Langkah Yang Dilakukan Setelah Menangkap Visi

RHEMA HARI INI
Kejadian 15:5-6 “5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang- bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Hawa Ahmed adalah seorang mahasiswa non-Kristen di Afrika Utara. Suatu hari, dia membaca traktat Kristen di asramanya dan dia memutuskan untuk menjadi seorang Kristen. Ayahnya adalah seorang Emir (penguasa Muslim). Dapat dipastikan bahwa dia akan kehilangan warisan keluarganya jika dia menyatakan pertobatannya. Dia benar- benar belum siap untuk menghadapi sesuatu yang terjadi berikut ini. Ketika Hawa memberitahu keluarganya bahwa dia telah menjadi Kristen dan mengganti namanya menjadi Faith, ayahnya benar-benar murka. Ayah dan kakak-kakaknya yang laki-laki melucuti pakaiannya dan mengikatnya disebuah kursi yang dipasangi sebatang logam. Mereka bermaksud menghukumnya dengan arus listrik. Faith meminta mereka untuk meletakkan Alkitab diatas pangkuannya. Ayahnya menjawab, “Jika kau ingin mati bersama dengan kepercayaanmu yang salah, jadilah seperti yang kau inginkan.” Salah satu kakaknya menambahkan, “Itu akan menunjukkan bahwa kepercayaanmu tidak punya kuasa.” Meskipun dalam keadaan terikat, Faith dapat menyentuh ujung Alkitabnya. Dia merasakan kedamaian meliputi hatinya, seolah-olah ada seseorang yang berdiri di sampingnya. Ketika ayah dan kakaknya memasukkan steker ke dalam soketnya – tidak terjadi apapun — dan tidak ada sesuatupun yang terjadi. Mereka mencoba sampai 4 kali dan mengganti kabelnya, tetapi listrik tetap tidak mengalir juga. Akhirnya, ayah Faith, karena frustasi dan marah, dia memukul, mengusirnya serta berteriak, “Kau bukan anakku lagi.” Lalu dia melemparkan anak perempuannya itu ke jalanan tanpa sehelai baju melekat di tubuhnya. Faith berlari menyusuri jalan, merasa terhina dan dipermalukan. Banyak orang memandangnya dan shock melihatnya. Dalam keadaan gemetar karena kedinginan dan sambil berlinang air mata, Faith berlari menuju ke rumah seorang temannya. Temannya mempersilakan Faith masuk, memberinya pakaian dan tempat bernaung. Hari berikutnya, temannya itu bertanya kepada para tetangga tentang apa yang mereka lihat dan pikirkan saat melihat Faith berlarian tanpa busana di jalanan. “Aku tidak mengerti yang kau tanyakan?” mereka bertanya. “Gadis itu memakai baju putih yang sangat indah. Bahkan kami bertanya-tanya kepada diri kami sendiri mengapa ada seseorang yang memakai baju putih seindah itu berlarian di sepanjang jalan.”

Dalam kisah diatas Faith percaya bahwa Yesus senantiasa menyertainya sehingga dia tidak mengalami apapun ketika ada aniaya. Hanya ketika Abraham bisa percaya dalam hatinya terhadap visi tersebut, maka dia akan bekerjasama dengan Roh Kudus untuk mencapai setiap visi yang sudah Tuhan berikan kepadanya.Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya. Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri atau orang lain bahkan sampai berkata bahwa kita tidak mampu, bodoh dan bernasib sial. Ditangan Tuhan hidup kita berarti, tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya. Tuhan selalu siap sedia menolong umatNya, tapi Ia membutuhkan sarana untuk menyatakan kuasa dan mujizatNya. Dan sarana itu adalah iman kita, sebab tanpa iman tak seorang pun berkenan kepada Tuhan dan dalam iman ada unsur kesetiaan menantikan Tuhan. Kalau kita sendiri tidak mau mengerjakan bagian kita, jangan pernah menuntut Tuhan melakukan bagianNya yaitu memberkati dan menyatakan mujizatNya. Betapa ruginya kalau kita berkata percaya kepada Tuhan tetapi tidak mau taat dan mempraktekkan iman itu, karena sama artinya iman kita itu mati. Demikian pula halnya dengan kita, untuk kita bisa bekerjasama dengan Roh Kudus maka kita perlu percaya kepada visiNya, rencanaNya, dan janjiNya dalam hidup kita. Ketika kita sudah MENANGKAP VISI dari Tuhan, maka selanjutnya bagian yang harus kita lakukan adalah PERCAYA. (ABU)

RENUNGAN
Ketika kita sudah MENANGKAP VISI dari Tuhan, maka selanjutnya bagian yang harus kita lakukan adalah PERCAYA.

APLIKASI
1. Uji hati anda masing-masing, apakah visi dari Tuhan sudah tertanam dalam hati anda ?
2. Apa buktinya jika benar-benar visi itu tertanam dalam hati anda ?

DOA UNTUK HARI INI
Bapa terimakasih karena kami percaya setiap visi yang ada untuk kami adalah visi yang luarbiasa. Kami percaya dan kami mau sungguh-sungguh imani visi itu. Amin.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :
Bilangan Pasal 5-6
Kisah Para Rasul Pasal 4 ayat 23-37