memberi makan manusia roh kita setidaknya 3x sehari, sama seperti kita memberi makan manusia jasmani kita.

Kita bisa melihat Tuhan Yesus, teladan yang sempurna bagi kita semua. Bagaimana IA terus-menerus membangun hubungan yang intim dengan Bapa-Nya. Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Tuhan Yesus sudah duduk diam di bawah kaki Tuhan. Siang hari di tengah-tengah kesibukan-Nya melayani orang-orang yang membutuhkan mujizat-Nya, Tuhan Yesus melepaskan diri dari keramaian dan datang kembali kepada Tuhan. Malam hari, ketika kebanyakan orang sudah tidur, Tuhan Yesus menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan Tuhan.

Begitu juga dengan kehidupan Daud. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa 7x dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan. Ini artinya Daud memiliki persekutuan yang konsisten dan terus-menerus dengan Tuhan. Demikian juga dengan Daniel. 3x sehari Daniel berlutut, berdoa, serta memuji Allah. Smith Wigglesworth, hamba Tuhan yang dipakai Tuhan membangkitkan banyak orang mati, berkata ia tidak berdoa lebih dari 15 menit, tetapi ia tidak akan melewatkan 15 menit berlalu tanpa berdoa. Tidak heran jika orang-orang besar yang dipakai Tuhan luar biasa itu memiliki kehidupan roh yang kuat, mantap dan penuh kuasa.

Itulah sebabnya mengapa penting sekali bagi kita untuk terus-menerus membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan. Namun, kendala yang terjadi di banyak kehidupan kita sehari-hari adalah seringkali kita lupa bersekutu dengan Tuhan saat kita sudah disibukkan dengan berbagai macam hal yang harus kita kerjakan sepanjang hari itu. Itu sebabnya saat ini ReKA hadir 3x dalam sehari untuk mengingatkan kita supaya senantiasa membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan terus-menerus sepanjang hari. Dengan adanya ReKA setiap pagi, siang, dan malam ini, maka kita akan terus didorong membangun persekutuan yang intim, kuat, dan konsisten dengan Tuhan sehingga manusia roh kita semakin lama akan semakin dibangun dan dikuatkan untuk melakukan hal-hal yang besar bagi kemuliaan Tuhan.